Search This Blog

Showing posts with label Wattpad. Show all posts
Showing posts with label Wattpad. Show all posts

Monday, March 19, 2018

Pengumuman Pemenang Blogtour and Giveaway: Your Lies

Judul: Your Lies
Penulis: Rara Rachel
Penyunting: Avifah Vé
Sampul: Amalina Asrari
Penerbit: Diva Press
Tahun terbit: Maret 2018
Tebal buku: 288 halaman



Ringga dan Atha sudah bersahabat sejak remaja. Keduanya sempat terpisah di masa kuliah sebelum akhirnya dekat lagi di awal masa dewasa. Kebetulan, rumah mereka pun berdekatan. Jauhnya jarak tidak menghalangi keduanya walau Ringga kerja di Jakarta dan Atha masih berjuang keras menyelesaikan skripsinya di Bandung. Lewat chatting whastapp dan media sosial, keduanya selalu akrab dan terlihat dekat. Kata orang, dari sahabat jadi gebetan. Bisakah benih-benih cinta akhirnya bersemi di hati sepasang sahabat tersebut? Tentu sudah bisa ditebak jawabannya. Tetapi sebuah novel kadang bukan semata tentang ending yang WOW atau akhir perjalanan yang memukaw. Keunggulan sebuah karya fiksi juga bisa dilihat pada bagaimana penulis mengisahkan kisahnya hingga selesai. Kualitas istimewa inilah yang saya temukan dalam Your Lies. Hubungan kedua mendapat ujian ketika Atha melakukan satu hal yang sangat dibendi Ringga, yakni berbohong. Meski niatnya baik, tetapi berbohong tetaplah berbohong.
 
“Niat baik kalau caranya salah, jadi enggak baik hasilnya.” (hlm. 198)

Relasi antara Ringga dan Atha yang sohib banget adalah kekuatan utama novel ini. Penulis bisa menghadirkan interaksi persabahatan cewek-cowok yang terlihat santai dan apa adanya. Dialog antara keduanya pun mengalir banget, kita benar-benar kayak sedang menonton percakapan dua sahabat akrab seolah keduanya adalah tetangga dekat kita. Percakapan mereka juga kekinian banget, zaman now banget kalau kata netizen. Penulis menggunakan tema-tema yang akrab dengan generasi milenial seperti  PEES, nge-add LINE, hingga WATTPAD. Kebetulan juga, naskah ini memang sebelumnya pernah diposting di Wattpad. Dengan kualitas-kualitas ini, tidak heran baca novel ini berasa kekinian banget. 

“Memaafkan juga bagian dari usaha buat ngedapetin ketenangan hidup.” (hlm. 202)

Ada yang bilang drama adalah bumbu kehidupan. Ungkapan tersebut menemukan pembuktiannya di novel ini. Ada begitu banyak drama mewarnai Your Lies: tarik ulur perasaan, pelarian emosi, penyangkalan perasaan, saling tebar kode, hingga berantem-berantem-an yang  cute tapi menyenangkan disimak. Dengan kata lain, aneka drama ditebar-tebar dulu sebelum final biar makin greget dan bikin pembaca setengah senewen setengah mupeng. Antara bikin gemes tapi juga bikin iri banget pokoknya hubungan Ringga dan Atha ini. Rasanya pengen nyubit Atha yang sok-sok nggak ngerti kode rahasia atau nampol Ringga yang sok misterius itu. Tapi ya gitu, kalau nggak pakai drama gitu ya hasilnya kisah cinta yang biasa-biasa saja. Satu karakteristik dari sebuah novel yang bagus memang adanya karakter yang dibuat berjuang dulu oleh penulisnya. Penulis memang kudu kejam sesekali ck ck ck.

“Orang yang saling menyayangi enggak akan saling membohongi.” (hlm. 185)

Nggak sampai sehari saya berhasil menyelesaikan novel romansa ini. Padahal, saya termasuk lama kalau baca novel roman. Salut untuk sang penulis yang berhasil bikin saya masuk dalam cerita.  Karakterisasi dua sosok utama menjadi kelebihan lain dari novel ini. Karakternya terasa hidup, segar, dan juga kekinian. Ringga memang tercipta untuk satu Atha—hal yang sama ering kita temukan di novel-novel roman di pasaran. Tetapi, penulis tidak menjadikan sosok Ringga sebagai Rangga kesekian belas. Atha juga bukan cewek menye maksimal setrip galau kurung kurawal Bella kesekian puluhan. Faktanya, si cowok itu tipe-tipe nerdy idaman tapi cueknya kebangetan (jenius sih tapi rumahnya kayak kapal pecah. Mana ada coba orang buang wadah makanan styrofoam di bak cuci piring kecuali Ringga ini?) sementara yang cewek maniak banget main PS dan nyambangin rumahnya cowok (ya, walau jago masak sih). 

“Cinta tidak bisa memilih. Kalau kau mau tahu, cinta itu bukan dilihat, tapi dirasakan.” (hlm. 231)

Persahabatan jadi cinta, tema yang klise sebenarnya tapi di tangan seorang novelis berbakat tema pasaran ini bisa menjadi hal yang menyegarkan seperrti dalam Your Lies.  Interaksi Atha-Ringga yang cute maksimal, konflik yang naik-turun sampai bikin gemes, diksi-diksi yang ramah buat pembaca zaman now, serta alur ceritanya yang mulus banget. Ini yang bikin menyenangkan baca novel ini. Sayangnya, masih ada sedikit ganjalan pada setting tempatnya. Your Lies menggunakan Jakarta, Bandung, Düsseldorf,  dan Köln sebagai latar berlangsungnya. Namun, saya kurang merasakan aura keempat kota tersebut sepanjang cerita. Akan lebih bagus jika penulis menggambarkan deskripsi tempat secara lebih jelas, setidaknya menyeburkan nama suatu tempat yang khas dari kota tersebut (di food court Pondok Indah Mall atau di jalan Braga misalnya). Bagian ending novel ini juga serasa ada yang hilang. Kayak ada celah sedikit gitu yang belum terisi terkait akhir hubungan Ringga dan Atha. Akankah Ringga memaafkan Atha? Mending baca sendiri deh ya.



Pengumuman Pemenang
 
Terima kasih sudah meramaikan blogtour 'Your Lies" di Baca Biar Beken. Total ada 39 peserta yang semuanya saya masukkan undian. Nomor urut pertama dimulai dari jawaban yang pertama masuk, dan seterusnya hingga total didapatkan 39 nomor undian. Kakak random.org telah memilih.  Selamat untuk nomor urut 17 dari atas. 
 
 
 
Ade Yuanita Putri Pratiwi
@AdeYuanitaPutr4

 
Pemenang akan segera saya hubungi untuk teknis pengiriman hadiah. Selanjutnya, teman-teman masih bisa mencoba peruntungan di deehati.com.Terima kasih sudah ikutan ya.

Tuesday, October 3, 2017

Menjajal Wattpad: Nerdy Girl


Judul: Nerdy Girl
Pengarang: Alnira
Penyunting: Avifah Ve
Tebal: 424 hlm
Cetakan: Pertama, September 2017
Penerbit: DIVA Press



Bagi saya, ada dua tujuan orang membaca buku. Pertama adalah untuk mendapatkan informasi (termasuk ilmu pengetahuan dan buku-buku pelajaran/kuliah) dan yang kedua untuk mendapatkan penghiburan. Untuk tujuan kedua ini, biasanya orang membaca buku-buku dari jenis fiksi seperti novel, cerpen, atau puisi walaupun tidak sedikit pula orang membaca buku-buku nonfiksi sebagai penghiburan. Khusus untuk pembaca novel, biasanya orang membaca novel untuk mencari penghiburan, entah itu penghiburan yang membangun ataupun penghiburan yang menghibur semata. Membaca buku-buku sastra menurut saya adalah salah satu bentuk penghiburan yang membangun. Ini karena buku-buku jenis ini mampu melembutkan pembacanya, memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan, juga menjadikan kita peka pada isu-isu sosial. Tentu tidak semata novel-novel sastra yang memiliki keunggulan ini. Banyak novel nonsastra dan juga novel populer yang digarap dan ditulis dengan baik juga mampu menghadirkan fungsi penghiburan yang mendidik ini. Kemudian, bagaimana dengan versi penghiburan yang melenakan?


Kadang, kita hanya ingin membaca dan menikmati saja tulisan yang dibawakan penulis. Dengan artian, kita tidak mau berpikir banyak saat membaca sebuah novel. Tidak perlu data sejarah, tidak perlu harus meraih Nobel sastra, tidak perlu pakai kata-kata yang rumit. Pokoknya, cukup novel itu bisa dinikmati dan membuat kita lupa sejenak pada kehidupan nyata. Inilah yang oleh Neil Gaiman disebut sebagai membaca sebagai pelarian ketika dunia nyata serasa sedang tidak ramah. Novel Nerdy Girl karya Alnira menurut saya adalah jenis novel yang cocok untuk tujuan ini. Secara cerita, noel ini tidak ada bedanya dengan roman-roman remaja-dewasa muda yang mungkin mudah kita jumpai di toko buku. Buat yang suka nonton drama Korea, kisah Jonathan dan Aihara mungkin akan sedikit mengingatkan pada alur kisah cintanya nan manis. Apalagi, penulis yang sepertinya seorang Kpopers seperti mampu memanfaatkan kegemarannya pada Hallyu Wave itu dalam naskahnya ini. Pengetahuan yang baik tentang budaya pop Korea, dipadukan dengan karakterisasi yang oke, plus keterampilan menulis yang matang, maka jadilah novel Nerdy Girl yang saya akui sangat menghibur.

Thursday, July 27, 2017

Sang Guardian: Garda Pelindung Jiwa dan Cinta



Judul: Pacarku Jatuh dari Langit

Pengarang: Heruka
Penyunting: Diandra Kreatif
Tebal: 624 hlm
Cetakan: 1, Mei 2017
Penerbit: Diandra  Kreatif


                Pertama, saya suka sama cara penulis mengulirkan cerita, lancar sekali.  Sejak halaman awal, saya sudah merasa betah membacanya, lebih karena teknik penulis yang lumayan terasah dan bukan karena ceritanya. Kisah tentang malaikat yang jatuh ke bumi dan jatuh cinta pada manusia sudah beberapa kali diangkat dalam novel, di antaranya Hades dan seri The Mortal Instrument karya Cassandra Clare. Penulis kemudian mengangkat lagi tema ‘malaikat jatuh (cinta)’ tapi kali ini dengan setting Indonesia, dengan dunia SMA-nya yang khas. Ini yang bikin buku ini seger dan saya bisa bertahan membacanya ... setidaknya sampai halaman 200-an. Melewati titik kritis ini, saya mulai merasakan kebosanan. Pada 200 halaman pertama bisa saya selesaikan dalam 3 – 4 hari, tetapi setelah itu kecepatan baca saya menurun drastis sehingga akhirnya butuh waktu hampir 2 minggu untuk membaca buku setebal 600 halaman ini. Ada apakah?