Search This Blog

Monday, November 9, 2015

Magnus Chase and the Gods of Asgard

Judul: Magnus Chase and the Gods of Asgard
Pengarang: Rick Riordan
Penerjemah: ReniIndardini
Penyunting: Rina Wulandari
Tebal: 623 hlm
Cetakan: 1, Oktober 2015
Penerbit: Mizan Fantasy


27223920


                Setelah sukses mengajak pembaca untuk berkenalan lebih akrab dengan mitologi Yunani bersama Percy, Mitologi Mesir bersama keluarga Kane, dan mitologi Romawi bersama Jason Grace; Tuan Riordan nan super produktif ini kembali memanjakan pembaca dunia dengan kisah-kisah superseru bersama kaum dewa-dewi. Kali ini, Om Rick memilih mitologi Nordik sebagai setting kisah fantasi terbarunya, Magnus Chase dan Dewa-Dewi Asgard. Seperti Percy dkk yang demigod alias blasteran, tokoh utama kita kali ini juga merupakan putra dari salah satu dewa Nordik. Siapa dewa yang kali ini menjadi ayah dari Magnus Chase? Jawabannya ada di halaman 126.

“Kita dipilih untuk masuk Valhalla karena keberanian dan kehormatan kita pribadi, bukan karena garis keturunan.” (96)

                Bangsa-bangsa Nordik digunakan untuk menyebut mereka yang tinggal di benua Eropa belahan utara-barat,di dekat lingkat Artik, atau kawasan yang kini mencakup Skandinavia. Ada satu bangsa kuno amat termashyur yang berasal dari kawasan ini, bangsa barbar yang pernah mengetarkan kawasan pesisir Eropa dan Amerika seribu tahun yang lalu. Siapa lagi kalau bukan bangsa Viking dengan kapal-kapal mereka yang kokoh, kemampuan bertempurnya yang luar biasa, serta perang dan perang dan darah dan darah. Untungnya, Om Rick masih seperti biasanya, jago banget menulis data-data sejarah nan membosankan menjadi kisah seru yang sangat sayang untuk dilewatkan. 

 "Kurcaci - kurcaci duduk di undakan, bertepuk tangan dan bersorak saat kami lari melintas. Segelintir dari mereka merekam video kami lewat ponsel pintar hasil kerajinan tangan unik yang tiada duanya di dunia ini. Kuduga upaya pelarian kami akan menuai kehebohan di dunia maya kurcaci, yang tersohor di antara dunia-dunia maya." (hlm. 407)
               
                Magnus Chase, remaja piatu (karena Ayahnya dewa nan kekal, tentu saja), harus hidup menggelandang di jalanan selama dua tahun sejak ibunya meninggal secara misterius akibat serangan api yang melalap apartemen mereka. Dia hanya ditemani dua orang tuna wisma lain bernama Hearth dan Blitz (dua tokoh ini lebih hebat dari kelihatannya), satu-satunya eh dua-duanya orang yang masih mau peduli kepadanya. Kehidupannya mungkin akan terus membosankan dan dingin seperti itu jika dewa-dewi (yang sering kali usil) tidak campur tangan dengan menggeser roda nasibnya ke arah yang lebih panas (secara harfiah) dan berdarah-darah. Tiba-tiba saja Magnus dipaksa oleh sang paman yang lebih sering tak peduli untuk mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, warisan dari sang Ayah, yang terbenam di dasar Sungai Charles: Pedang Musim Panas.
                
"Begitulah bangsa peri. mereka memiliki ambang toleransi rendah terhadap apa pun yang tidak sempurna--musik, seni, penampilan. Anak mereka sendiri.' Aku ingin memprotes ketidakadilan tersbeut. Kemudian, aku memikirkan bangsa manusia dan kusimpulkan bahwa kita pun sama saja." (hlm. 315)

 
                Singkat cerita, Magnus berhasil memanggil pedang itu (karena itu memang pedang yang berhak dia klaim) dan muncul dewa usil lain yang juga menginginkan pedangnya. Si ceking Magnus pun harus mempertahankan pedangnya (sekaligus melindungi orang-orang fana yang tengah ada di Jembatan Longfellow tempat dia memanggil pedang itu) dengan melawan Surt, sang penguasa Dunia Api Muspellheim. Pedang Musim Panas konon merupakan bilah tertajam di Sembilan dunia (ya, mitologi Nordik memiliki Sembilan dunia yang dihubungkan oleh dahan-dahan Pohon Dunia, Yggdrasill). Surt ingin menggunakannya untuk membebaskan Fenris dari belenggu abadi. Fenris adalah serigala dewata yang kemunculannya menandai dimulainya Ragnarok atau kiamat ala bangsa Nordik.
                “Aku menamainya Andskoti, yang berarti seteru. Tali tersebut dianyam dari paradox-paradoks terkuat di Sembilan Dunia—WiFi antilemot, ketulusan politikus, printer yang bisa mencetak, gorengan sehat, dan kuliah tata bahasa yang menarik.” (hlm 398)
                Meskipun telah berjuang sekuat tenaga, Magnus hanyalah cowok biasa yang punya hati, punya rasa bukan tandingan seorang dewa penguasa neraka. Magnus mati setelah pertempuran yang tidak imbang. Lalu, semuanya selesai? Belum. Ini baru awal perjalanan Magnus. Gugur secara terhormat di medan pertempuran membuat Magnus terpilih sebagai eiherjar dan berhak menjadi penghuni Valhalla alias surga bangsa Viking. Dalam mitos, dikisahkan para pahlawan Viking tinggal dalam kenyamanan dengan sesekali latihan pertempuran berdarah-darah sebagai persiapan mereka saat Ragnarok tiba. Magnus pun harus bersiap dengan bakatnya, berlatih hingga berdarah-darah selama di Valhalla. Oh iya, di Valhalla ternyata ada IKEA juga loh. LOL.

                “Pengorbanandan keberanian harus muncul secara spontan—reaksi heroic yang tulen ketika menghadapi krisis. Munculnya harus ikhlas, dari hati, tanpa mengharapkan imbalan.” (Hlm 112)

                Tapi, takdir Magnus tidak berhenti di Valhalla. Dia harus kembali mencari pedang milik ayahnya yang hilang dalam pertempuran bersama Surt. Kemudian, beserta teman-teman baru dan lamanya, Magnus harus berpetualang menjelajahi dunia (tepatnya Sembilan dunia) untuk mencari pedang musim panas sekaligus membelenggu ulang serigala Fenris yang konon akan segera lepas. Resep buku misi perjalanan ala Percy Jackson kembali berulang di sini, Magnus and the gank harus menemui beragam dewa-dewi absurd yang bikin ngakak. Mulai dari dewi Laut Ran yang gemar sekali memulung sampah (“Ornamen bunga matahari plastik yang berputar-putar ini? Benda ini sudah tidak diproduksi! Harganya paling tidak sepuluh dolar.”), Freya yang rela menikahi empat kurcaci demi mendapatkan perhiasan karya mereka, Thor yang tak pernah melewatkan satu pun episode serial Sherlock di BBC Channel, hingga Odin yang rela mengantre selama enam jam di udara terbuka demi menguak pengetahuan dalam ponsel keluaran terbaru. Jika Gunung Olympus ada di New York, maka akar pohon dunia Ygdrassil berada di Boston, poros dari Dunia Midgard (atau Dunia Bumi). Jadi, pembaca bakal disuguhi dengan detail kota Boston dalam buku ini. Setting baru, dewa-dewi baru, cerita baru.

“Edgar Allan Poe lahir di Boston. Bukan kebetulan bahwa puisinya yang paling terkenal, The Raven, adalah tentang gagak, salah satu hewan keramat Odin.” (hlm 147)

                Selain  memperkenalkan pembaca dengan dewa-dewi yang sama sekali baru (terutama bagi pembaca yang belum tahu banyak tentang mitologi Nordik kecuali Thor dan Loki di The Avengers), Om Rick juga membawa tokoh-tokoh baru lewat karakter yang benar-benar baru. Magnus sangat berbeda bila dibandingkan dengan Percy, apalagi Jason. Magnus ini gondrong, pemberontak, tipe badboy namun tak disangka hatinya lembut. Dia juga suka membaca buku-buku fantasi terbaru kayak kita (‘Aku menelaah rak buku: para penulis kisah fantasi dan horor favoritkusemasa kecil—Stephen King, Darren Shan, Neal Shusterman …’). Selain itu, ada tokoh baru yang benar-benar beda. Perkenalkan Valkyrie pribadi Magnus yang bernama Samirah, dan dia adalah seorang cewek muslim. Hijabnya bahkan didesain khusus dapat digunakan untuk menyaru atau menyamar sesuai dengan lingkungan sekitar. Keren kan!

               
http://41.media.tumblr.com/tumblr_m4g5lzLiVh1rsmwu8o1_500.jpg
Gambar: Ygdrassil atau Pohon Dunia yang menghubungkan Sembilan Dunia dalam Mitologi Nordik
 (kalboor.com)         

Bagi yang bisa move on dari Percy Jackson, seri Magnus Chase ini akan memberikan hiburan yang segar dan beda. Akan lebih baik jika kita membaca novel ini berbekal buku mitologi Nordik, atau sambil googling di Wikipedia dan rekan, untuk mencari tahu siapa itu Odin, Frey, Freya, atau Pohon Dunia. Rune tentu saja ada, di halaman-halaman novel tebal ini, tertera daftar rune dan maknanya. Dilampirkan pula semacam glosarium singkat tentang istilah-istilah berbau nordik dalam buku keren ini.      

4 comments: