Search This Blog

Saturday, March 2, 2024

Asyiknya Jadi Orang Gajian

Judul: Asyiknya Jadi Orang Gajian

Penulis: Dion Yulianto

Cetakan: Pertama, 2019

Penerbit: C-Klik Publishing


Bekerja memang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak awal keberadaannya di dunia. Hampir semua dari kita sepakat bahwa kita harus bekerja agar bisa hidup dan melangsungkan kehidupan. Selama ini, kita mengamini gagasan "bekerja untuk hidup", bahwa agar bisa menjalani kehidupan dengan normal, kita harus bekerja. Namun, pernahkah terpikir dalam benak kenapa Tuhan menciptakan "bekerja" sebagai salah satu hal yang menjadikan manusia tetap manusia?

Richard Carlson pernah berkata, sungguh rugi jika ada orang yang 'tersiksa' di kantor hanya karena meributkan hal-hal sepele yang seharusnya kita bisa berdamai dengannya. mari, kita mengubah pandangan kuno bahwa bekerja itu beban. Betapa pun tidak sukanya kamu kepada pekerjaan atau tempat kerjamu, tempat itu punya andil dalam membentuk kita yang sekarang dan kita di masa depan. Buku ini mengajak kita berdamai--dan pada akhirnya berterima kasih--dengan pekerjaan kita masing-masing.

***

Kerja kok hore? Ya hore lah, karena kerja saya bisa beli buku yang banyak, jajan buah segar setiap pekan, beli wiskas buat Mpus, bahagiain orang tercinta, dan masih bisa rebahan. Jadi, kudunya memang kita berterima kasih karena masih bisa bekerja. Terima kasih pekerjaan akoh 😂

Tapi, kenapa kadang bekerja jadi beban? Ya namanya juga manusia, kalau nggak ada yang disambati ya nggak normal itu eh. Tapi beneran deh, kerja jadi beban itu mungkin bukan karena bekerjanya, tapi karena pekerjaannya. Fitrahnya, kita memang butuh bekerja. Nggak percaya? Coba inget dulu pas nganggur setahun, rasanya gimana deh.

Manusia itu sebetulnya mahkluk pekerja, sesambat apa pun dia. Meskipun rebahan masih jadi passion utama para kita, tapi ujung-ujungnya kalau nggak bekerja ya kayak ada yang hilang. Adanya pekerjaan menjadikan kita manusia. Saya yakin rebahan setelah bekerja seharian itu jauh lebih memuaskan ketimbang rebahan seharian karena tidak bekerja. 

Sudah banyak buku tentang bertema "kurangi bekerja perbanyak bercinta". Kali ini, izinkan saya agak melawan arus dengan mengajak pembaca mencintai pekerjaannya. Marilah kita rawat pekerjaan kita, karena walaupun mungkin dia belum bisa menjadikanmu kaya, dia yang menjadikanmu tetap hidup. Bersama buku ini saya mengajak kita semua untuk berdamai, dan pada akhirnya berterima kasih kepada pekerjaan kita masing-masing. 

No comments:

Post a Comment