Search This Blog

Monday, September 2, 2019

BlogTour and Giveaway Winner: Pirgi dan Misota

Judul: Pirgi dan Misota
Pengarang: Yetti A.KA
Editor: Addin Negara
Tebal: 132 hlm
Cetakan: 1, September 2019
Penerbit: DIVA Press



"Sampai kapan kau akan melakukannya?"
"Membeli buku?"
"Ya. Kau sudah terlalu banyak membelinya."
"Aku seorang penulis." (hlm. 35)

***

Pirgi, seorang mahasiswi berusia 22 tahun jatuh cinta kepada Nodee, seorang penulis novel berusia 45 tahun (hampir sepantaran dengan usia ayah Pirgi sendiri). Sekilas, tidak ada yang menarik dari sosok lelaki itu: tua, wajah layu karena kurang tidur, tidak perhatian, novel karyanya nggak ada yang laris di pasaran pula. Hanya saja, Nodee ini memiliki semacam aura misterius dan sok cool ala penulis yang sering menjerat wanita-wanita unik seperti Pirgi untuk jatuh cinta ke orang yang salah. Lagi pula, pria itu juga sering menyuruh Pirgi melakukan hal-hal yang aneh: mendadak mengajak bercinta, dan setelahnya meminta berpisah, dan--puncaknya--meminta Pirgi untuk menjadi sebatang jamur.

"... satu-satunya yang tak mampu kau lawan adalah perasaanmu sendiri" (hlm. 91)

Ibunya sudah berulang kali mengingatkan Pirgi untuk memilih pria lain yang lebih muda, lebih sepantaran, lebih mapan, dan setidaknya lebih normal. Nodee ini memang memiliki arketipe penulis era abad 20 yang suka mengurung diri di kamar, tidak peduli penampilan (muka boleh berantakan tapi alur cerita jangan sampai), dan mengoleksi timbunan buku (makan boleh kekurangan, tapi timbunan buku jangan). Tapi, jika sebagian orang menganggap sosok penulis sebagai aneh, ada pula yang menganggap sosok penulis seperti itu keren karena dia indie, baunya enak (bau buku tua?), rutinitasnya berbeda dengan orang kantoran, pecinta senja, petualang larut malam dan bla-bla-bla lainnya. Buktinya, Pirgi kok mau-mau aja disuruh jadi jamur. Yah, namanya sudah bucin. Dan pada akhirnya, Pirgi dicampakkan. Entah dia penulis atau bukan, yang namanya cowok ternyata sama saja.  

"Karena itulah aku mengarang. Untuk mengeluarkan kesedihan-kesedihan." (hlm  44)

Sebagaimana kebanyakan cerpen dan novelnya, dalam buku ini penulis masih menyoroti tema yang sama: perempuan yang tertindas. Sosok pria kebanyakan digambarkan sebagai laki-laki tidak bertanggung jawab, hanya memikirkan dirinya sendiri, dan dominasi patriakal yang didukung oleh adat atau kondisi sosial setempat. Nodee misalnya, adalah penulis yang tidak mau peduli apa pun selain draft novelnya. Ibaratnya, dia hanya "menggunakan" Pirgi sebatas properti, seorang istri yang merupakan salah satu properti milik suami dan bukannya parner dalam hidup. Ayah Pirgi juga digambarkan hanya peduli pada dirinya sendiri. Selama dia sudah bekerja memenuhi nafkah, ya sudah, selesai tanggung jawabnya--begitu mungkin pikirnya.

"Aku pernah percaya kalau uang bukan segalanya dalam hidup ini; bahwa kami bisa bahagia tanpa uang sepeser pun di buku rekening. Itu sebelum aku tahu hidup dengan uang sedikit itu membuat kepala seseorang berdenyut-denyut dan kehilangan gairah." (hlm. 71)

Dari novel tipis ini, kita belajar banyak tentang kompleksitas dari sesuatu yang namanya perasaan (terutama perasaan). Bahwa cinta ternyata bisa sedemikian membingungkan, sebagaimana kata Pirgi: "... aku bingung dengan perasaanku sendiri. Orang yang jatuh cinta memang begitu." (hlm. 26). Novel ini juga menyentil banyak kaum Adam yang sampai sekarang mungkin masih memperlakukan istri sekadar alat untuk memuaskan nafsu, dan bukan mitra setara dalam berumah tangga. Juga, bahwa anak tetaplah membutuhkan kasih sayang dari sosok Ayah. Sejatinya mengasuh anak adalah tanggung jawab suami dan istri, sama setaranya. Suami jangan berdalih di balik tabir "sudah mencari nafkah, urusan anak biar istri saja."  

"Seandainya aku memang sakit, bukan berarti aku tidak bisa membantu orang lain." (hlm. 117)

Anak yang kekurangan kasih sayang dari salah satu orang tua memiliki kemungkinan tumbuh njomplang alias kurang seimbang. Seperti Pirgi yang akhirnya memilih Nodee--pria yang usianya sepantaran dengan usia bapaknya--sebagai suaminya. Ketika sedang galau, dia juga lari ke Misota--seorang teman wanita yang kerja di rumah bordil--dan bukannya ke rumahnya.  Misota dia anggap lebih bisa menerima dirinya ketimbang orang tuanya sendiri. Sosok ibu yang diharapkan menjadi tempat berteduh ternyata lebih banyak berperan sebagai tukang perintah. Walau pada akhirnya, Pirgi menyadari satu fakta penting yang sayangnya sering dia abaikan selama ini. Sebuah kutipan yang sekaligus menjadi twist mengejutkan di novel tipis ini. 

"Seorang ibu tidak peduli berapa kali ia kecewa, ia tetaplah seorang ibu." (hlm. 120)

Begitulah, jangan jadikan rumah sebagai ruang penghakiman dan arena perbandingan agar tidak menjelma menjadi ajang pelarian. Ini kok malah kayak jadi ulasan buku parenting ya? wkwkwk. 


Sepanjang bulan September 2019 ini, Penerbit DIVA Press menyediakan 4 novel "Pirgi dan Misota" gratis untuk dibagikan. Salah satunya bisa didapatkan di blog Baca Biar Beken ini. 



Terima kasih saya ucapkan kepada 19 peserta blogtour "Pirgi dan Misota" pekan pertama. Berkat kalian, list dan lust saya akan kue-kue enak pun bertambah.  Plus, saya semakin bingung menentukan kue yang paling enak. Jaid, lebih aman dan adil kalau diundi saja ya. 

Berikut ini nama dan nomor undian peserta:
1. Nike
2. Hapudin
3. Hamdatun Nupus
4. Inggit R
5. Eni Lestari
6. Vaarida
7. Betty K
8. karma Cha
9. Sari Widiati
10. Story from Puyu
11. Eka S
12. GR  Ghinna
13. Chan
14. Anake Pake
15. Nur Afifah
16. rahma Dian
17. Dicto deto
18. Zam
19. Naufal


Dan, pemenangnya adalah ...


Selamat untuk Mas Naufal yang beruntung mendapatkan satu novel "Pirgi dan Misota" karya Yetti A.KA. Pemenang akan saya hubungi lewat media sosialnya. Terima kasih buat semua yang sudah ikutan. Blogtour selanjutnya bisa diikuti di blog  Mbak Ina. 

20 comments:

  1. Roti favorit : roti manis isi kelapa parut gula putih
    akun twitter : @dreeva
    link : https://twitter.com/dreeva/status/1168458434821275649

    ReplyDelete
  2. Roti favorit: Sariroti yang pake selai Srikaya
    Akun Twitter: @adindilla
    Link: https://twitter.com/adindilla/status/1168503233993510917?s=19

    ReplyDelete
  3. Roti Favorit : Roti isi kacang hijau
    Akun Twitter : @HamdatunNupus
    Tautan Berbagi : https://twitter.com/HamdatunNupus/status/1168508954772529153?s=19

    ReplyDelete
  4. Roti favorit : roti ulang tahun. Karena mengingatkan bertambahnya usiaku dan bertambah dewasanya pemikiranku
    akun twitter : @raza59400668
    link : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2238513136257042&id=100002951316456
    https://twitter.com/Raza59400668/status/1168509023110356992?s=01

    ReplyDelete
  5. roti fav: roti isi cokelat
    twitter: @dust_pain
    link: https://twitter.com/dust_pain/status/1168508318614089728?s=19

    ReplyDelete
  6. ROti Favorit : Brownis
    Akun Twitter /Ig : @farida_27
    Link Share : https://twitter.com/farida_271/status/1168514421250854912

    ReplyDelete
  7. Roti favorit: Serabi Solo
    Akun twitter: @bety_wardhani
    Link: https://twitter.com/bety_wardhani/status/1168670715987427329?s=20

    ReplyDelete
  8. Roti favorit: Roti tawar dengan meses coklat
    Akun twitter: @nm_arum
    Tautan membagikan: https://twitter.com/nm_arum/status/1168707409348456448?s=20

    ReplyDelete
  9. Aku suka roti sisir, rasanya legit, banyak butternya, manis gurih, dulu sering bawa saat maulid nabi :)) murah meriah, enak.

    Sekarang udah semakin tipis rotinya dan harganya 2ribu sekian, tapi rasa nggak berubah.

    Twitter/IG : @MentionSari/@mentionsari
    Link : https://twitter.com/MentionSari/status/1168737822448054272?s=19

    ReplyDelete
  10. Roti favorit: Roti tawar + susu kental manis cokelat yang banyak, ehehehe
    Akun Twitter: @AdeYuanitaPutr4
    Link Share: https://twitter.com/AdeYuanitaPutr4/status/1168745855999868929?s=19

    ReplyDelete
  11. Roti favorit: Roti isi Keju
    Akun Twitter/ig: @eksindrianii
    Link share: https://twitter.com/eksindrianii/status/1168770463310348288?s=19

    ReplyDelete
  12. Roti favorite: Donat seres coklat
    Akun twitter: @gr_dhani
    Link share: https://twitter.com/gr_dhani/status/1169153196339732480?s=09

    ReplyDelete
  13. Roti favorit: roti tawar disiram kuah santan manis hangat
    Akun Twitter: @sachunz
    Tautan membagikan: https://twitter.com/sachunz/status/1169232910253051904

    ReplyDelete
  14. Roti favorit : Kue Bakpia
    Akun Twitter : @19linafitriani2
    Link membagikan : https://mobile.twitter.com/19linafitriani2/status/1169327806221668353

    ReplyDelete
  15. Roti favorit: Roti/kue yang ada selai nanasnya
    Akun twitter: @Afifah_Chan20
    Akun Instagram: @s.nur.afifah
    Tautan membagikan:
    Lihat Tweet @Afifah_Chan20: https://twitter.com/Afifah_Chan20/status/1169434754967461890?s=09

    https://www.instagram.com/p/B2A09NVgi--/?igshid=i3o9prndd1ny

    ReplyDelete
  16. Roti favorit: bolu gulung.
    Akun IG : @dradikta
    Tautan membagikan : https://www.instagram.com/p/B2BOhycAzcl/?igshid=71axb7ahix8d

    ReplyDelete
  17. Kue/Roti Fav : Onde-onde
    Akun Twitter : @ardeto_khan
    Link Share : https://twitter.com/ardeto_khan/status/1169500691406229504

    ReplyDelete
  18. Roti favorit: roti pandan yg dibawa tukang roti lewat tiap jam enam pagi
    Akun twitter: angkasaksara90
    Tautan: https://mobile.twitter.com/angkasaksara90/status/1170099941777108992

    ReplyDelete
  19. Roti isi selai anggur/blackcurrant

    @NaufalRM (twitter)

    https://twitter.com/NaufalRM/status/1170308837879898112?s=19

    ReplyDelete