Search This Blog

Thursday, October 18, 2018

Jatuh Cinta karena Perkara Bulu Mata

Judul: Perkara Bulu Mata
Penulis: Nina Addison
Editor: Harriska Adiati & Neinilam Gita
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: September 2018
Tebal buku: 296 halaman



Tema sahabat jadi cinta kayaknya sudah begitu sering digunakan dalam banyak sekali roman remaja kekinian. Awalnya teman sekelas, lalu cinta perlahan tumbuh seiring seringnya berinteraksi, sapai kemudian rasa galau itu hadir. Mana yang harus dipilih? Tetap jadi sahabat atau naik kelas jadi pacar. Sering banget kan nemu cerita begituan? Tapi, gimana kalau rasa suka itu muncul setelah mereka sahabatan selama 15 tahun? Vira, Jo, Liliana, dan Albert sudah sahabatan sejak SMA, dan hingga di usia akhir 30-an, keempatnya masih rutin bertemu dan nongkrong bareng ketika walau sama-sama asyik dengan dunianya sendiri. Kemudian, rasa cinta itu muncul di antara salah duanya. Jadi, ceritanya di Vira kok ya kebetulan lagi curhat sama Jojo dalam satu sesi kongkow mereka berdua. Vira ini baru ditolak Tom, cowok idamannya btw. Saat curhat itulah, Vira iseng liatin bulu mata Jojo yang panjang dan lebat ... dan tiba-tiba rasa suka itu muncul. Yap, betul sekali, cinta muncul dari bulu mata. 

"Dari (bulu) matamu, (bulu) matamu, kumulai jatuh cinta." (Bukan Jaz, Bulu Matamu)

Wednesday, October 17, 2018

Mencoba lagi Wattpad Serries bersama Athlas

Judul: Athlas
Pengarang: Kata Kokoh
Tebal: 444 hlm
cetakan: Pertama, Agustus 2018
Sampul:
Penerbit: Pastel Books

41125995 

Kok tumben ngikuti seri wattpad? Awalnya cuma kenalan sama Seniors lewat baca gratisan di toko buku kerana asli gabut pas libur puasa. Ternyata ceritanya lumayan nyegerin juga. Kemudian, baca Inestable karena iming-iming totebag-nya (iya selain peninbun buku saya juga totebag lovers, gaes). Antara buku satu dan buku dua saya rasakan hampir tidak ada bedanya. Nakula masih dingin, Aluna tambah baper, dan ada kesan ending harus so sweet yang bahkan lebih kental di buku kedua ketimbang di buku pertama. "Anda harus mengalah demi cinta, bray, karena cinta selalu akan menemukan jalannya." Ya seperti itulah. Kadar manisnya asli ngalahin Dilan (saya lebih prefers Dilan karena masih ada aroma-aroma jadulnya) dan kebetulan Dilan dan seri karya Kata Kokoh ini mengambil setting yang sama: Kota Bandung. Tetapi, harus saya akui, dua novel ini pas banget dibaca dedek-dedek remaja SMA. Semua yang dibutuhkan novel teenlit populer ada semua: Cowok ganteng plus cool, cewek asyik, teman-teman genk. 

Belajar Solidaritas dan Perjuangan bersama Putri Si Pembuat Korek Api

Judul asli: The Firework Maker’s Daughter
Penulis: Philip Pullman
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Editor: Diniarty Pandia
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 144 hal
Cetakan I, Oktober 2007
ISBN: 978-979-22-3284-4

 2137440

Sejak membaca Golden Compass, saya bisa merasakan aroma yang Inggris banget dari Phillip Pullman. Baik karakter, setting, hingga cara berpikirnya memang mencerminkan penduduk Kepulauan Inggris yang terpelajar dan agak tinggi hati. Pun dalam seri novel anak karyanya ini, aroma "orang Inggris" itu masih terasa kental. Lewat Putri sang Pembuat Korek Api, Pullman menunjukkan kepiawaiannya sebagai seorang terpelajar. Pengarang menggunakan pengetahuannya yang melimpah tentang Asia dan menjadikannya sebagai pembangun karakter sekaligus setting dalam novelnya ini. Tidak heran jika aroma Asia versi Inggrisnya terasa banget. Pullman mencampurkan antara Melayu, Thailand, Tiongkok, Nusantara, dan India sebagai setting tempat berlangsungnya cerita. Ilustrasinya model Tiongkok banget, nama-nama karakternya Thailand (eh ada India juga ding), gajahnya ala-ala India, tetapi setting tempatnya Indonesia. Ada Gunung Merapi suadara-saudara (ternyata di versi Inggrisnya juga pake nama Mount Merapi.  

“ Satu-satunya yang abadi adalah perubahan.” (hlm. 89)

The Queen of Tearling, Pembuktian sang Ratu Sejati

Judul : The Queen of Tearling
Pengarang : Erica Johansen
Penerjemah : Angelic Zaizai
ISBN : 9794339083
ISBN13 : 9789794339084
Tanggal Terbit : Februari 2016
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Mizan Fantasi
Halaman : 540 hlm

 

Kelsea Raleigh sengaja disembunyikan sejak masih bayi ke kedalaman hutan. Bukan tanpa alasan. Ibunya adalah Ratu Tearling dan Kelsea otomatis menjadi pewaris tahta saat sang ratu wafat. Keberadaan Kelsea disembunyikan demi keamanannya sendiri karena sang Paman yang culas ingin menguasai tahta untuk dirinya sendiri. Sang Regent pun menjadi penguasa Tearling selama 18 tahun--tahun-tahun ketika Kelsea tumbuh dalam asuhan dua orang asing yang dia tahu bukan orang tuanya. Gadis itu tahu dirinya adalah calon Ratu, tetapi dia sama sekali tidak memiliki bayangan tentang bagaimana menjadi ratu yang layak. Ketika masa 18 tahun itu lewat, datang sepasukan asing yang meminta Kelsea untuk ikut mereka ke London Baru dan mengklaim haknya sebagai pewaris tahta kerajaan Tearling. mau tidak mau, siap tidak siap, Kelsea harus menjalani takdirnya sebagai pemimpin tertinggi negeri. Tetapi sebelumnya, gadis itu harus mengambil alih tahta dari pamannya.

Ambil hati rakyatmu, atau relakan takhtamu.

Wednesday, October 10, 2018

Hijrah Sakinah, Panduan Menjalani Rumah Tangga Bahagia untuk Istri


Judul: Hijrah Sakinah
Penulis: Hanny Dewanti
Penyunting:Ilona Alie
Penata Letak: Nurhasanah Ridwan
Sampul: Abdul Gafur
Tebal: 240 hlm
Cetakan: 1, September 2018
Penerbit: Serambi




Pernikahan memang gerbang kebahagiaan, tetapi bukan berarti akhir perjuangan. Justru, pernikahan adalah awal dari perjuangan baru bersama orang baru yang telah kita pilih dan percayai untuk berjuang bersama. Seperti bab pertama di buku ini, “Setelah Gebyar Pesta”. Bahwa pernikahan tidak melulu tentang bahagia dan romansa itu kita semua tidak tahu. Tetapi, yang sering dilupakan, bahwa pernikahan adalah sebuah komitmen bersama antara dua orang untuk hidup bersama dengan segala konsekuensinya. Pesta resepsi adalah awal dari rangkaian drama kehidupan, bahagia maupun menderita, yang mau tak mau harus dialami kedua pasangan dalam menjalani biduk rumah tangganya. Menemukan kebiasaan buruk suami, berdamai dengan tetangga yang suka nyinyir, keluarga besar yang suka terlalu ikut campur, hingga suami yang kadang masih terlalu berjiwa muda. Itu hanya segelintir dari berbagai persoalan yang harus dihadapi (oleh istri) dan dipaparkan di buku ini.  

Sunday, September 30, 2018

Blogtour dan Pengumuman Pemenang Giveaway Rooftop Buddies

Judul: Rooftop Buddies
Penulis: Honey Dee
Editor: Anastasia Aemilia
Tebal: 264 hlm
Cetakan: Pertama, 2018
Sampul: Sukutangan
Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama


"... kalau tidak pernah mengalami apa yang dirasakan orang lain, jangan pernah berpikir kau mengerti apa yang dirasakan orang itu."(hlm. 12)

Masih berusia 17 tahun tetapi sudah divonis mnengidap kanker? Siapa sih remaja yang nggak kalut mendapati kenyataan miris demikian. Rie sudah tidak ingat lagi kapan terakhir kali dia merasa bahagia. Hari-harinya diisi dengan kemoterapi yang seolah mendidihkan tubuhnya dari dalam, selalu membawa inhaler di tasnya untuk meredakan tenggorokannya yang serasa terbakar setiap kali penyakitnya kambuh, serta maknan-makanan sehat yang harus disantapnya demi melawan sel-sel kanker. Rie hanya boleh memakan sayur dan buah, bahkan dia sudah lupa bagaimana nikmatnya makanan bermicin. Bayangkan segala bentuk kenikmatan duniawi yang harus dijauhi oleh seorang remaja yang normalnya bisa memuaskan makan segala jenis jajanan dan makanan junk food itu. Belum lagi rasa sakit secara psikis yang harus dihadapi Rie dari orang-orang di sekitarnya. Rie benci dikasihani. Cukup tubuhnya saja yang menderita, jangan mentalnya juga. Dengan segala tekanan fisik dan psikis itu, Rie kemudian memutuskan akan bunuh diri dengan melompat dari atap gedung apartemennya untuk mengakhiri segala penderitaan.

"Menangis itu hak siapa saja yang punya mata dan hati." (hlm. 130)

Tuesday, September 25, 2018

Review and Pengumuman Pemenang Giveaway Savanna & Samudra

Judul buku: Savanna & Samudra
Penulis: Ken Terate
Editor: Tri Saputra Sakti & Donna Widjajanto
Ilustrasi sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020379432
Cetakan: pertama, 2018
Tebal: 352 halaman



Kita tidak pernah bisa tahu dengan pasti bagaimana jalur kehidupan akan membawa kita. Kita juga tidak akan pernah tahu dengan pasti bagaimana sosok asli seseorang dengan hanya melihat tampilan luarnya saja. Dua kalimat ini mungkin  bisa merangkum kisah Savanna dalam novel ini.  Semenjak papanya meninggal, kehidupan gadis itu berubah 180 derajat. Jika dulu dia adalah anak kuliahan yang kerjanya nongkrong di kafe menghamburkan uang saku dan waktu luang, kini dia terpaksa cuti kuliah dan harus bekerja menjadi pelayan di kafe. Kematian papanya tidak hanya meninggalkan lubang di hati, tetapi juga lubang financial yang harus dipenuhi.  Seolah itu belum cukup, mamanya tidak ambil pusing dengan kondisi keuangan keluarga yang seret.  Wanita itu seolah mengalami puber kedua lengkap dengan segala komplikasinya, meninggalkan utang kartu kredit segunung yang bikin Sava semakin pusing.

“Kadang hidup memaksa kita untuk dewasa sebelum waktunya.” (hlm. 74)

Dalam hal percintaan pun Sava kurang beruntung. Harris—sang pacar yang dulu setia—tiba-tiba memutuskannya. Teman-teman kampusnya pun mulai berjarak. Masih untung ada Stella yang setia menjadi sobat dekatnya. Tetapi, kehidupan benar-benar sudah berbeda untuk Sava. Cewek itu merasa tidak bisa kembali kepada dunianya yang dulu. Sekarang, ia tidak lebih dari seorang pelayan di kafe Inisusu dengan gaji tidak lebih dari bilangan tujuh ratus ribu. Itu pun dia masih harus menanggung biaya makan sekeluarga, uang SPP adiknya, serta utang-utang mamanya. Sungguh sebuah ujian yang bertubi-tubi. Untungnya, hidup selalu menawarkan jalan keluar ketika kita mau bersabar dan membuka diri untuk menerima bantuan.  Di Inisusu, Sava dipertemukan dengan Alun, seorang pemuda norak dan gaptek. Siapa sangka, dari cowok yang meng-update status Facebook saja  nggak bisa ini, Sava mulai menemukan titik balik untuk bangkit.

"Dan bukan pengorbanan itu kalau kita melakukannya untuk orang-orang yang penting dalam hidup kita.” (hlm. 335)