Search This Blog

Tuesday, September 10, 2013

Hardy Boys, Misteri Selat Penyelundup



Judul     : Hardy Boys, Misteri Selat Penyelundup
Pengarang          : Franklin W Dixon
Penerjemah       : Prodjosoegito
Cetakan               : 1, September 1982
Halaman              : 208 halaman
Penerbit              : Indira



                Ini pertama kali saya membaca seri Hardy Boys meskipun buku ini sudah beberapa kali diobral di Gramedia Sale (walau hanya diskon 40%). Waktu itu, saya belum tergerak untuk membacanya karena khawatir ceritanya tidak terlalu jauh berbeda dengan seri Lima Sekawan-nya Enid Blynton dan juga karena diskonnya yang nanggung alias kurang banyak (eh hihihii). Karena itu, ketika melihat seri ini tergeletak tak terurus di salah satu sudut Shopping bersama tumpukan buku-buku jadul ala Mira W dan Bastian S Tito, saya langsung membelinya. Iseng-iseng karena harganya murah sangat untuk buku terbitan tahun 80-an (buku ini lebih tua dari usia saya) yang hanya Rp 5.000,00. Terlebih ini terbitan Indira, yang mengingatkan saya pada komik Tintin zaman jadul yang sudah langka itu.
                Dan, iseng-iseng saya tidak sia-sia. Segera saja saya jatuh suka pada Hardy Boys. Sayangnya, seri yang saya baca ini bukan seri pertama. Tahu-tahu dijelaskan bahwa Frank dan Joe Hardy adalah anak-anak yang terkenal di Amerika Serikat karena telah memecahkan kasus-kasus besar. Tidak seperti Lima Sekawan yang cenderung ke petualangan anak-anak, seri Hardy Boys lebih tepat ditujukan untuk bacaan anak-anak remaja. Kasus yang diselidiki lebih pelik, penjahatnya juga somehow lebih kejam, petualangannya juga jauh lebih berbahaya dan menantang. Alurnya juga cepat, tidak berputar-putar di deskripsi seperti Lima Sekawan. Bahkan pergantian antar-bab pun dibuat seru dan menegangkan.

                Dalam Misteri Selat penyelundup, Frank dan Joe Hardy diminta untuk menyelesaikan sebuah kasus tentang lukisan yang hilang dalam perjalanan ke Florida. Kasusnya semakin pelik karena Frank dan Joe dituduh sebagai pencurinya. Insting detektif mereka pun tertantang. Para penjahat itu kali ini telah keliru karena telah melibatkan bocah-bocah Hardy sebagai sang tertuduh. Keduanya pun bersiap untuk memberikan balasan yang setimpal. Maka, dimulailah penyelidikan dua kakak-beradik itu demi menelusuri lukisan. Petunjuk membawa mereka menemukan lorong rahasia  yang digunakan si pencuri, bertemu dengan orang-orang asing yang nekat mau melukai keduanya. Dan, begitu keduanya terjun aktif dalam misteri pencurian lukisan ini, kasus yang menunggu mereka rupanya jauh lebih besar daripada hilangnya lukisan bersejarah.

                Petunjuk mengarahkan mereka untuk mendatangi rawa-rawa Everglades di Florida, California. Kawasan ekosistem rawa yang unik dan dilindungi UNESCO ini menjadi kawasan konservasi buaya muara yang sudah langka, sekaligus menjadi tempat yang populer untuk menyelundupkan benda-benda non-pajak ke luar negeri. Segera saja, Frank dan Joe mendapati bahwa musuh mereka bukan hanya pencuri lukisan, tapi juga gerombolan penyelundup yang kejam, pemburu buaya yang ganas, serta seorang bos besar yang misterius. Dibantu dua temannya, dua anak muda itu berjibaku menyusup ke rawa-rawa Everglades, menyaru sebagai kaum penyelundup, kucing-kucingan dengan para penjahat, sampai harus berhadapan dengan buaya-buaya muara yang dengan senang hati akan melahap mereka. Mampukah dua anak muda pemberani itu menghadapi gerombolan penyelundup internasional? Dimanakah lukisan yang hilang itu disembunyikan? Dan, siapa sosok Bos Besar yang mengontrol semuanya dari sebuah rumah di tengah rawa-rawa penuh buaya? Kisah ini ternyata sangat seru, bacalah sendiri jawabannya.  

Rating: Pembaca berusia 12 tahun ke atas karena banyak petualangan yg melibatkan pistol, buaya, dan perompak. 
               

1 comment:

  1. kemaren juga sempat beberapa kali ngeliat seri ini di diskonan gramed tapi belum tertarik beli :D mudah2an besok2 berhasil nemu lagii.. karena sepertinya seru yaa ^o^

    ReplyDelete