Search This Blog

Wednesday, November 15, 2017

Blogtour and Giveaway: Misteri Bilik Korek Api

Judul: Misteri Bilik Korek Api
Pengarang: Ruwi Meita
Penyunting: Tim Editor Fiksi
Cetakan: Pertama, Oktober 2017
Sampul: Aqsho
Tebal: 238 hlm
Penerbit: Grasindo



"Yang tak nyata selalu lenyap tanpa sisa untuk menunjukkan jika dia ada."

Rumah kosong selalu menjadi TKP yang menarik untuk kisah misteri. Setting ini juga yang digunakan mbak Ruwi Meita sebagai setting utama di novel terbarunya ini. Bersama lima anak lainnya, Sunday pindah dari panti asuhan lama ke panti asuhan baru. Sejak bayi, Sunday memang sudah tinggal di panti asuhan sehingga gadis remaja itu sama sekali tidak tahu siapa orang tuanya kecuali bahwa dia berasal dari Ambon. Di antara anak-anak panti lainnya, ada satu anak yang mirip dengannya, yang sama-sama berasal dari Ambon. Namanya Emola. Sayangnya, Emola ini misterius sekali anaknya. Bangunan panti asuhan baru itu sendiri adalah sebuah rumah kosong dengan halaman belakang yang luas dan sebuah sumur tua. Pada pandangan pertama, tidak ada yang terlihat salah dengan rumah itu. Salah, selalu ada yang aneh dengan rumah kosong dengan sumur tua yang terbengkalai.  Hanya Emola yang bisa melihat yang salah dengan rumah itu. Ada tokek-tokek hitam menjaga kamar tempat mereka tinggal. Kamar yang ternyata menyembunyikan sebuah bilik rahasia berisi ratusan kotak korek api yang membentuk pola tertentu. 

"Sun, tidak semua harus dibayar. Kamu harus belajar ikhlas menerima sama halnya saat kamu memberi." (hlm. 112)

Kemudian, bilik rahasia itu terungkaplah. Anak-anak pun bahagia, mereka serasa menemukan ruang rahasia pribadi yang hanya milik mereka sendiri. Sama sekali tak ada yang menyadari, justru bilik korek api itulah yang akan memiliki mereka. Kecuali Emola, gadis yang terus bungkam itu sejatinya mengetahui ada si dia yang bernaung di dalam ruang ganjil tersebut. Sosok yang tak sabar menanti untuk mencengkramkan kuku-kuku tajamnya kepada anak-anak tak berdosa tersebut. Sampai kemudian, anak-anak itu celaka satu demi satu. Diawali dengan perayaan ulang tahun Sunday yang dilakukan di dalam bilik korek api, setelah itu semua permohonan mereka seperti tercapai. Hanya saja, sepertinya selalu ada yang keliru. Permohonan-permohonan mereka terkabul, tetapi dalam cara yang tidak tepat. Satu demi satu anak menjadi korban, hingga menyisakan Emola sebagai tersangka utama.  Siapakah Emola sebenarnya? Apa hubungannya dengan cerpelai bermata merah yang menghuni bilik korek api?

Dituliskan dari sudut pandang orang pertama tunggal, pembaca akan diajak ke dunia Sunday dan Emola berselang-seling. Sunday yang hidupnya tidak seceria namanya, serta Emola yang dunianya luar biasa ganjilnya. Dunia dalam pandangan Emola adalah riuh-rendah warna dan parade makhluk tak kasta mata. Bagi gadis itu, warna-warni bisa berbunyi dengan intensitas yang berbeda-beda. Bayangkan betapa riuhnya dunia Emola dengan setiap warna yang seolah berteriak hanya kepadanya. Pink berdesut, biru berdebur, kuning berdencing, dan putih bersiut-siut. Enola juga mampu melihat mahkluk-mahkluk psikologis yang berbentuk flora/fauna, mirip daemon-nya Phillip Pullman. Saya nggak habis pikir, kok ya penulisnya kepikiran bikin karakter seunik ini. 

"Katakan saja ketakutanmu pada orang lain. Bagilah. Seharusnya itu guna seorang teman. Berbagi." (hlm 155)

Kehadiran Emola ini juga yang membuat aura misteri dalam novel Misteri Bilik Korek Api bahkan sudah terasa sejak halaman-halaman awal. Mbak Ruwi rupanya tidak hendak berpanjang-panjang untuk memunculkan karakter misterius dalam buku ini bila dibandingkan di novel Alias. Dari segi twist dan misterinya, novel ini lebih juara karena sedikit mengingatkan saya pada novel-novel karya Akiyoshi Rikako yang penuh ‘jebakan’ dalam cerita yang kemudian akan terjelaskan seiring dengan bergulirnya cerita.  Salut untuk penulisnya. Pastinya dibutuhkan ketelitian sekaligus ketelatenan untuk bisa merangkai cerita yang efektif seperti ini. Memadukan dengan cerita Gadis Korek Api dan panti asuhan, kak Ruwi menemukan paduan yang pas untuk cerita ini. Satu cerita menginspirasi cerita lainnya. 

Saya suka dengan peralihan sudut pandang antara Emola dengan Sunday. Pergantian yang alih-alih bikin salah fokus pembaca, tetapi menurut saya malah membuat ceritanya utuh sekaligus tidak membosankan. Sunday dan Emola ini walau berbeda tetapi terasa banget saling melengkapi. Apa yang tidak dilihat oleh Sunday bisa dilihat oleh Emola. Demikian pula, apa yang tidak bisa dirasakan Emola (persahabatan, kasih sayang,cinta) dapat dirasakan oleh Sunday. Membaca dua pribadi yang berbeda ini kita jadi bisa belajar banyak. Tentang tanggung jawab manusia kepada sekitarnya, tentang masa lalu seseorang yang menjadikannya seperti sekarang. Pembaca tidak lagi menghakimi, tetapi mau mencoba untuk memahami.  Saya juga senang dengan Mbak Ruwi yang mengoptimalkan semua perangkat yang ada dalam cerita, tak ada yang disia-siakan.  Semua hal yang ada di buku ini turut mendukung alur cerita, atau paling tidak akan muncul fungsinya entah di bagian mana.

Eh iya, tadi Sunday datang ke Panti bersama 5 anak, tapi kenapa di sampul buku ini ada enam anak? Coba amati baik-baik, ada satu anak yang berbeda dibanding 5 anak lainnya. Siapakah dia? Cari tahu jawabannya dengan ikutan kuisnya. Jadi Mbak Ruwi Meita yang baik telah menyediakan satu novel Misteri Bilik Korek Api GRATIS untuk satu pengunjung Baca Biar Beken yang beruntung. Cek cara ikutannya ya:


1. Wajib like FP Ruwi Meita dan IG Ruwi Meita (bagi yang punya IG)
2. Follow twitter resmi Penerbit Grasindo
3.  Share postingan ini di media sosial kamu (Twitter atau Facebook atau IG)
4. Jawab pertanyaan berikut ini satu kali saja di komentar postingan ini: 

"Tuliskan satu kalimat yang bikin kamu merinding disko. Maksimal 15 kata ya."

5. Format jawaban:

Nama:
Twitter/FB/Email (salah satu saja):
Tautan share:
Jawaban:

6. Kuis ini hanya berlaku untuk pemenang dengan alamat pengiriman di wilayah NKRI, atau memiliki alamat kirim di NKRI. 
7. Kuisini berlangsung sampai 20 November 2017 berlanjut di IG Kak @atriasartika.

Terima kasih, telah turut meramaikan.

14 comments:

  1. Nama: haitiwi
    Twitter/FB/Email (salah satu saja): @haitiwi
    Tautan share: https://twitter.com/Haitiwi/status/930605145137692672
    Jawaban:

    "Mas, aku telat. GAJIKU DIPOTONG LAGI HUAHUAHUAAA...."

    ReplyDelete
  2. Sandra Hamidah
    Twitter @Sandra_artsense
    Link share: https://mobile.twitter.com/Sandra_artsense/status/930631962024226816

    "Baby sudah 6 bulan, kok Mami belum haid lagi ya? Hmmm"

    ReplyDelete
  3. Nama: AA. Muizz
    Twitter: @aa_muizz
    Link Share: https://mobile.twitter.com/aa_muizz/status/931236705532702720
    Jawaban: Seseorang menghampiri dan bilang, "Maaf, bukumu yang kupinjam kehujanan, jatuh, lalu terlindas mobil."

    ReplyDelete
  4. Nama : Septi Retno Wulansari
    Twitter : @septi_iku_saya
    Link Share : https://twitter.com/septi_iku_saya/status/931359832535220224
    Jawaban : Nonton film horor sampai ketiduran, pas bangun malah tindihan,lihat makhluk yang gak sedap dipandang.

    ReplyDelete
  5. Nama: artha
    Twitter: @artha_amalia
    Tautan share: https://mobile.twitter.com/artha_amalia/status/931682277368610816
    Jawaban: Pacaran sudah 7 tahun, pernikahan di ambang mata, tapi kamu malah ingin selingkuh.

    ReplyDelete
  6. Nama:Ririn
    Twitter: @ririnkgs
    Tautan share:https://twitter.com/RirinKGS/status/931813205319467009
    Jawaban: "Rin, ada yang ngeliatin kamu tuh. Kayaknya dia suka sama kmu."

    ReplyDelete
  7. Nama: Tristanti
    Twitter: @dtinta
    Tautan share: https://twitter.com/dtinta/status/931887406583750658

    Jawaban:
    "Nggak usah pilih-pilih jodoh. Bapak dan Ibu sudah tua. Takut nggak sempat lagi." *merinding gelaaa...* :(

    ReplyDelete
  8. Frida
    @kimfricung (Twitter)
    https://twitter.com/kimfricung/status/931932515157155840?s=17
    Jawaban:
    "I can seee youuuu!" diucapkan dengan nada ala Kunti.

    ReplyDelete
  9. Sylvia

    @sylnamira

    https://twitter.com/sylnamira/status/931949499752235008

    Jwb:
    “Ma, kenapa selalu panggil aku Lidya? Aku Bulan, Ma. Lidya sudah meninggal.”

    ReplyDelete
  10. Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Tautan share: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/932031840474431489?p=v
    Jawaban: Ketika datang sendirian ke acara nikahan, banyak orang bertanya dengan pertanyaan sama "kapan nyusul nikah?"

    ReplyDelete
  11. nama : Farida Endah
    akun twitter : @farida_271
    Link Share : https://twitter.com/farida_271/status/932056649098969088

    jawaban : "Sudah punya pacar, nikah sana gih, usia sudah hampir kepala tiga."

    ReplyDelete
  12. Elsita
    Twitter @sitasiska95
    Link https://twitter.com/sitasiska95/status/932081199786291200

    Lagi jalan bareng pacar tiba-tiba ketemu mantan yang masih dirindukan

    ReplyDelete
  13. Nama : Fitri
    Twitter : @fitt_rilaily
    Tautan share: https://twitter.com/fitt_rilaily/status/932177578839851009
    Jawaban:
    Tengah malam perut mules, tapi toilet di luar rumah. Harus ditahan dulu karena nyariin kunci.

    ReplyDelete
  14. Nama : Dinan Wiyantika
    Twitter : @dinan_wiyantika
    Tautan share : https://twitter.com/dinan_wiyantika/status/932483925129048064

    Jawaban : "Kamu masih tanggung jawab Bapak, kecuali jika kamu sudah bersuami maka kamu tanggung jawab suamimu"

    ReplyDelete