Judul: Your Lies
Penulis: Rara Rachel
Penyunting: Avifah Vé
Sampul: Amalina
Asrari
Penerbit: Diva Press
Tahun terbit: Maret
2018
Tebal buku: 288
halaman
Ringga dan Atha sudah bersahabat sejak remaja. Keduanya sempat
terpisah di masa kuliah sebelum akhirnya dekat lagi di awal masa dewasa. Kebetulan,
rumah mereka pun berdekatan. Jauhnya jarak tidak
menghalangi keduanya walau Ringga kerja di Jakarta dan Atha masih
berjuang keras menyelesaikan skripsinya di Bandung. Lewat chatting whastapp dan media sosial, keduanya selalu
akrab dan terlihat dekat. Kata orang, dari sahabat jadi gebetan. Bisakah benih-benih cinta akhirnya bersemi di hati
sepasang sahabat tersebut? Tentu sudah bisa ditebak jawabannya. Tetapi sebuah novel kadang bukan semata tentang ending yang WOW atau
akhir perjalanan yang memukaw. Keunggulan sebuah karya fiksi juga bisa dilihat
pada bagaimana penulis mengisahkan kisahnya hingga selesai. Kualitas istimewa inilah yang saya temukan dalam Your Lies. Hubungan kedua mendapat ujian ketika Atha melakukan satu hal yang sangat dibendi Ringga, yakni berbohong. Meski niatnya baik, tetapi berbohong tetaplah berbohong.
“Niat baik kalau
caranya salah, jadi enggak baik hasilnya.” (hlm. 198)
Relasi antara Ringga dan Atha yang sohib banget adalah kekuatan utama novel ini. Penulis bisa
menghadirkan interaksi persabahatan cewek-cowok yang terlihat santai dan apa
adanya. Dialog antara keduanya pun mengalir banget, kita benar-benar kayak
sedang menonton percakapan dua sahabat akrab seolah keduanya adalah
tetangga dekat kita. Percakapan mereka juga kekinian banget, zaman now banget
kalau kata netizen. Penulis menggunakan tema-tema yang akrab
dengan generasi milenial seperti PEES,
nge-add LINE, hingga WATTPAD. Kebetulan juga, naskah ini memang sebelumnya
pernah diposting di Wattpad. Dengan kualitas-kualitas ini, tidak heran baca novel ini berasa kekinian banget.
“Memaafkan juga bagian
dari usaha buat ngedapetin ketenangan hidup.” (hlm. 202)
Ada yang bilang drama adalah bumbu kehidupan. Ungkapan tersebut menemukan pembuktiannya di
novel ini. Ada begitu banyak drama mewarnai Your
Lies: tarik ulur perasaan, pelarian emosi, penyangkalan perasaan, saling
tebar kode, hingga berantem-berantem-an yang cute tapi menyenangkan disimak. Dengan kata lain, aneka drama ditebar-tebar dulu sebelum final biar makin greget dan bikin pembaca setengah senewen setengah mupeng. Antara bikin gemes tapi juga bikin iri banget pokoknya
hubungan Ringga dan Atha ini. Rasanya pengen nyubit Atha yang sok-sok nggak
ngerti kode rahasia atau nampol Ringga yang sok misterius itu. Tapi ya gitu,
kalau nggak pakai drama gitu ya hasilnya kisah cinta yang biasa-biasa saja. Satu karakteristik dari sebuah novel yang bagus memang adanya karakter yang dibuat berjuang dulu oleh penulisnya. Penulis memang kudu kejam sesekali ck ck ck.
“Orang yang saling
menyayangi enggak akan saling membohongi.” (hlm. 185)
Nggak sampai sehari saya berhasil menyelesaikan novel
romansa ini. Padahal, saya termasuk lama kalau baca novel roman. Salut
untuk sang penulis yang berhasil bikin saya masuk dalam cerita. Karakterisasi
dua sosok utama menjadi kelebihan lain dari novel ini. Karakternya terasa hidup, segar, dan juga kekinian. Ringga memang tercipta untuk satu Atha—hal yang sama ering
kita temukan di novel-novel roman di pasaran. Tetapi, penulis tidak menjadikan
sosok Ringga sebagai Rangga kesekian belas. Atha juga bukan cewek menye maksimal
setrip galau kurung kurawal Bella kesekian puluhan. Faktanya, si cowok itu tipe-tipe nerdy idaman tapi cueknya kebangetan (jenius sih tapi rumahnya kayak
kapal pecah. Mana ada coba orang buang wadah makanan styrofoam di bak cuci
piring kecuali Ringga ini?) sementara yang cewek maniak banget main PS dan nyambangin rumahnya cowok (ya, walau jago masak sih).
“Cinta tidak bisa
memilih. Kalau kau mau tahu, cinta itu bukan dilihat, tapi dirasakan.” (hlm.
231)
Persahabatan jadi cinta, tema yang klise sebenarnya tapi
di tangan seorang novelis berbakat tema pasaran ini bisa menjadi hal yang menyegarkan seperrti dalam Your Lies. Interaksi Atha-Ringga
yang cute maksimal, konflik yang naik-turun sampai bikin gemes, diksi-diksi yang ramah buat pembaca zaman now,
serta alur ceritanya yang mulus banget. Ini yang bikin menyenangkan baca novel ini. Sayangnya, masih ada sedikit ganjalan pada setting
tempatnya. Your Lies menggunakan Jakarta,
Bandung, Düsseldorf, dan Köln sebagai latar berlangsungnya. Namun,
saya kurang merasakan aura keempat kota tersebut sepanjang cerita. Akan lebih
bagus jika penulis menggambarkan deskripsi tempat secara lebih jelas,
setidaknya menyeburkan nama suatu tempat yang khas dari kota tersebut (di food court Pondok
Indah Mall atau di jalan Braga misalnya). Bagian ending novel ini juga serasa ada yang hilang. Kayak ada celah
sedikit gitu yang belum terisi terkait akhir hubungan Ringga dan Atha. Akankah Ringga memaafkan Atha? Mending baca sendiri deh ya.

Pengumuman Pemenang
Terima kasih sudah meramaikan blogtour 'Your Lies" di Baca Biar Beken. Total ada 39 peserta yang semuanya saya masukkan undian. Nomor urut pertama dimulai dari jawaban yang pertama masuk, dan seterusnya hingga total didapatkan 39 nomor undian. Kakak random.org telah memilih. Selamat untuk nomor urut 17 dari atas.
Ade Yuanita Putri Pratiwi
@AdeYuanitaPutr4
Pemenang akan segera saya hubungi untuk teknis pengiriman hadiah. Selanjutnya, teman-teman masih bisa mencoba peruntungan di deehati.com.Terima kasih sudah ikutan ya.