Search This Blog

Showing posts with label Blog Tour. Show all posts
Showing posts with label Blog Tour. Show all posts

Monday, January 8, 2018

Pengumuman Pemenang Giveaway: Jungkir Balik Dunia Bankir

Judul: Jungkir Balik Dunia Bankir
Penyusun: Haryadi Yansah
Penyunting: Ayun
Cetakan: Pertama, Januari 2018
Tebal: 220 hlm
Penerbit: Laksana




Selalu ada cerita di balik setiap profesi tetapi tidak banyak pekerja yang bisa menceritakan kisah-kisah di balik meja kerjanya secara menghibur. Kayak gini nih yang kita butuh banget. Mengapa kita butuh cerita lucu, karena sebagaimana sesekali kita butuh menertawakan kehidupan agar tidak stres, kita juga butuh untuk menertawakan pekerjaan agar bisa tetap bertahan sampai tanggal muda. Setiap pekerjaan memang memiliki beban tanggung jawab yang berbeda-beda tetapi saya yakin selalu ada kisah-kisah menarik untuk diceritakan di dalamnya. Termasuk cerita-cerita lucu, atau bahkan nyebelin, selama bekerja yang kadang malah bikin ketawa ngakak saat dikisahkan ulang. Mungkin, inilah cara rahasia Tuhan untuk menjaga hamba-hambaNya tetap waras meskipun tengah diperas majikan #eh. Karena, ketika kita mampu mengambil yang baik-baik (atau dalam buku ini: yang lucu-lucu) dari setiap kejadian (atau  pekerjaan), hidup dan pekerjaan akan jauh lebih mudah untuk dijalani. Iya Mah ...iyaaaa.

Gue nggak ngerti, tampilan monitor jadi terlihat kayak benang kusut. Is there any problem with my heart?
Efek lama ngejomlo kayaknya. (hlm 29)

Monday, February 8, 2016

Reruntuhan Musim Dingin [Blogtour and Pengumuman Pemenang Giveaway]

Judul: Reruntuhan Musim Dingin
Pengarang: Sungging Raga
Penyunting: Ainini
Tebal:
Cetakan: 1, Januari 2015
Sampul: Wulan Nugra
Penerbit: DIVA Press



Sastra adalah seni yang memangsa dan menjarah. Apa yang dijarahnya adalah kehidupan." (hlm.11)

Tia Setiadi, dalam pengantarnya di buku ini menyebut bahwa tidak ada sastra yang ditulis dari ruang hampa. Sastra selalu ditulis dengan berpijak pada kehidupan manusia yang terlukis dalam kanvas kenyataan. Dalam kata lain, sastra bisa diibaratkan sebagai lukisan kenyataan yang digelar dalam cat kata-kata dan kanvas lembaran kertas. Sastra, sejatinya adalah upaya pengarang dalam merefleksikan cara  pandang dan hasil perenungannya pada kehidupan lewat medium tulisan. Seperti yang dilakukan Sungging Raga dalam buku ini, yang memilih tema besar cinta sebagai bahan-bahan yang tak akan pernah habis untuk diolah sebagai cerita-cerita indah.

"Senja mungkin sebentar, tapi ia lebih indah dari waktu-waktu yang lain," kata perempuan itu. Barangkali.
"Tapi kau lebih indah dari senja, Sayang, dan kau tidak sebentar."

Tema cinta mungkin sudah terlalu sering dituliskan, tapi sejatinya memang tidak ada cerita baru di dunia ini, yang ada hanya hal-hal lama yang dikisahkan dengan cara baru. Saya setuju dengan Tia Setiadi, tema cinta memang klise tapi Sungging Raga tidak membuatnya klise di kumcernya ini. Tidak hanya dari alurnya yang berkelok-kelok cantik seperti Sungai Serayu, namun juga dari caranya memuntir kata, menubrukkan logika-kata, serta membiarkan kata-kata meliar namun tetap terdengar cantik saat dibacanya.

"Wanita itu bernama Kunnaila. Hidupnya meliuk seperti ilalang, penderitaannya setebal hujan."

Seno G.A pernah menyebut mengenai hak pengarang untuk berkelahi dengan kata-kata. Dan, itulah yang dilakukan oleh Sungging Raga. Dibenturkannya kata-kata yang jarang berakrab ria dalam kenyataannya, yang kemudian menciptakan semacam keindahan baru yang jarang kita temukan dalam kalimat-kalimat yang biasa. Inilah licencia poetica yang dimiliki pengarang, hak untuk melabrak batasan bahasa demi menghasilkan makna baru dalam berbahasa. Dan, memang inilah salah satu tugas pengarang dan penulis, mereka mengelola bahasa, menjelajahinya hingga batas-batas yang masih dimungkinkan agar bahasa manusia semakin kaya dan bermakna. Bahkan hal sederhana semacam kompor pun bisa jadi keren begini di tangan seorang penulis.

"Ah, kompor adalah benda yang tenang, mengeluarkan api tapi tak membakar dirinya sendiri, melawan filosofi lilin, romantis sekali." 

Saya terutama menyukai cerpen 'Rayuan Sungai Serayu' di halaman 80. Bayangkan apabila ada sebuah sungai menjelma jadi manusia karena dia merasa jemu dan lelah mengalirkan air. Sungai yang memberontak pada takdirnya, atau pada ketetapan nasibnya. Terlepas dari tema besarnya yang mengingatkan saya pada buku-buku fantasi karangan Rick Riordan (ketika Gaea, ibu pertiwi, digambarkan menjelma sosok layaknya manusia), cerpen ini sangat unik karena Sungging Raga tidak tanggung-tanggung dalam mengolah kisah ini. Tidak hanya indah, namun juga penuh cinta. Silakan dibaca sendiri deh.

Sekarang, bagi pecinta buku gratisan, saatnya pengumuman pemenang giveaway ....


Terima kasih untuk semua teman yang sudah ikutan blogtour dan giveaway ini. Total, ada 15 komentar masuk (termasuk iklan hehehe) dengan jawaban versi masing-masing. Butuh waktu untuk googling dan mencari tahu tentang cerpen-cerpen yang disarankan oleh teman-teman. Saya menemukan, semua cerpen di sana bagus dengan caranya masing-masing. Tapi, setelah direnungkan--dan karena saya harus memilih satu--maka inilah cerpen-cerpen yang berhasil menggoda saya buat mencari dan membacanya:

Mungkin Bang Dion sudah baca kumpulan cerpen Danarto, Adam Makrifat. Kalau belum cerpen itu sangat menjanjikan untuk dibaca. Bahkan GM menyebutkan di kumpulan cerpen itu, Danarto sebagai mata kanan sastra Indonesia dan Pram sebagai mata kirinya. Ya, karena di buku kumpulan cerpen ini Danarto tampil dengan prosa religius-surealis. Malaikat yang tampilbegitu dekat, ayat-ayat alquran yang 'bergentanyangan' dan juga adegan-adegan surealis lainnya. 

Kalau Djenar punya tulisan mantra di salah satu cerpen di buku SAIA, Danarto sudah memulainya di buku ini. Bahkan Danarto yang punya background seni rupa, membnetuk 'ngung...ngung...ngung' menjadi formasi misterius yang semakin membuat surealis.

Meski agak langka, tapi buku ini patut dicari dan dimasukkan koleksi Bang.

Sebagai pemanasan bisa ditilik di cerpen berjudul "Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat" (http://novitanurcahyanti.blogspot.co.id/2013/04/mereka-toh-tidak-mungkin-menjaring.html)

Anw, cerpen ini menginspirasi Agus Noor membuat cerpen berjudul "Pemburu" (https://agusnoorfiles.wordpress.com/2008/09/16/pemburu/)

jadi sudah menurutku ini buku kumpulan cerpen yang wajib dibaca oleh penikmat sastra.

Selamat buat Mas Teguh Afandi dari Yogyakarta dengan twitter @afanditeguh. Pemenang nanti segera saya hubungi via twitter. Terima kasih.

Untuk yang belum beruntung di blog ini, bisa ikutan lagi di blog ginteguh.tumblr.com sampai 21 Februari dan di blog Raafian sampai 28 Februari 2016.

Monday, August 31, 2015

Pengumuman Pemenang Giveaway "Sing-Py" (Single Happy) karya Dewi Rieka

"Buat apa dobel tapi nyakitin kalau bisa singel tapi bahagia."



Judul: Sing-Py (Single-Happy)
Pengarang: Dewi Rieka
Penerbit: Loveable
Cetakan: Pertama, September 2015
ISBN: 978-602-72905-5-6
Tebal Halaman: 210 Halaman




Inilah kalimat pembuka yang kayaknya saya banget sering kali jadi kalimat sakti para jomblower cerdas di luar sana. Bukannya gimana sih, tapi kan menghindari mudharat harus diutamakan ketimbang mengambil manfaat (setidaknya untuk kasus ini hahahaha *hening*). Oke, jadi mbak Dewi Rieka yang lucu dan kreatif dan baek banget itu telah menelorkan (ayam kali ye) satu lagi karya terbarunya. *Busyet, produktif amat sih Mak hihihihi* Kali ini, telornya naskahnya dikasih judul "Sing-Py" sebagai singkatan "Single-Happy". Single kok happy sih? Bukannya malah di-bully? Di buku ini, enggak.

Jadi, tersebutlah sebuah kost-kostan yang diberi judul "Kost Jomblo". Tidak semua orang boleh masuk ke kost sok ekslusif ini, syaratnya harus: cewek dan SINGLE. OMG, ini pemiliknya sensi atau gimana ya? *ditampar Rania. Well, seru juga kali ya kalau dibikin peraturan macam gitu. Dengan demikian, pem-bully-an antarpenghuni kost bisa dibasmi dari muka bumi ini. Setiap malam Minggu, tidak ada lagi anak kost yang malu pulang ke kost dengan alasan tidak ada yang ngapelin, dan juga malam Minggu tidak lagi menjadi malam paling hening di kost karena semua penghuninya pergi ke luar buat pacaran (atau pura-pura pacaran, pokoknya minggat dulu dari kost biar dikira pacaran). 

Saya memang belum pernah nge-kost. Masa-masa sekolah, kuliah, dan kerja alhamdulillah dapat yang dekat sehingga saya bisa bobok nyaman di kasur sendiri pergi-pulang setiap hari. Seneng sih, bisa hemat dan leluasa gelundungan di halaman. Nggak senengnya, saya ga dapat pengalaman seru yang hanya bisa dialami oleh anak-anak kost, termasuk soal asmara anak kost tentunya. Tapi, saya ini tukang nguping pengamat yang baik, jadi sedikit bisa tahu lah soal kisah cinta ala anak-anak kostan. 

Konon, sesama anak kost sering pamer-pameran pacar. Malam Minggu adalah malam yang haram hukumnya ada di kamar bagi anak kost. Ini miris! Karena tidak semua anak kost punya pacar. Beberapa mungkin memang masih ingin single. Kemudian, hal ini semacam menjadi peer presure untuk punya pacar. Banyak yang kemudian terpaksa pacaran agar tidak dibilang cupu oleh sesama penghuni kost. Dan, pacaran yang terpaksa rasanya seperti dipaksa pacaran *halah* sehingga kadang malah kitanya yang menderita walau dobel. Makan atinya banyak banget, nyaingin makan angkringannya ala anak kost.

Mungkin, hal inilah yang menginspirasi Rania Prameswari, sang pendiri Kost Jomblo. Sebagai janda berusia muda, dia tidak ingin adik-adiknya mengalami pahitnya pacaran yang dipaksakan. Tokoh wanita utama di buku ini merasa, dengan menetapkan aturan "harus singel" di rumah kostnya, mungkin penderitaan karena cinta itu bisa dikurangi. Berhasilkan dia? Apa sebenarnya alasan yang mendorong Rania mendirikan Kost Jomblo? Tonton Sil*t nanti siang sambil baca buku ini hahaha. 


GIVEAWAY TIME



Selamat untuk:

Nama: Muhajjah
Facebook: Muhajjah Saratini
Twitter: @buka_dunia
Kota Asal: Yogyakarta


Jawaban:

Sejak di Jogja, hampir tiap tahun pindah kos, mulai dari yang anaknya alim-alim banget, sampe yang isinya cuek-cuekan, bahkan ngerasa nggak perlu tau siapa nama penghuni kamar sebelah. Dari semua pengalaman itu, yang paling bikin kangen dari kos adalah kreativitas bikin makanan darurat di saat dompet bahkan sudah terlalu kering untuk berkeringat.


Let see....
Kami pernah bikin roti panggang pake setrika. Selain karena nggak punya teflon apalagi toaster, roti pangang ini juga tercipta karena sudah tumbuh sedikit jamur di tepi2 roti. Maksudnya sih biar kuman2nya pada mati gitu, ngahahahahah....

Laen waktu, mi yang biasanya direbus dengan nyaman eh normal atau seenggaknya disiram aer panas dari dispenser cuma diremuk dan dicampur dengan bumbunya begitu aja. Caranya gampang. Buka bungkus mi, buka bungkus bumbu kering--bumbu basah singkikan--masukkan bumbu ke bungkus mi, remas2 dan kocok agar bumbu merata, dan taraaaa.... Mi kremes yang bikin lidah gemes pun jadi.

Udah, deh, kayaknya itu aja menu yang akan terkenang sepanjang masa *halah*


Ini, bagian mi rebus kremes dan roti panggang ala setrika ini sukses bikin saya ngakak. Btw, itu kreatif apa lagi jelata ya, Bu? *ditampar

Selamat untuk Mbak Muhajjah. Nanti akan saya hubungi lagi untuk teknis pengiriman hadiah. Bagi yang belum beruntung, silakan mengikuti blogtour sesi kedua di sini dan juga di sini. Terima kasih.

Monday, May 25, 2015

Pengumuman Pemenang Blog Tour dan Giveaway "Senja yang Mendadak Bisu"




Selamat datang di blogtour #SenjaYangMendadakBisu pekan ketiga. Blog Baca Biar Beken bekerja sama dengan Penerbit DIVA Press dan @KampusFiksi menyediakan satu buku kumcer Senja yang Mendadak Bisu plus satu totebag keren #KampusFiksi untuk pemenang blogtour di pekan ketiga ini. Bukunya keren loh, totebagnya apa lagi. Totebag #KF ini beneran limited edition, dicetak terbatas, dan tidak dijual di Gramedia atau di toko buku lainnya. Hanya para calon penulis #KampusFiksi terpilihlah yang bisa menenteng tote bag ini dengan bangga. Jika kamu belum lolos di Kampus Fiksi regular tapi pengen mendapatkan tas kain keren ini, inilah kesempatanmu.


Inilah dia pemenangnya: 

Saya sangat menyukai kisah Joko Budeg dan pesan moral yang ada di dalamnya. Bahwa, apapun harus diperjuangkan, termasuk cinta #eaaakkkkk. Saya suka yang ini

"... cinta itu memang patut diperjuangkan, karena kita tidak tahu bagaimana akhirnya kalau tidak mencoba kan? Terlepas apakah akan berakhir happy atau sad ending."

Selamat untuk: Rany Dwi Tanti
twitter: @Rany_Dwi004
Domisili: Tulungagung, Jawa Timur.

Kamu akan dihubungi segera oleh Miminnya @divapress01

Terima kasih sudah ikutan. Peluk persahabatan untuk semua.



Bagi yang belum beruntung, blogtour pekan keempat di blog Mas Reza sudah dibuka mulai hari ini. Silakan langsung meluncur ke Blognya Mas Reza. Terima kasih, sudah ikutan.

Monday, May 18, 2015

Pengumuman Pemenang Give Away "3 Sisi Susi"

*Pengumuman pemenang silakan langsung cek komentar paling bawah, terima kasih sudah ikutan*

Judul Asli: 3 Sisi Susi
Penulis: Fyra Fatima
Penunting: Zulfa Simatur, Fitria Pratiwi, Lis Sutinah
Pendesain sampul & penata letak: EM. Giri
Ilustrasi sampul: Aminudin Hadinugroho
ISBN: 9790652399
ISBN-13:9789790652392


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgGWp8ASN1guBLLQeHNvdMzihAdLBa71gW-yt2KsRp3zuG_Lc-s87xEEer2rhLmD-J-wcHJdg-_p4gKgnxS-QZdoauhUf0IWMOdpOjQNNkPvn0Vx5A_wexPow6DC4pPq_KEyrMdmYcZ6jd/s1600/3-sisi-susi.jpg 

            Kemunculannya membuat heboh seluruh pemirsa TV ketika kamera menyorotnya tengah duduk dan merokok di sela-sela pengukuhannya sebagai Menteri Kelautan dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Sikap nyentriknya ini langsung memunculkan pro dan kontra di masyarakat, menjadikan sosoknya obyek yang ‘seksi’ bagi awak media. Maka, publik pun mulai ramai membicarakan sosoknya: masa lalunya, latar belakang keluarganya, hingga pendidikannya yang hanya lulus SMP. Mentri kok lulusan SMP, begitu cibiran banyak orang. Tetapi, wanita tangguh yang satu ini langsung membuktikan bahwa lulusan SMP pun bisa menjadi seorang menteri yang bisa bekerja. Terbukti belum enam bulan dia bekeja, ibu menteri kita yang satu ini berhasil memukul mundur kapal-kapal asing pencuri ikan yang bersliweran di perairan kita. Tidak tanggung-tanggung, beliau memerintahkan meledakkan kapal nelayan asing yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia. Publik pun makin tercengang dibuatnya.

 
https://fbexternal-a.akamaihd.net/safe_image.php?d=AQAUaFQewjLmCFYc&w=470&h=246&url=https%3A%2F%2Fridhodanbukunya.files.wordpress.com%2F2015%2F05%2Fcover-3-sisi-susi.jpg&cfs=1&upscale=1&sx=0&sy=465&sw=640&sh=335

            
             Penasaran dengan sosok Ibu Susi Pudjiastuti? Buku ini akan menjawab rasa keingintahuan pembaca terhadap Ibu Mentri Kelautan yang nyentrik ini secara lengkap. Lupakan berbagai artikel simpang siur di internet yang belum tentu jelas kebenarannya tentang sosok Ibu Mentri ini. Cukup banyak buku ini dan kemudian Anda dibebaskan untuk menilai beliau, entah respek, entah menghujat. Setiap orang memiliki opini maisng-masing, tapi alangkah lebih baik ketika opini itu dibangun dengan landasan yang objektif, tidak asal beropini hanya katanya katanya. Nah, buku ini bisa menjadi salah satu dasar untuk beropini secara lebih elegan dan objektif. Mungkin tidak semua setuju dengan sepak terjang beliau, tetapi kadang kita harus mengabaikan botolnya dan lebih mengutamakan isinya karena parfum dalam sebuah botol penyok tetaplah parfum, sementara air dalam botol mewah ya selamanya tetap air biasa.



            Dalam buku ini, pembaca bisa melihat 3 sisi dari Ibu Mentri nyentrik ini. Satu wanita, tiga dunia, ribuan jam terbang dan pengalaman. Pada bagian pertama, kita diajak untuk menyelami lebih dalam masa kecil Ibu Susi hingga dewasa. Dengan kata lain, bagian pertama ini mengangkat tentang pribadi beliau, termasuk karakter, keuletan, dan keunikan Ibu Susi yang sudah mulai tampak bakat suksesnya sejak remaja. Dibahas pula kehidupan pernikahan beliau, yang sayangnya tidak sesukses bidang usaha yang beliau rintis. Terhitung, Ibu Menteri ini sudah tiga kali menikah dan semuanya berakhir dengan perceraian. Namun, beliau mengatakan tetap bersyukur karena telah dikaruniai 3 anak dari 3 kali perkawinannya, plus satu cucu dari putranya yang pertama. Kehidupan anak-anaknya juga turut disinggung dalam bagian pertama ini, termasuk bagaimana seorang Susi Pudjiastuti membesarkan dan membentuk karakternya.



            Pada bagian kedua, kita diajak melihat sisi Susi Pudjiastuti sebagai seorang pebisnis. Tidak bisa dipungkiri, kesuksesan beliau dalam bisnis pesawat terbang “Susi Air” dan bisnis lobsternya inilah salah satu poin plus yang membuatnya dilirik oleh Pak Jokowi saat memilihnya sebagai menteri. Ibu Susi memiliki industry pesawat yang telah terintegrasi dengan bisnis kelautan, pengalamannya yang sangat banyak di kedua bidang tersebut akan menjadi masukan yang sangat berharga. Tidak semua bisa sukses dengan sendirinya, dibutuhkan keuletan, kerja keras, dan ketekunan agar berhasil. Tema besar inilah yang hendak diangkat di bagian kedua buku ini, jatuh dan bangunnya beliau dalam membesarkan Susu Air, proses belajar yang harus beliau alami saat memutuskan untuk terjun dalam bisnis lobster segar, hingga pengalamannya dalam mengelola Susi Air yang sempat disewa oleh pak Jokowi saat masa kampanye tahun 2014 kemarin.



            Bagian ketiga, sisi yang ketiga, pembaca akan dibawa untuk melihat sepak terjang Susi Pudjiastutik sebagai seorang Menteri Kelautan di Kabinet Kerja RI. Kita tentu sudah tidak asing dengan kebijakan-kebijakan tegas beliau dalam menangani kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Fokus beliau pada tema ini seakan membuka mata sebagian besar penduduk Indonesia yang selama ini diam saja mengetahui kapal-kapal asing yang dengan seenaknya mengambil ikan di wilayah kita. Ibu Menteri yang satu ini, dalam wawancara-wawancaranya, begitu getol mengkampanyekan perlindungan terhadap industry perikanan di dalam negri, perlindungan terhadap nelayan lokal, hingga ketersediaan ikan laut segar yang dapat dikonsumsi oleh seluruh rakyat. Sungguh sosok yang sangat luar biasa.



            Lebih jauh dan detail tentang sosok wanita tangguh ini bisa Anda baca di buku yang disetting dengan menarik dan atraktif ini. Ada halaman-halaman warna dengan font gede plus ilustrasi yang menyegarkan. Nah, tertarik untuk membaca buku ini tapi masih ragu membelinya? Tenang, Penerbit Visi Media bekerja sama dengan beberapa blogger mengadakan blogtour berhadiah buku “3 Sisi Susi” yang sangat bagus ini. Setelah kemarin berlangsung di blog Mas Ridho, putaran kedua blogtour “3 Sisi Susi” ini berlanjut di blog Baca Biar Beken sampai 24 Mei 2015. Ada 1 buku “3 Sisi Susi” untuk satu orang, silakan simak caranya berikut ini:



1. Silakan follow twitter @buku_visimedia atau like Fan Page Visi Media

2. Jawab pertanyaan berikut di komentar postingan ini


“Share dong pengalaman unik/lucu/tak terlupakanmu yang berkaitan dengan laut.”



3. Share/bagikan giveaway ini di media sosial. Silakan mention @buku_visimedia jika di Twitter, atau di fanPage Penerbit Visi Media di Facebook


4. Format jawabannya:

JAWABAN KAMU

(Twitter/Facebook/Email)

Tautan sharing kamu



Misal: Saya pernah snorkeling di Karimun, sok pede langsung nyemplung ke tengah laut padahal belum pernah. Pas nyebur langsung gelagapan karena lautnya ternyata dalam, sekitar 5 meter. Saya dan dua teman saya (yang juga sama kepedean) lalu saling berangkulan dan berteriak-teriak kepada kru kapal buat narik kami ke atas. Iya, kami panik karena terombang-ambing di tengah laut. Seluruh kapal tertawa menyaksikan tingkah polah kami. Ampun dah wakakak.

(@dioncemungud)

Share di: bit.ly/twitter993456.co



5. Setiap peserta hanya boleh menjawab satu kali saja. Akan saya pilih 1 pemenang dengan menilai pada jawaban yang paling unik, kreatif, dan aplikatif.


6. Blogtour giveaway ini berlangsung sampai tanggal  24 Mei 2015. Pemenang akan diumumkan tanggal 25 Mei 2015.


7. Belum beruntung di sesi pertama dan kedua, kamu masih bisa ikutan di blogtour “3 Sisi Susi” di blognya Mbak Carra


8. Ikuti juga puncak blogtour “3 Sisi Susi” yang akan berlangsung di FanPage Visi Media. Hadiahnya lebih super, yakni:

1 pemenang mendapatkan 1 buku 3 Sisi Susi, GoodieBag & paket buku senilai 75k
1 pemenang mendapatkan 1 buku 3 Sisi Susi, GodieBag& paket buku senilai 50k

Kudu ikutan blogtour ini, beneran rugi kalau enggak.

Saturday, November 29, 2014

Winterflame Blog Tour



Judul: Winterflame
Pengarang: Fachrul RUN
Ide Cerita: Amy Raditya, Fachrul RUN, dan Tim Vandaria Saga
Penyunting: Melody Violine
Pemeriksa Aksara: Gita Nuari
Ilustrasi Isi: Staven Andersen,dkk
Sampul: Rama Indra
Tebal: 519 hlm
Cetakan: 1, November 2014
Penerbit: Artoncode

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRgnFMXWk2Mbu62_gqODwD28iZBzEriKOwUFzbfZSXN0BRf2zB3L7gozyPLSq9dU6MKPl4XOoTIyhi_vT2D3BVs5NWKVQTzJcHfyawwnwV05o1OGndJpA-wwDiDGExST8danx73wzE7v4/s1600/10566011_10204042542479404_1477349195_n.jpg
(Whoaaa look at its cover! Just awesome? Yes, Sir!)



               Vandaria, semesta pamungkas yang tercipta oleh karya para Vanadis, kembali menghadirkan kisah seru di benua Acro. Benua dingin di utara ini juga menghadirkan petualangannya sendiri. Di balik dingin dan bekunya dataran berselubung es ini, sebuah senjata pemunah naga disembunyikan dalam salah satu lembahnya, Alarus. Sebuah senjata yang tidak hanya mengakhiri era para naga, tetapi juga membawa kutukan kepada pembawanya. Sebuah pengorbanan pun besar dilakukan untuk menyegel sekaligus mengamankan senjata tersebut agar tidak lagi jatuh ke tangan yang salah dan menyebabkan semakin banyak kehancuran. Dan kini, senjata pamungkas itu dibangkitkan kembali. Ini adalah kisah tentang Winterflame, senjata penakluk para naga.

           Setelah memesona pembaca dengan cerita berdarah-darah dan sarat aksi dalam Hailstorm dan Redfang, Fachrul RUN—salah satu penulis pengisi linimasa Vandaria—hadir kembali dengan novel terbaru karyanya Winterflame. Ini adalah buku kesekian belas dari novel-novel bersetting Vandaria yang telah diterbitkan beberapa penerbit. Walau begitu, Winterflame tetap bisa dinikmati oleh mereka yang sama sekali belum pernah membaca novel-novel Vandaria. Sementara pagi penikmat novel-novel Vandaria, Winterflame ibarat puncak perayaan penulisan dunia Vandaria dalam bentuk novel. Dari segi cerita, novel ini sangat rapi. Karakternya juga konsisten dan unik. Adegan pertempurannya klasik. Sementara, alur dan plotnya juga menyenangkan untuk diikuti. Tidak rugi membaca novel yang sangat epic ini.

                Winterflame dibuka oleh penyegelan senjata berbahaya yang mengakhiri era para naga. Sebagaimana  dapat dilihat pada sampul novel ini, senjata winterflame adalah perpaduan antara api, tulang, dan naga. Tiga kombinasi yang luar biasa dahsyat dan menghancurkan. Tapi, sebuah novel yang melulu berisi senjata akan menjemukan. Karenanya, penulis mengisahkan sepak terjang senjata kuno ini dalam jalinan cerita yang dikisahkan oleh tiga tokoh utama: Rhys, Algissarra, dan Sasha. Rhys bisa dibilang seorang pencuri baik hati tetapi dia menyimpan masa lalu yang kelam. Algissara—sebagaimana Rhys—juga menyimpan masa kelamnya sendiri. Wanita pejuang yang jangkung dan sangat tangguh ini adalah favorit saya. Sementara Sasha, dia ibarat kembang di tengah ladang ranjau. Kehadiran cewek penggoda yang pandai bicara ini ibarat penyegar pandangan dalam dunia yang dikuasai perang dan pertumpahan darah.

Distrik Kuil kota Potzar

              Berawal dari pencurian yang dilakukan ketiganya, Rhys, Algisarra, dan Sasha dihukum menjadi budak di lembah terkutuk Alarus. Lembah hitam ini konon menyimpan kandungan emas serta digunakan sebagai tempat mengurung senjata terhebat di benua Acro, mungkin juga di seluruh Vandaria. Winterflame, tercipta ribuan tahun yang lalu dari bahan baku kuno dan tak terkalahkan. Senjata ini menjadikan pemiliknya berkekuatan luar biasa, namun sekaligus dapat menjerumuskan mereka yang tidak memiliki pegangan kuat. Karena dahsyat dan berbahaya, senjata ini lalu disegel di Alarus, menjadikan lembah itu rusak dan menghitam, mempengaruhi para penghuninya (baik manusia, tanaman, maupun binatang) secara negatif. Dan, ke lembah maut inilah trio ini akan dikirim.

Distrik Sejarah di Krev

             Drama ternyata turut mewarnai kehidupan mengerikan di lembah maut ini. Tanpa disangka, baik Rhys maupun Algisarra dipertemukan dengan masa lalu mereka yang kelam. Begitu juga Sasha. Mereka menanggung dosa masa lalu, dan melalui petualangan di lembah Alarus, mereka diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Dari ketiganya, kita belajar tentang keberanian, persahabatan, dan memaafkan masa lalu. Puncak dari novel ini ada di sepertiga akhir. Ketika winterflame akhirnya ditemukan dan dikuasai oleh pemilik yang keliru, seluruh komunitas terpaksa bersatu dan saling melupakan perbedaan di antara mereka. Baik manusia, setengah frameles, maupun elat (frameless murni) harus berjuang bahu membahu merebut dan mengamankan kembali senjata maut tersebut. Vandaria, sekali lagi, menjadi saksi sebuah pertempuran kolosal yang tak akan pernah terlupakan.



         
            Winterflame bisa dibilang sebagai salah satu novel Vandaria yang paling matang. Pengerjaannya rapi dan runtut, dengan variasi karakter yang unik dan tidak membosankan. Walau novel aksi, Winterflame masih menyusupkan porsi untuk drama dan pernak-pernik cerita, menjadikan proses membacanya sangat menyenangkan. Tebalnya halaman buku diimbangi dengan cerita yang mengalir lancar, banyak kejutan, serta settingnya yang memesona. Deskripsi tempat adalah salah satu keunggulan novel ini, yang digambarkan cukup detail plus adanya ilustrasi di beberapa halamannya. Pembaca jadi bisa membayangkan kondisi dan keadaan kota Pozar, Hyomon, Lembah Alarus, dan Krev. Terlihat jelas kalau novel ini benar-benar digarap dengan matang dan prosesnya panjang. Salut untuk Tim Vandaria. Sekarang, saya tantang kalian untuk ikut membacanya. Berani?


          "Kamu bisa terus bertahan di sini, jalani hidupmu yang membosankan. Atau kamu bisa ikut dan mencicipi hal-hal menakjubkan yang tersaji di luar. Hidup selalu penuh risiko. tapi, sering kali kita akan dapatkan hasil yang lebih besar dengan menghadapi risiko tersebut." (hlm 35)


HADIAH HADIAH HADIAH

Keren kan cerita dan ilustrasi dalam novel Winterflame? Dijamin sangat keren karena saya sendiri betah banget membuka dan menikmati ilustrasi serta foto-foto ekslusif di dalamnya. Novel ini diketahui sudah beredar di toko buku Gramedia, jadi silakan langsung dijemput saja daripada nyesel ketinggalan novel epik karya anak bangsa ini. 

Untuk yang mau gratisan, kamu bisa coba ikutan kuis keren ini. Tim Vandaria Saga telah menyiapkan sepaket hadiah untuk pembaca setia yang beruntung. Hadiahnya tidak kalah dahsyat dari senjata winterflame, yakni satu novel Winterflame + booklet Vandaria Saga + poster peta Winterflame. Bookletnya keren banget, trust me!



Cara Ikutan:
1. Silakan kamu kumpulkan potongan puzzle yang tersebar di 5 blog peserta blog tour ini. Tautan blog peserta winterflame blog tour bisa dilihat di bagian bawah postingan ini.
2. Susun lima potongan puzzle tersebut menjadi satu ilustrasi. Boleh dengan photoshop, boleh juga dengan cara manual, yakni diprint lalu digunting dan ditempelkan hingga membentuk satu foto utuh.
3. Kirimkan hasilnya via message ke fanpage Vandaria https://www.facebook.com/vandaria
4. Pemenang akan diundi dari semua orang yang memberikan susunan puzzle yang tepat
5. Pemenang diumumkan di fanpage Vandaria.

Dan, inilah potongan puzzle-nya:


Kumpulkan potongan puzzle lainnya di