Search This Blog

Wednesday, February 6, 2019

Review and Pengumuman Pemenang Giveaway "Ve"

Judul: Ve
Pengarang: Vinca Calista
Sampul: Dilidita
Tebal: 204 hlm
Cetakan: Pertama, Desember 2018
Penerbit: Noura



"Kegelapan tidak membuatmu takut, sebab yang paling berbahaya tetaplah manusia." (hlm 59)

Kebaikan itu universal, tetapi kebenaran tidak selalu begitu adanya. Kadang, kebenaran bahkan bisa menjadi sangat subjektif, terutama ketika suatu  kebenaran dianggap yang paling paling benar sementara yang selain dari itu adalah salah. Inilah tampaknya tema besar yang hendak diangkat penulis lewat novel urban thriller berjudul sangat pendek ini, Ve. Dalam novel setebal 200 halaman ini, Vinca Calista menunjukkan dengan gamblang betapa sebuah opini pribadi yang terus menerus ditanamkan secara paksa lama kelamaan akan menjadi sebuah kebenaran. Awalnya mungkin sekadar pendapat pribadi yang belum tentu baik adanya, tetapi pendapat itu selalu didoktrinkan sehingga diterima mentah-mentah sebagai sebuah kebenaran mutlak. Dalam hal ini, ucapkan selamat tinggal kepada kebebasan memilih, penghargaan pada opini pribadi, dan akal sehat. 

Bagi mereka yang sudah teracuni, tidak ada kebenaran lain selain apa-apa yang dianggapnya benar. Sungguh hal yang sangat berbahaya, tapi nyata adanya. Kita mulai melihatnya muncul di sekeliling kita. Bahkan, orang-orang ini merasa berhak untuk memaksakan kebenaran versi mereka kepada orang lain. Jika tidak mau, maka tidak jarang jalan kekerasan menjadi sarana utama. Bagi orang-orang ini, tidak mengapa memaksakan kebenaran dengan kekerasan karena kebenaran harus disampaikan apa pun risiko dan taruhannya. Orang-orang seperti inilah yang harus dihadapi Ve di novel ini. Dengan alur maju, pembaca akan disuguhi sebuah cerita yang sepintas tak mungkin terjadi di dunia nyata, tetapi ternyata kita mulai sering melihatnya di berita. Bahwa sebuah kebenaran bisa menjadi sebuah kejahatan yang teramat keji jika berada dalam pikiran yang cupet.

Hidup Ve sebagai gadis muda dengan masa depan cerah langsung terjungkir balik ketika pada suatu pagi dia tidak menemukan ibunya di rumah. Kata ayahnya, dengan nada marah, ibunya minggat ke London bersama cowok bule selingkuhannya. Tentu saja, awalnya Ve tidak percaya. Ibunya bukan wanita yang sangat rendah seperti itu. Namun, semua petunjuk untuk menghubungi ibunya nihil. Pesan-pesan pendeknya tidak berbalas, telepon tidak diangkat, bahkan media sosial ibunya pun tidak memberikan petunjuk apa pun terkait keberadaan ibunya. Di saat genting seperti ini, Ayahnya memutuskan untuk pindah ke rumah ibunya, Nenek Unung. Dari sinilah semua keganjilan mulai menghampiri kehidupan Ve. Gadis itu juga harus mendapatka pukulan yang sangat keras terkait pandangan dan prinsip hidupnya. 

“Selama kamu bahagia dan apa yang kamu lakukan tidak berbahaya untuk dirimu sendiri dan orang lain, kamu boleh melakukan apa pun yang kamu inginkan.” (hlm. 52)

Sebagai putri dari seorang dosen muda yang berpikiran progresif, Ve selalu diajarkan bahwa setiap manusia memiliki  hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Bahwa hidup adalah tanggung jawab setiap pribadi. Orang lain hanya memberikan pilihan, saram, araham, atau masukan; tetapi penentu jalan kehidupan yang utama tetaplah diri kita sendiri karena kita lah yang menjalani. Smeua pemikiran wanita maju inilah yang rupanya hendak diberangus oleh Nenek Unung. Wanita sepuh ini memiliki pemikiran yang sangat kolot, sebuah peninggalan dari era patriakal yang membabi buta. Bagi Nenek Unung, wanita itu kodratnya di bawah pria. Haram hukumnya bagi dia seorang istri yang lebih maju dari suami. Tidak boleh menurutnya seorang gadis sekolah tinggi-tinggi karena tugas utamanya adalah melayani suami.

Sungguh sedih rasanya tiap kali saya menjumpai wanita seperti Nenek Unung ini. Mereka adalah korban dari sistem pengasuhan kuno yang keliru tetapi mereka sendiri tidak sadar dan malah melestarikannya, bahkan menjunjung tinggi kebenaran yang keliru ini. Pola asuh keliru dan tokoh panutan yang otoriter di masa kecil telah menjadikan Nenek Unung menjadi wanita tua yang cupet dan berpikiran sempit. Ditambah tatanan sosial yang begitu mengagungkan peran pria dan merendahkan status wanita, menjadikannya tumbuh dan menua sebagai seorang dengan prinsip agung "kebenaran adalah Bapak, bukan yang lain." Tidak ada kebenaran lain selain yang diajarkan Bapaknya. Dan dia wajib meneruskan kebenaran Bapak itu kepada keturunannya, bagaimanapun caranya dan apa pun risikonya. 

Ve kini harus berjuang sendirian karena Ayahnya telah teracuni pemikiran cupet sang nenek. Di saat yang sama, dia juga harus mencari tahu keberadaan ibunya sekaligus menguak masa lalu keras yang menyelubungi garis keturunan ayahnya. Sebuah kebenaran nisbi yang akan mengungkap sekaligus mengakhiri semuanya. Itu pun jika gadis itu masih mampu bertahan dan selamat.

Novel Ve cukup membikin penasaran tapi kurang menegangkan menurut saya. Ditulis dengan POV kedua mungkin biar bikin degdegan, tetapi menurut saya masih kurang. Saya jujur malah sudah bisa menebak keberadaan Ibu Ve sejak di halaman-halaman awal, dan ternyata benar tebakan saya yay. Bagian ending juga kayak seperti agak dipaksakan biar cepat selesai, sekali tepuk bubar semua. Kurang memuaskan sih menurut saya. Ada beberapa keganjilan dalam alur ceritanya seperti riwayat kelam Nenek Unung yang tiba-tiba jadi "seram" saat Ve menginap. Juga, sikap sang ayah yang berubah drastis. Penulis memang memberikan "sanggahan" tetapi masih kurang meyakinkan menurut saya. Mungkin, kalian memiliki pendapat yang berbeda. Gimana kalau coba baca novel ini?






Tersedia satu novel Ve GRATIS untuk satu pembaca yang beruntung.  Setelah saya undi dengan random.org, yang beruntung adalah 

 Nama : Thessa
Twitter : @mybooklyfe
Domisili : Jakarta


Selamat untuk Mbak Thessa. Saya akan langsung menghubungi pemenang lewat Twitter. Buat yang belum beruntung, masih ada giveaway novel Carmine karya Mbak Ruwi Meita. Nantikan ya.

 
Terima kasih sudah meramaikan.







 

22 comments:

  1. Nama : Fara Stefani
    twitter : @faninos
    Kota Tinggal : Tulungagung

    ReplyDelete
  2. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Kota tinggal: Malang

    ReplyDelete
  3. nama ; Farida Endah
    Akun twitter / Ig : farida_271
    email : faridaendah@gmail.com
    domisili ; Pacitan Jawa Timur

    ReplyDelete
  4. Nama : Mar'atul Firdaus
    Twitter : @Kaze_Idoz
    Kota Tinggal : Gresik

    ReplyDelete
  5. Nama: Sharie
    Twittef: @nAshari3
    Domisili: Cikampek

    ReplyDelete
  6. Nama: Rika Oktaviani
    Twitter/IG: @rikaoktvnn
    Domisili: Tegal - Jawa Tengah

    ReplyDelete
  7. Nama : Hamdatun Nupus
    Akun Twitter : @HamdatunNupus
    Domisili : Depok, Jawabarat

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Nama: Maulidi Zikri Nur
    Instagram : @reviewinbuku
    Domisili : Tembilahan Hulu, Riau

    ReplyDelete
  10. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Dom: Surakarta

    ReplyDelete
  11. Rini Cipta
    twitter @rinicipta
    Karangasem, Bali

    ReplyDelete
  12. Nama : Intan Wahyuningsih
    Tweeter : @namintan
    Email : nami.monstrologist@gmail.com
    Alamat : Sragen

    ReplyDelete
  13. Nama: Farina Pratiwi
    Instagram: @faritiw
    Email: farinapratiwi99@gmail.com
    Alamat: Lombok timur,NTB.

    ReplyDelete
  14. Nama : Putri Munthe
    Twitter : @poetstories
    Email : putrinm25@gmail.com
    Domisili : Jakarta

    ReplyDelete
  15. Nama : Triana Agustia
    Twitter : @trianaaguste
    Domisili : Bekasi, cikarang pusat

    ReplyDelete
  16. Nama : Rahma Putri Dwintasari
    Instagram :rahmaputridwintasari_
    Email: rputridwintasari@gmail.com
    Domisili: Pringsewu, Lampung.

    ReplyDelete
  17. Nama : Thessa
    Twitter : @mybooklyfe
    Domisili : Jakarta

    ReplyDelete
  18. Nurul Lailatul FajriyahFebruary 9, 2019 at 7:23 AM

    Nama : Nurul Lailatul Fajriyah
    Instagram : @nurulll04080
    Email : @nurulll040801@gmail.com
    Domisili : Kudus, Jawa Tengah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nurul Lailatul FajriyahFebruary 9, 2019 at 7:26 AM

      Nama : Nurul Lailatul Fajriyah
      Instagram : @nurulll04080
      Email : nurulll040801@gmail.com
      Domisili : Kudus, Jawa Tengah

      Delete
  19. Nama : Ayu
    Twitter : @miayyu
    Kota Tinggal : Balikpapan

    ReplyDelete
  20. Nama:Leny
    Twitter:@melodyhujan23
    Kota tinggal:Rantau,Kal-Sel

    ReplyDelete
  21. Yyeeeyy makasii banyaak mas dion 😊😊

    ReplyDelete