Search This Blog

Sunday, January 21, 2018

Blog Tour III Book Review + Giveaway Illuminae

Judul: Illuminae (The Illuminae Files #1)
Penulis: Amie Kaufman dan Jay Kristoff
Penerjemah: Brigida Ruri
Penata letak dan sampul: @fadiaaaa_
Tebal: 576 halaman
ISBN : 9786026682093
Cetakan: Pertama, November 2017
Penerbit: Spring 



Sebagai pembuka , kisah ini terjadi pada masa depan, tepatnya tahun 2575 ketika kemajuan teknologi telah memungkinkan dilakukannya perjalanan antariksa mengunakan wormhole atau lubang cacing. Pengemar film Startrex atau Starwar mungkin akan teringat dengan pesawat-pesawat luar angkasa yang melesat secepat kecepatan cahaya. Di novel ini, teknologi telah menemukan cara ‘menekuk’ ruang dan waktu untuk memersingkat jarak jutaan tahun cahaya lewat portal lubang cacing yang digerakkan oleh tenaga nuklir. Sungguh luar biasa bagaimana kedua pengarang berhasil menggunakan aneka istilah, deskripsi, hingga teori-teori yang sangat futuristis ini sehingga saat membaca Illuminae kita serasa menonton sebuah fiksi ilmiah dengan setting di masa depan. Namun demikian, novel ini tetap tidak melupakan unsur dramanya. Jadilah di dalam novel ini, pembaca akan mendapatkan begitu banyak yang diharapkan dari sebuah novel sci-fi: drama, kisah cinta, humor remaja, thriller mencekam, hingga petualangan fantastis.

Semua bermula ketika terjadi penyerangan terhadap sebuah koloni pertambangan illegal milik Wallace Ulyanov Consortium (WUC) di sebuah planet kecil terpencil bernama Kerenza IV. Planet es ini memang kaya akan kandungan hermium. Serangan dadakan yang disponsori BeiTech Coorporation (saingan utama WUC) itu mengakibatkan korban ribuan orang sementara warga yang selamat berjuang menyelamatkan diri menumpang pesawat ulang alik penyelamat menuju pesawat-pesawat sipil yang menunggu di orbit Kerenza IV. Salah satu pesawat pelindung WUC sempat mengirimkan panggilan darurat tetapi agen-agen Beitech telah membajak stasiun komunikasi terdekat di Heimdall sehingga tidak ada yang melaporkan serangan tersebut. Untungnya, ada satu pesawat induk yang tengah melakukan penyelidikan rahasia di sekitar system Kerenza IV. Kapal induk Alexander dari United Terrant Authority menjawb panggilan darutat tersebut tanpa dukungan pasukan dan memberikan perlawanan total pada armada Beitech.

Karena terdesak, Beitech nekat menyerang Alexander untuk menghilangkan saksi. Perang besar pun terjadi. Misil-misil nuklir diluncurkan dan menghapuskan ribuan kehidupan dalam sekejap mata. Kedua belah pihak juga sama-sama mengalami kerusakan parah. Dari semula empat kapal perang, hanya tersisa satu kapal perang milik Beitech. Alexander juga mengalami kerusakan parah pada sistem portal dan kecerdasan buatannya sehingga mereka tidak bisa melintasi gerbang wormhole. Satu-satunya jalan selamat adalah dengan mundur dan bergegas menuju Stasiun Portal Heimdall yang merupakan stasiun statis terdekat. Sayangnya, ada jarak lebih dari delapan bulan yang memisahkan keduanya. Sambil bergegas menyelamatkan diri dari kejaran Lincoln (satu-satunya kapal perang milik Beitech yang tersisa), Alexander juga harus mengawal dua pesawat sipil yang dipenuhi pengungsi dari Kerenza IV, yakni sebuah kapal riset bernama Hipatia dan kapal kargo Coppernicus. 

Dua remaja bernama Kady Grant dan Ezra Mason terjebak di tengah-tengah perseteruan nuklir ruang angkasa ini. Sialnya lagi, keduanya memilih waktu yang tidak tepat untuk putus. Tepat di hari terjadinya serangan armada Beitech pada koloni di Kerenza IV. Keduanya memang berhasil selamat tetapi sayang mereka terangkut di dua pesawat yang berbeda. Kady ada di pesawat riset Hypatia sementara Ezra masuk ke kapal Alexander. Walau demikian, keduanya masih bisa berkomunikasi berkat Kady yang berhasil meretas sismtem komunitasi antar pesawat. Kady ini rupanya seorang genius komputer. Dari kedua remaja inilah kita mendapatkan bantuan teramat besar untuk bisa mengikuti alur dalam novel ini. Bisa dibilang keduanya memberikan sentuhan kemanusiaan di novel yang dikisahkan dengan cara unik ini.

Selain harus menghadapi armada Lincoln yang semakin dekat, para penyitas di ketiga pesawat ini juga harus menghadapi ancaman lain. Sistem kecerdasan buatan AIDAN di kapal induk Alexander mengalami kerusakan akibat perang di Kerenza IV. Pesawat induk raksasa itu mendadak melawan perintah kapten kapal dan menghancurkan semua yang dianggapnya akan mengancam keselamatan armada, termasuk para penumpang di ketiga kapal pengungsian.  Selain itu, masih ada ancaman lain yang tidak kalah mengerikan. Sebuah virus misterius mewabah di Coppernicus dan mengancam juga para penumpang Alexander. Virus yang bisa mengubah penderitanya menjadi para pembunuh tidak waras ibarat para zombie yang masih bernapas. Dalam kondisi terkepung oleh tiga ancaman maut inilah, Kady dan Ezra haru berjuang menyelamatkan diri mereka (juga cintanya) dan mungkin juga keselamatan seluruh umat manusia di alam semesta.

Illuminae benar benar novel yang beda, tidak hanya dari segi cerita tetapi juga cara kedua penulisnya menyampaikan cerita ini. Membacanya, kita harus siap-siap menjungkirbalik bunya, menyipitan mata karena kertasnya yang berubah hitam, serta menatap gambar-gambar yang seolah bisa bercerita. Tembakan misil dan maneuver pesawat dinarasikan dengan gambar, begitu juga ledakan serta trankrip pembicaraan Aidan. Secara teknis, seluruh bab-bab di buku ini memang bukan bab-bab sebagaimana yang biasa kita jumpai dalam novel biasanya. Buku ini adalah kumpulan email, skema, dokumen militer rahasia, pesan pribadi, laporan medis, wawancara, hasil pengamatan lewat kamera di pesawat Alexander, dan masih banyak lagi. Beberapa bab bahkan diisi oleh pemikiran Aidan. Jangan berhadap mendapatkan paragraf-paragraf yang rapi dan tertata, sebaiknya Anda bersiap mengalami pengalaman membaca novel dengan yang mungkin belum pernah anda jumpai sebelumnya. 



GIVEAWAY TIME



Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Spring atas kesempatan yang diberikan untuk Baca Biar Beken untuk mengulas novel keren ini. Teman-teman, saya berani menjanjikan kalau Illuminae benar-benar karya fiksi yang berbeda.  Nah, jika ingin mendapatkan novel ini gratis dalam giveaway final yang bakal diadain di instagramnya Penerbit Spring, teman-teman harus mengunjungi kelima blog sebagaimana yang tercantum pada banner di atas. Juga, karena kuis finalnya bakal diadain di Instagram, teman-teman wajib punya IG ya untuk bisa ikutan. Kak Notebook Sharie dan Dee is My Name sudah mengulas Illuminae dengan bagus sekali dua hari kemarin, lengkap bersama dua kata kunci yang bisa kamu gunakan untuk menjawab pertanyaan final nanti.  Semoga ulasan di Baca Biar Beken ini bisa bikin kalian semakin ngebet pengen punya Illuminae. 

Cara ikutan:

1. Wajib mengikuti twitter Penerbit Spring dan juga Instagramnya di penerbitspring.

2. Memiliki alamat pengiriman  hadiah di Indonesia.

3. Wajib membagikan postingan giveaway ini di media sosial kamu dengan mencolek Penerbit Spring. Sertakan juga tagar #blogtourIlluminae.

4. Mengikuti seluruh postingan ulasan novel Illuminae yang berlangsung di kelima blog berikut ini


Sharie, 19 Januari 2018

Wiwi Widiani20 Januari 2018

Dion Yulianto, 21 Januari 2018

Ipeh Alena, 22 Januari 2018

Abduraafi Andrian, 23 Januari 2018



5. Tulis di komentar postingan ini nama dan akun IG kamu untuk mempermudah pendataan.



6. Simpan baik-baik jawaban dari pertanyaan yang akan menjadi satu dari lima kata kunci blogtour final di IG Penerbit Spring tanggal 25 - 28 Januari 2018 ini

"Planet Kerenza IV kaya akan kandungan unsur apa?"

Simpan dulu jawabannya beserta dua jawaban rahasia di dua blog sebelumnya. Untuk bisa memenangkan satu novel Illuminae ini, kamu kudu memiliki seluruh jawaban rahasia dari lima blog di atas. Semoga seru ya, karena saya yakin, novelnya seru banget.

Terima kasih sudah ikutan ya.

Friday, January 19, 2018

Bertualang ke Tiga Dunia bersama Datan si Pencuri


Judul: Tiga Dunia, Si Pencuri
Pengarang: Rama Nugraha
Penyunting: Sevy Kusdianita
Sampul: Ryn Yoanta
Tebal: 581 hlm
Cetakan: Pertama, Oktober 2017
Penerbit: Histeria





            Saat bertemu pertama kali dengan penulis Tiga Dunia, Rama sudah menunjukkan sedikit bagian naskah novelnya. Saya sempat membaca lima halaman pertama. Membaca sedemikian sedikit tentunya belum bisa memberikan gambaran tentang akan seperti apa novel tebal ini. Yang saya tangkap saat itu, Tiga Dunia adalah kisah tentang bangsa Neena yang digambarkan mampu bernapas di dalam air. Sementara tiga dunia dalam judul merujuk pada tiga alam yang menjadi setting novel ini, yakni alam Permukaan sebagaimana dunia terang tempat kita berdiam, lalu Dunia Bawah sebagai tempat berlindung kaum buangan. Lalu ada Dasar Dunia sebagai ujung kegelapan dunia tempat entitas makhluk tak berwujud dilahirkan untuk menjaganya. Awalnya, saya mengira kedahsyatan kaum Neena dan tiga dunia ini hanya akan berhenti di tulisan sampul semata, ternyata tidak sampai di situ saja. Mulai halaman lima dan seterusnya, saya tak bisa berhenti membaca novel ini. Ngalir banget terlepas masih ada beberapa layout yang tak sesuai. Selama penulis bisa lancar mengisahkan ceritanya, saya akan membacanya.



"Kau boleh gagal, Datan. Gagal banyak. Tapi kau tidak boleh berhenti. Kau tidak boleh berhenti apa pun yang terjadi.” (hlm. 32)

Tuesday, January 16, 2018

Bertuhan pada Bahasa, Berlindung pada Cinta



Judul: Bertuhan pada Bahasa
Penulis: Sengat Ibrahim
Penyunting: Tia Setiadi
Cetakan: Januari 2018
Tebal: 157 hlm
Penerbit: Basabasi




Iseng saya membuka biografi penulis buku ini. Terkejutlah saya betapa si penyair ternyata masih begitu belia, yakni kelahiran 1997. Coba bandingkan dengan tahun lahir saya yang sudah begitu beliau. Ada rasa takjub, juga malu, mengetahui betapa dalam usia yang masih begitu muda, Sengat telah mampu menghasilkan sajak-sajak yang menghibur pembaca dengan rima-rimanya. Memang, semakin maju ke sini, semakin banyak bibit-bibit muda yang sudah mulai menunjukkan buah bakatnya. Tetapi, jika kita mau meluangkan sejenak membaca pengantar buku ini, pembaca akan tahu betapa sejak usia begitu muda, sajak tidak pernah meninggalkan Sengat, dan begitu pula sebaliknya. Penyair belia ini juga telah menunjukkan keberanian yang jarang ditunjukkan pemuda seusianya, yang tetap memihak pada sajak meskipun dunia (termasuk orang-orang terdekat) menentangnya. Dan sajak tidak pernah lupa untuk membalas jasa. Sajak-sajak menarik di buku ini adalah buktinya.

dewi kenangan
segelas kopi mengajariku
bagaimana menelan rasa pahit dan manis dalam hidup
pada waktu bersamaan. (hlm. 27)

Wednesday, January 10, 2018

Mencari Jalan Cinta Lewat Mencari Rumi

Judul: Mencari Rumi
Pengarang:Roger Housden
Penerjemah: Jimmi Firdaus
Sampul: Ferdika
Cetakan: Pertama, Januari 2018
Tebal:
Penerbit: Basabasi










Memang benar kalau ada yang bilang Rumi tidak lagi hanya menjadi milik orang Islam. Rumi dan karya-karyanya telah menginspirasi orang-orang dari seluruh penjuru dunia, dari berbagai ras atau agama, juga tempat tinggal. Bahasa cinta memang tidak mengenal sekat dan batas, dan syair-syair cinta Rumi benar-benar membuktikan hal ini. Georgiou, seorang pelukis muda Yunani yang berdiam di Florence, Italia, hanyalah salah satu dari ribuan atau bahkan puluhan ribu orang yang tersentuh oleh syair-syair Rumi. Sesuai judulnya, Mencari Rumi menggambarkan perjalanan panjang si pelukis muda untuk mencari sang sufi agung di negeri asing. Berawal dari kota Florensia yang indah di Italia, Georgiou tidak bisa menemukan sesuatu yang hilang dalam kehidupannya. 

Pemuda itu tinggal di kota terindah di Eropa, memiliki pekerjaan yang disukai sekaligus menjamin kehidupannya, serta dia dapat bekerja sekaligus mencari pahala. Georgiou ini pelukis orang-orang suci dalam ajaran Katholik ngomong-ngomong. Semua keindahan duniawi itu ternyata belum mampu menerbitkan kepuasan batin dalam diri si pemuda. “Betatapun indahnya dunia, tak ada satu pun yang mampu mengisi semua kehampaan ini,” keluhnya.  Hatinya tersentil ketika temannya membacakan satu petikan dari syair karya Rumi. Nama yang asing, yang baru pertama kali didengarnya. Tetapi dari syair yang dibacakan Andros, temannya, pemuda itu mulai menemukan tanda-tanda bahwa kepada Rumilah hatinya akan menemukan jawaban dari segala pertanyaannya. “Keinginanmu tidak akan selalu bisa diwujudkan sesuai rencana. Yang bisa kau perbuat hanyalah mengikuti suara hatimu,” kata Andros.

Monday, January 8, 2018

Pengumuman Pemenang Giveaway: Jungkir Balik Dunia Bankir

Judul: Jungkir Balik Dunia Bankir
Penyusun: Haryadi Yansah
Penyunting: Ayun
Cetakan: Pertama, Januari 2018
Tebal: 220 hlm
Penerbit: Laksana




Selalu ada cerita di balik setiap profesi tetapi tidak banyak pekerja yang bisa menceritakan kisah-kisah di balik meja kerjanya secara menghibur. Kayak gini nih yang kita butuh banget. Mengapa kita butuh cerita lucu, karena sebagaimana sesekali kita butuh menertawakan kehidupan agar tidak stres, kita juga butuh untuk menertawakan pekerjaan agar bisa tetap bertahan sampai tanggal muda. Setiap pekerjaan memang memiliki beban tanggung jawab yang berbeda-beda tetapi saya yakin selalu ada kisah-kisah menarik untuk diceritakan di dalamnya. Termasuk cerita-cerita lucu, atau bahkan nyebelin, selama bekerja yang kadang malah bikin ketawa ngakak saat dikisahkan ulang. Mungkin, inilah cara rahasia Tuhan untuk menjaga hamba-hambaNya tetap waras meskipun tengah diperas majikan #eh. Karena, ketika kita mampu mengambil yang baik-baik (atau dalam buku ini: yang lucu-lucu) dari setiap kejadian (atau  pekerjaan), hidup dan pekerjaan akan jauh lebih mudah untuk dijalani. Iya Mah ...iyaaaa.

Gue nggak ngerti, tampilan monitor jadi terlihat kayak benang kusut. Is there any problem with my heart?
Efek lama ngejomlo kayaknya. (hlm 29)

Wednesday, January 3, 2018

Mari Bernyanyi sambil Berlatih Solmisasi

Judul: Berlatih Solmisasi, Kumpulan Puisi
Penyair: Dedy tri Riyadi
Cetakan: November 2017
Tebal: 163 hlm
Sampul: Amalina
Penerbit: Basabasi




Di antara semua jenis karya fiksi, puisi adalah yang paling mendekati bentuk lagu. Bahkan, lagu (lirik lagu mungkin) bisa digolongkan sebagai ragam puisi. Dalam skripsi saya yang entah telah berapa juta tahun lalu digarapnya itu, saya menggunakan teori analisis puisi untuk menganalisis lirik-lirik lagu dalam novel The Hobbit-nya Tolkien (Maaf ye bukannya nyombong, tapi kesempatan pamer sih jangan disia-sikan wkwkwk). Mungkin ini bisa menjawab alasan mengapa banyak puisi-puisi yang indah sekali (dan memang cocok) ketika dinyanyikan dengan ditambah iringan instrumen musikal. Memang, puisi sendiri tidak bisa lepas dari elemen-elemen musikal sebagai penyusun keindahannya. Berbeda dengan cerpen atau novel yang lebih mengandalkan isi, kebanyakan puisi sangat mengandalkan bentuk dan gaya. Tidak kemudian isi puisi (meaning) menjadi tidak lebih penting daripada bentuknya (form), tetapi bentuk mendapatkan porsi yang lebih besar dalam puisi ketimbang dalam cerpen atau novel. Jika pun ada cerpen atau novel yang lebih menonjolkan bentuknya, maka itu sah-sah saja atas nama kreativitas dan eksperimentasi. 

“hingga kau dengar tak ada | nada panjang pada kata ‘cemara’ | setelah ‘kiri-kanan’ yang kedua.” (Stt ... Kau tahu? Ada Harimau Bersembunyi dalam Lagu Naik Naik ke Puncak Gunung, hlm. 47)

Tuesday, January 2, 2018

Pengumuman Pemenang Giveaway: Rahasia Diary Pegon

Judul: Rahasia Diary Pegon
Pengarang: Machtumah Malayati
Penyunting: Muhajjah Saratini
Sampul: Amalina
Cetakan: Pertama, Januari 2018
Tebal: 231 hlm
Penerbit: DIVA Press



 "Lari dari masalah bukan solusi. Hadapi dengan berani. Karena siapa yang lari akan merugi." (hlm. 68)

Sebagian besar kita berubah ke arah kebaikan secara bertahap. Sebagian lagi mungkin mendapatkan hidayah yang mengubah drastis perjalanan hidupnya ke arah yang lebih baik. Tetapi yang kedua ini langka. Sebagaimana seorang yang belajar membaca al-Qur'an, sebagian besar proses menuju kebaikan berlangsung tahap demi tahap. Dimulai dengan niat yang kuat, diiringi tekad tak tergoyahkan, serta dimantapkan oleh kesungguhan untuk terus meniti jalan kebaikan itu hari demi hari. Dengan proses seperti ini, kebaikan yang tertanam akan lebih mengakar kuat dan tidak mudah tergoyahkan oleh godaan yang datang. Konsep belajar agama secara berproses ini lah yang saya temukan dalam Rahasia Diary Pegon ini. Novel ini tidak bertumpu pada satu tokoh yang serbasempurna bak malaikat. Penulis menggunakan karakter yang umum kita temukan di kehidupan nyata, seorang gadis remaja metropolitan yang pemberontak. Tetapi justru dari karakter yang tak sempurna seperti Nur Laila ini, saya merasakan bagaimana proses belajar agama yang disampaikan secara lebih manusiawi, secara alamiah, dan tidak memaksa.

Alkisah, Nur Laila mendadak harus mengalami perubahan besar dalam hidupnya yang masih belasan tahun. Ayahnya meninggal karena kecelakaan kerja, sementara sang ibu telah meninggal saat melahirkannya. Sebagai yatim piatu, gadis itu harus ikut tinggal bersama neneknya, Mbah Bin. Dari kota Surabaya yang serba ramai dan gemerlap, Nur kini harus tinggal di dusun yang gelap dan sangat sepi. Bukan hanya itu, neneknya terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. Gadis itu juga dipaksa untuk mengikuti berbagai kajian keagamaan di mushola yang ada di dekat rumah Mbah Bin. Keberadaan ustad-ustadzah baik yang ada di sana malah semakin membuat Nur Laila illfeel. Tetapi, semuanya berubah ketika pada suatu hari secara tak sengaja Nur menemukan sebuah diary lusuh milik almarhumah ibunya. Sayangnya, diary itu ditulis dalam aksara Arab yang tidak bisa dimengerti Nur. Setelah melancarkan jurus SKSD dan tanya sana sini ke Ustad Ilham, Nur akhirnya mengetahui kalau itu adalah aksara pegon. Untuk bisa membaca ungkapan hati mendiang ibunya dalam diary unik itu, mau tak mau Nur harus mulai belajar membaca huruf-huruf Hijaiyah.

Aksara pegon mungkin bukan hal yang asing bagi mereka yang pernah menempuh pendidikan di pesantren. Huruf-huruf Arab gundul (tanpa harakat) ini memang sering digunakan dalam memaknai kitab-kitab kuning. Bisa dibilang, huruf pegon itu huruf Arab yang menyesuaikan bunyi. Penulis bahkan memberikan gambaran yang cukup detail sekaligus tidak rumit tetang huruf pegon ini di halaman 140 sampai 142. Kita pun bisa ikut belajar menuliskannya. Menulis diary dengan aksara pegon, ini sungguh ide yang sungguh out of the box. Dan lewat aksara inilah, Tuhan menuntun Nur untuk mulai menapaki jalan kebaikan. Meskipun niat awalnya hanya agar dia bisa membaca diary rahasia ibunya, aksara-aksara ini juga mengantarnya untuk mulai memandang orang-orang dan lingkungan baru di sekitarnya dengan pandangan yang lebih positif. Keceriaan anak-anak di pedesaan, kebaikan tanpa pamrih dari paman dan bibinya, Mbah Bin yang sejatinya sangat menyayanginya; diary itu benar-benar menjadi hadiah tak ternilai untuknya. 

Saya suka novel ini karena ia novel religi yang tidak meledak-ledak dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan, slow tapi malah mengena. Sebagai sebuah novel religi, Rahasia Diary Pegon tetap berubaya menyampaikan nilai-nilai dakwah, tetapi, penulis tidak menyampaikannya dengan bertarik-teriak memaksa. Tidak juga dengan menggunakan tokoh serbasempurna yang ujung-ujungnya hanya menjadi idola dan bukan panutan. Bahwa setiap menusia memiliki kekurangan, itu niscaya. Tetapi, bagaimana setiap menusia berjuang dan berproses untuk terus memperbaiki diri sekuat tenaga dengan jalan apa pun yang telah dipilihkan Tuhan untuknya, seperti inilah yang saya rasakan saat membaca novel bersampul cantik ini. Nur Laila tidak tiba-tiba berubah menjadi muslimah taat hanya karena lingkungannya berbeda. Bahkan, di sepanjang buku ini saya menyaksikan betapa Nur ini terus-menerus berusaha memberontak kepada segala atribut yang melambangkan agama di sekitarnya. Justru ini yang menjadikan kisah itu terasa manusiawi, karena kita dekat dan mungkin pernah mengalami gejolak-gejolak serupa. Karena sebuah karya sastra yang baik adalah yang mencerminkan realitas di sekitarnya, dan ini yang saya temukan dalam Rahasia Diary Pegon. 



Pengumuman Pemenang

Ingin tahu lebih banyak tentang isi dari diary rahasia milik Nur? Mending baca sendiri saja di novelnya. Kebetulan nih Penerbit DIVA Press menyediakan satu novel "Rahasia Diary Pegon" gratis untuk satu pemenang yang beruntung. Setelah saya baca semua komentar masuk, saya teringat bahwa si Nur dalam novel ini dikisahkan ngebet banget kepingin kuliah. Ada salah satu peserta yang sudah dua tahun menunda kuliah karena alasan ekonomi, terus terang saya trenyuh. Teringat kembali masa-masa kuliah saya yang harus naik sepeda PP 14 km, lalu ganti naik bus kota sampai badan penuh peluh sesampainya di kampus. Semua perjuangan ini demi menghemat dana agar bisa kuliah sampai selesai dan saya merasakan pengalaman itu benar-benar berharga. Selamat dan semangat untuk mbak Dessy Ambarwati dengan Twitter: @dessiamw dan FB: Dessi Ambarw. Saya berikan satu novel gratis untuk kamu agar tetap semangat mengejar cita-cita. Semoga dilancarkan ya kuliahnya. Nanti akan saya hubungi lewat Twitter untuk pengiriman hadiah.

Terima kasih teman-teman semuanya. Buat yang belum beruntung, blogtournya masih berlanjut di blog berikutnya. Masih ada 3 novel yang bisa kalian perebutkan sepanjang bulan Januari 2018 ini. 

Terima kasih.