Search This Blog

Monday, October 19, 2015

Pengumuman Pemenang Giveaway "Merindu Cahaya de Amstel"

Judul: Merindu Cahaya de Amstel
Pengarang: Arumi E
Penyunting: Donna W
Sampul: Shuttercock dan Supriyanto

Cetakan: 1, 2015
Tebal: 272 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


                

                “Karena manusia memang diciptakan beragam. Tuhan bilang supaya kita saling mengenal. Manusia memang tidak akan bisa seragam, punya cara hidup dan keyakinan pilihan sendiri. Yang harus kita lakukan adalah saling menghargai pilihan masing-masing.” (hlm 237)

Nicolaas van Dijk dan Khadija (Marien Veenhoven) dipertemukan di tepian sungai Amstel, kota Amsterdam Belanda. Dua sosok yang berbeda 180 derajat, walaupun sama-sama Eropa. Ada hal tidak biasa dalam sosok Khadija  yang membuat Nico seolah selalu ingin mendatangi gadis itu. Bukan hanya siluetnya yang tampak berselimut cahaya ketika tanpa sengaja Nico memotret gadis itu untuk pertama kalinya, tetapi keteguhan prinsipnya yang sedikit banyak mengingatkan Nico akan keadaan dirinya sendiri. Dua insan dipertemukan, tanpa satu pun menyadari bahwa benang-benang takdir telah mempertemukan keduanya sebagai awal dari rangkaian begitu banyak peristiwa.

                Semua butuh proses, Mala. Allah menilai proses yang kamu lalui. Yang penting kamu sudah berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.”  (hlm 100)

                Sejak terpesona dengan Ayat-Ayat Cinta sekitar sepuluh tahun lalu, saya belum menemukan novel Islami sejenis yang mampu menghadirkan sesuatu yang baru. Novel-novel religius berembel kata ‘cinta’ pada judulnya seolah seperti membebek kesuksesan AAC, dengan jalan cerita yang bisa dikatakan agak-agak mirip. Di satu sisi, kemunculan novel religi Islami selayaknya disambut dengan sukacita sebagai pengimbang novel-novel pop yang membanjiri pasar. Namun, perlu adanya sentuhan baru agar pembaca tidak bosan dengan cerita yang begitu-begitu saja. Di novel Merindu Cahaya de Amstel karya Arumi E ini akhirnya saya menemukan apa yang saya cari.

                Dan tanpa sadar kita akan melakukan kesalahan-kesalahan baru. Tidak apa-apa. Itu membuat kita bersemangat ingin menjadi lebih baik lagi.” (hlm 53)

                Seorang gadis Belanda memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sungguh sebuah keputusan yang berat karena hal ini berarti mengubah 180 derajat seluruh aspek kehidupannya. Dari yang gemar berpesta pora menjadi lebih banyak puasa sunnah, dari yang semula bebas bergaul dengan siapa saja menjadi dengan mereka yang sudah muhrim saja, dan yang paling berat baginya mungkin adalah harus mengenakan kerudung yang menutupi rambut hingga ke badannya. Sungguh ini adalah sebuah keputusan dengan konsekuensi yang tidak ringan.

                Kalau kamu sudah punya niat kuat ingin mewujudkan sesuatu, selalu ada jalan untuk mencapainya. Itu law of attraction namanya. Yakinlah dengan keinginanmu.” (hlm 184)

Tapi, tidak, buku ini bukan tentang kisah perjuangan Khadija dalam mendalami Islam. Kisah tentang seorang muallaf mungkin sering sudah kita baca, sementara novel ini adalah semacam perpanjangan dari seorang muslim yang juga seorang Eropa. Jadi, kisahnya dibalik. Kita diajak memandang Islam dari kacamata seorang Belanda, baik seorang muslim maupun nonmuslim (Pieter). Bahkan, Mala—yang adalah seorang Indonesia di buku ini—oleh penulis ditempatkan sebagai seorang yang belajar Islam dari seorang Eropa. Sudah saya bilang, buku ini bukan sekadar novel Islami pasaran, ada sesuatu yang istimewa di dalamnya. Bedanya baru akan terasa saat kita membacanya.

“Manusia sering salah dan khilaf. Tapi, dari kesalahan itu kita belajar memperbaiki diri.” (hlm. 53)

Dengan setting Belanda, saya awalnya mengira paling-paling setting di luar negerinya hanya sekadar tempelan (seperti novel-novel lokal bersetting luar negeri yang sudah-sudah). Ternyata dugaan saya keliru. Aroma Belanda terasa begitu kental di  novel ini, bahkan setting Indonesia hanya mendapat porsi sekitar 25 – 30% dari keseluruhan buku ini. Inilah kekuatan riset, tampak benar kalau penulis melakukan riset secara serius selama proses penggarapannya.

Tidak masalah bagiku. Aku seorang yang memandang ke depan. Tidak terpengaruh dengan masa lalu seseorang.”  (Hlm 97)

Lalu bagaimana dengan ceritanya? Saya yang sudah lama tidak membaca novel Islami saja terkagum-kagum dengan kebaruan yang dibawa buku ini. Walau ini novel Islami, sama sekali tidak terasa kesan menggurui  atau menceramahi. Semua karakter dibiarkan mengalir apa adanya: ketegasan Khadija dalam mepertahankan prinsipnya, dorongan benih-benih cinta yang memang manusiawi, apatisme Nico sebagai warga Eropa, juga tentang pandangan realitis Mala yang memang apa adanya. Semua tidak terasa dipaksakan dan ditulis dengan begitu realistis.

                Aku tidak punya hak memaksamu, Mala. Kamu punya hak penuh akan menjalani hidupmu seperti apa. Kamu sendiri yang menentukan.” (hlm 100)

Ini benar-benar novel Islami yang beda!





Terima kasih untuk teman-teman yang sudah ikutan giveaway keren ini. Saya sudah memilih dan dengan mantap langsung menyukai jawaban dari Didi Syahputra sejak pertama kali saya membacanya.

Khadija (Marien Veenhoven); Sosok yang teguh dalam memegang prinsip hidup. Selain karena beberapa kutipan novel di atas yang merupakan ucapan Khadija. Keyakinan Saya semakin kuat karena dia terlahir bukan dari keluarga muslim. Akan tetapi, mencari dan menggali islam secara sendiri. Sepanjang pengetahuan, seorang muallaf akan lebih punya rasa ingin tahu (penasaran) terhadap islam dan selalu ingin menggalinya lebih dalam daripada islam yang hanya keturunan, kecuali jika pondasi keislaman keluarganya sangat baik. Khadija juga seseorang yang optimis memandang kehidupan, tidak terpaut dengan masa lalu meski seburuk apapun itu, tidak suka memaksakan kehendak, "Proses dakwah bukanlah merubah seseorang menjadi baik. Akan tetapi, mengajarkan dan memberi contoh dengan baik," Prinsip dakwah Khadija yang dapat Saya simpulkan.

Nama Lengkap: Didi Syaputra
Kota Domisili: Tembilahan, Riau
Twitter/Facebook/Email: @DiddySyaputra/Didi Syaputra/syaputradiddy@ gmail.com


Silakan kepada Bro Didi untuk mengirimkan nama lengkap, alamat jelas, dan nomor kontak yang bisa dihubungi ke email saya: yuliantodion@gmail.com untuk pengiriman hadiah. 

Kepada teman-teman yang belum beruntung, masih bisa ikutan blogtour dan giveawaynya di blog Rizky. Terima kasih juga buat Mbak Arumi, semoga sukses dengan karya-karyanya. 


Terima kasih sudah berkunjung dan ikutan giveaway ini.

24 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Jawaban:
    Khadija (Marien Veenhoven); Sosok yang teguh dalam memegang prinsip hidup. Selain karena beberapa kutipan novel di atas yang merupakan ucapan Khadija. Keyakinan Saya semakin kuat karena dia terlahir bukan dari keluarga muslim. Akan tetapi, mencari dan menggali islam secara sendiri. Sepanjang pengetahuan, seorang muallaf akan lebih punya rasa ingin tahu (penasaran) terhadap islam dan selalu ingin menggalinya lebih dalam daripada islam yang hanya keturunan, kecuali jika pondasi keislaman keluarganya sangat baik. Khadija juga seseorang yang optimis memandang kehidupan, tidak terpaut dengan masa lalu meski seburuk apapun itu, tidak suka memaksakan kehendak, "Proses dakwah bukanlah merubah seseorang menjadi baik. Akan tetapi, mengajarkan dan memberi contoh dengan baik," Prinsip dakwah Khadija yang dapat Saya simpulkan.

    Nama Lengkap: Didi Syaputra
    Kota Domisili: Tembilahan, Riau
    Twitter/Facebook/Email: @DiddySyaputra/Didi Syaputra/syaputradiddy@ gmail.com

    Terima Kasih!

    ReplyDelete
  3. sosok Nicolaas van Dijk dalam bayangan ku pasti bule banget, tinggi, bola mata dan rambut berwarna hazel, kalau di dunia nyata itu Cody Christian hehe.
    Sosok Nico disini menurutku adalah sosok lelaki yang super dingin, acuh dan masa bodo. Namun setelah bertemu dengan Khadija dia ingin menjadi sosok yang lebih baik lagi. Tidak perduli dengan masa lalu dan terus melangkah menuju masa depan yang jauh lebih baik. Dan yang lebih penting disini dia optimis dan pantang menyerah.


    Jadi penasaran pengen baca bukunya.

    Nama lengkap: Eris Andriani
    Kota: Kota Batu-Malang Jawa Timur
    Twitter: @RizAnNie88
    FB: Ayas Eyist Lach

    Terima kasih kakak 😁

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Jawaban :
    Sosok Nicolaas Van Dijk, yang dapat saya gambarkan secara fisik berambut coklat, berhidung mancung, bermata biru, dengan tinggi 1,8 meter.Sifatnya selalu ingin tahu, haus akan kebenaran. Sepertinya dia mengenal islam dari sosok Khadija. Pandanganya terhadap wanita muslim pun apatis.Sosok yang ortodox.Sekian saja dari saya. Wassallammuallaikum Wr. Wb. Terima kasih ^_^

    Nama Lengkap : Ardita Ardyanti
    Kota tinggal : Jakarta
    Twitter : @ardyanti18

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Sosok Nicolaas van Dijk secara fisik itu bersosok tinggi khas orang eropa, dengan rambut perunggu, namun bermata coklat dengan tatapan tajam yg diturunkan dari gen ibunya yang berdarah indonesia (jawa). Sebagai orang yang menyukai street photography, Nico dengan penampilan casualnya selalu membawa camera, karena hobinya itu juga dia tanpa sengaja memotret Khadija. Ditinggal ibunya (yang memilih kembali ke Indonesia) sejak kecil, menjadikan Nico pribadi yg dingin & keras, lebih suka menyendiri dan mandiri. Namun pertemuannya dengan Khadija yang mempesona membuat hatinya yg dingin sedikit menghangat, dan kemunculan Mala yang orang Indonesia mengusik rasa penasaran dan kerinduannya pada sosok sang mama yang lama pergi.

    Karena belum pernah baca novelnya, jadi cuma bisa membayangkan sesuai gambaran review beberapa blogger & kesan yang aku tangkap aja deh, semoga sesuai :D

    Nama lengkap: Auliyati
    Kota domisili: Serang
    Twitter: @nunaalia

    ReplyDelete
  8. Nama Lengkap: Mega Widyawati
    Kota Domisili : Nganjuk
    Twitter: @widy4_w
    Email: widya.mega354@gmail.com

    Nicolaas van Dijk seorang warga belanda. pastinya dia laki2 tampan, tinggi samapi 2 meteran, apalagi kalo pendiam dan terkesan misterius akan menambah kesan cool n kece badai. Nico itu keturunan jawa-amsterdam, aku malah ngebayangin Dia pakai bahasa jawa gimana yah,muka-nya keJawa2an. Nah dalam cerita kan Nico juga mau ke Indonesia, tepatnya di Yogyakarta. "Hei Nico mampir yah dirumahku, aku orang jawa lho...", tawarku dengan senang hati, .../kalo ketahuan khadija/maaf khadija aku khilaf/hehehe...

    ReplyDelete
  9. Nicholas van Dick, cowok berkarakter keras, pendiam, dan misterius(gaya umum cowok yang suka street photography,,ehem flashback dikit nih..), sifatnya yang digambarkan dingin, kaku dan tidak percaya akan indahnya cinta tuhan, mungkin saja menjadikan nico cowok yang super aneh, belum lagi sifat acuhnya membuat karakter nico dicap sebagai sosok apatis, namun biasanya cowok dengan karakter ini punya kerinduan tersendiri dalam hatinya, rindu akan cinta allah, hanya cinta yang dapat meluluhkan hatinya,sedingin-dinginya nico bagiku dia tetap cowok yang konsisten dan beda dibuktikan dengan pandangannya, bahwa dia tak pernah menilai seseorang dari masa lalunya, kece kan vro kalau ada cowok yang konsisten sama masa depan!
    untuk fisik nico 11 12 lah sama artis turki Burax Tozkoparan hehehe..
    Nama: Nabila Rheva Zuhrita
    kota domisili: Palembang, Sumsel
    twitter : @zuhrinab_bila
    email :nabilarheva@yahoo.com

    ReplyDelete
  10. JAWABAN:
    Nicolaas van Dijk adalah pria berkulit kuning kecoklatan--seperti orang jawa--dengan tinggi sekitar 185 sentimeter. Sorot matanya tajam dengan iris berwarna cokelat dan bulu mata yang lentik. Dahinya akan berkerut samar ketika dia mencoba untuk serius seperti ketika memfokuskan kameranya. Hidungnya mancung dan tampak menarik dengan rambut hitamnya yang terkadang melambai-lambai saat angin menyapanya di sekitar sungai Amstel. Tulang pipinya begitu menonjol yang apabila tertawa akan dengan mudahnya membuat orang lain ikut tertawa. Bibirnya mampu membuat senyuman lebarnya benar-benar mengesankan. Postur tubuhnya yang tegap membuatnya tampak berwibawa, apalagi dengan kamera yang selalu ia bawa--seperti yang diceritakan bahwa ia tanpa sengaja memotret Khadija di Sungai Amstel. Nicolaas seorang yang tak acuh dan hanya menyukai apa yang ia sukai seperti memotret, namun, setelah bertemu Khadija, hal yang disukainya bertambah dan membuatnya ditarik untuk lebih dekat dengan gadis itu. Dia adalah pria berhati dingin yang menjadi lebih hangat setelah bertemu dengan Khadija. Dia sosok yang putus asa dengan sifat apatisnya, namun, Nico selalu mencoba untuk mencari tahu. Kurang lebih seperti itu Nico di bayangan saya. :)

    NAMA LENGKAP: Putri Prama Ananta
    KOTA DOMISILI: Probolinggo
    TWITTER: @PutriPramaa

    ReplyDelete
  11. Nicolaas van Dijk. dengan tinggi menjulang nyaris 190 cm, membuat semua orang harus mendongak ketika berbicara dengannya. bola matanya berwarna biru, mengingatkan akan dalamnya samudra yang misterius, namun menggoda. yang membuatnya terlihat 'cute', ada lesung pipit yang muncul di pipi kanannya ketika dia tertawa. untuk pribadinya sendiri, dia tipe yang tenang dan tidak gegabah. dia suka mengobservasi apapun yang terlihat di sekelilingnya. mungkin dia tidak pandai berbicara, tapi dia sangat perhatian dan sifatnya pun lemah lembut. yah, kira2 itu gambaran Nico di pikiran saya :)

    Nama: Eni Lestari
    Kota Domisili: Malang
    Twitter: @dust_pain

    ReplyDelete
  12. Nicolaas van Dijk itu pria Belanda dengan tinggi 1,88 meter, berkulit putih, hidung mancung, bermata cokelat, berlesung pipit, berdada bidang dan berotot dengan rambut berwana hitam kecoklatan yang diset dengan gaya mohawak. Memiliki tatapan mata setajam elang yang mampu membius setiap orang yang menatap matanya. Sangat suka memakai T-Shirt berkerah dan celana kargo saat keluar krn menurutnya pakaian itu bisa membuatnya lebih leluasa saat mengambil photo. Selalu membawa kamera DSLR di lehernya krn dia merasa selalu ada objek menarik dimanapun dia berada dan setiap object itu harus diabadikan.Seorang pria yang meski terlihat sangat kuat, mandiri dan mendominasi namun rapuh dan memiliki rahasia didalamnya.

    Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Domisili : Medan
    Twitter : @n0v4ip

    Terima Kasih ^^

    ReplyDelete
  13. Nicolaas, ia berkulit putih khas orang Eropa. Rambutnya berwarna hitam dengan gaya rambut messy hair. Tatapan matanya tajam dengan iris mata bewarna coklat tua, jika ia tertawa matanya menyipit. Alisnya tidak terlalu tebal, hidungnya mancung dan memiliki bibir yang tipis dengan garis rahangnya tegas. Dengan tinggi kurang lebih 180 cm, badanya tegap dengan bahu yang lebar.
    Nico lelaki yang independen dan berwawasan luas. Ia memiliki pola pikir terbuka tetapi ia sangat berpengang teguh pada pendiriannya. Ditinggalkan ibunya sejak kecil menjadikan Nico sosok yang mandiri dan acuh, walaupun sebenarnya ia peduli. Sampai ia bertemu Khadija, wanita yang membuat ia penasaran dan mengusik kenangannya akan ibu yang meninggalkannya saat kecil. Sosok Khadija yang terekam pada foto juga membuat ia resah dengan prinsip yang sudah dia pegang yang akhirnya membawa Nico meraih kebenaran dan menemukan kebahagiaan 

    Nama Lengkap : Aprilia Ratna Dewi Pramesti
    Kota : Bandung
    Twitter : @ApriliaRatna84
    Email : apriliardp@gmail.com

    ReplyDelete
  14. Nicolaas Van Dijk itu pria yang sopan, berpikiran terbuka, penuh rasa ingin tahu. Dia juga sepertinya sosok yang berprinsip teguh pada pendiriannya. Meskipun ada hal yang terlihat berbeda dari kehidupannya dia akan tetap menghormati hal tersebut selama tidak bertentangan dengan prinsipnya.

    Nama : Veny
    Kota : Balikpapan
    Twitter : @yutakaNoYuki

    ReplyDelete
  15. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Domisili : Jember
    Akun twitter : @Agatha_AVM

    Nicolaas van Dijk, seorang pria berkebangsaan Belanda dengan rambut berwarna cokelat tua, badannya tegap dan gagah, bermata blue saphire, hidung mancung (pastinya), perawakannya juga berwibawa, berkacamata, membawa tas selempang, memakai jas hitam dan sepatu vantouvel hitam. Rapi dan terkesan cool. Dia juga merupakan salah satu staf yang bekerja di Kedubes Belanda. Sebelum berangkat ngantor, dia pasti beli secangkir kopi di sebuah Cafe dan berjalan kaki sambil menikmati sejuknya udara pagi hari di musim panas. Dia seorang cowok yang berprinsip waktu adalah uang. On time. Meskipun terkesan cool dan susah didekati, tapi jangan salah dia seorang tipe cowok setia dan lebih mengutamakan pasangan. Nicolaas van Dijk, tidak akan pernah bergantung pada orang lain. Dia berusaha kuat, tegar, berwibawa dan memimpin. Sesulit apapun masalahnya pasti akan berusaha dia tangani. Bisa dibilang Nicolaas van Dijk juga tipe cowok misterius di mata orang lain. Padahal sebenarnya, dia hanya memposisikan diri sesuai dengan lingkungan dan tidak ingin orang lain mencampuri hidupnya begitu juga sebaliknya.

    ^_^

    ReplyDelete
  16. Dalam imajinasiku, sosok Nico itu secara fisik memiliki postur tubuh yang tegap, tinggi, besar sesuai dengan kebanyakan orang Eropa. Kulitnya putih pucat, matanya berwarna cokelat muda berukuran besar dibingkai alis yang tebal warisan dari mamanya yg keturunan Indonesia. Alisnya lebat, hidungnya mancung, ada bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar dagunya yang sangat tegas. Rambutnya ikal, agak panjang dan tidak terlalu ditata. Kegemarannya pakai T Shirt dan Jeans.

    Kalau secara kepribadian, Nico menurutku adalah sosok yg introvert, pendiam, romantis. Dari pandangan pertama sekilas seperti orang yang cuek dan misterius karena ia tidak mudah membagi cerita hidupnya dengan orang lain. Walaupun begitu, ia sangat rapuh dan berusaha mengisi kehampaan dalam hidupnya.
    Hmm.. mungkin deskripsinya agak berlebihan. Maafkan daku, mbak Arumi :D

    Rini Cipta Rahayu
    Karangasem, Bali
    @rinicipta

    ReplyDelete
  17. Nah.. Kayaknya udah ikutan. Tapi kok nggak ada yaa..

    ReplyDelete
  18. Naning Pratiwi
    @chelseas_lovers
    chelsea_lovers83@yahoo.com

    Nicolaas van Dijk, Belanda tulen dengan tinggi 1.8-1.9 kulit putih khas Kaukasia. Mungkin, bisa seperti Daley Blind atau Dirk Kuyt (ini semua pemain bola Belanda. hihi) dengan rambut sedikit kriwul. Mata coklat yang teduh. dan mungkin bisa ada tambahan lesung pipi di bagian kiri atau kanan.
    Kalau kepribadian, jutek, cuek, but tetap cool. Aduhhhhh......
    Tapi kalau udah care sama cewek, rasa penasarannya tinggi untuk lebih mengenalnya.

    ReplyDelete
  19. sosok Nicolaas van Dijk sesuai imajinasi gue tuh, secara fisik badan tinggi, tegap, dan besar, berkulit putih khas orang Eropa. Rambutnya hitam lebat, lurus, dengan gaya disisir rapih, alisnya hitam dan tebal, matanya bewarna gelap dan agak sayu, serta garis garis wajahnya yang bercirikan orang Jawa membuatnya terlihat lebih manis.
    secara emosional, Nico adalah orang yang mandiri, mempunyai prinsip hidup, pembawaannya tenang, dan menyimpan rasa penasaran yang tinggi kepada ibunya. Dilihat dari kesibukkannya berkuliah di jurusan arsitektur dan sebagai kontributor tetap di sebuah majalah, Nico adalah orang yang loyal dan profesional dalam bekerja, cerdas dan juga seorang pemikir. Orang-orang mengenalnya sebagai orang yang baik hati dan ramah, walaupun sesungguhnya karakternya lebih kepada gabungan plegmatis-melankolis. Hidupnya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab. Hal ini menekankan bahwa pribadi Nico lebih misterius daripada yang dibayangkan. gitu aja sih. hehehe...

    (walaupun saya non muslim, tapi tetep penasaran sama novel ini. #semoga beruntung)

    Nama :Tiara I. K.
    Twitter/Facebook : @tirr_ / Tiara Pangaribuan
    Kota Domisili : Jakarta Timur
    email : tiara.borpang@gmail.com
    link share : https://twitter.com/tirr_/status/657163951013167104

    ReplyDelete
  20. Nicolaas van Dijk, seorang pria yang menyimpan begitu banyak rahasia dalam dirinya dibalik sifat kedewasaan dan senyum menawannya. Pria yang ingin melupakan kenangan masa lalunya, namun tak mampu keluar dari kerterpurukan itu. Pria yang kembali haus akan rasa kasih sayang dan cinta, bahkan ketika menemukan wanita yang menurutnya bisa memberikan itu semua untuknya, tak berani ia untuk jujur pada dirinya sendiri. Terus saja keras kepala, sampai pada akhirnya ketika ia merasa akan kehilangan kembali orang yang ia kasihi. Sebelum terlambat, secara perlahan ia memberanikan diri untuk menunjukkan dirinya yang sebenarnya, seorang pria yang tak mampu menahan air matanya dikala mimpi-mimpi buruk itu terus menemani disetiap tidurnya, seorang pria yang merasakan remuk di hatinya setiap ia berusaha tersenyum pada semua orang, dan seorang pria yang selalu terlihat nyaman pada dirinya namun sebenarnya telah mengubur dalam semua impiannya, seorang pria yang merindukan kasih sayang dan cinta yang tulus.

    Tri Indah Permatasari
    Palembang
    @LiebeIs0503/triyusufciduk@yahoo.com

    ReplyDelete
  21. Nicolaas van Dijk, seorang pria keturunan Belanda-Indonesia dengan fisik dominan Belanda. Ia hobi menyendiri dan berkeliling--mengikuti langkahnya--sambil membawa kameranya. Seseorang yang keras kepala dan belum berdamai dengan dirinya. Ia juga tidak mudah percaya pada orang-orang yang mendekatinya dan memilih menyembunyikan semua kenangan buruknya sendiri. Pria yang berusaha merasa 'baik-baik saja' tapi sebenarnya ia merupakan sosok yang ragu-ragu dan sensitif. Hanya kejujuran dan keteguhan yang bisa meluluhkan hatinya dan setelah menemukannya perlahan-lahan ia mencoba membuka diri lagi.

    Nama : Fitra Aulianty
    Domisili : Pekanbaru
    Twitter/email: @fira_yoopies / fitra.aulianty@gmail.com

    ReplyDelete
  22. Nicolaas van Dijk, dari segi fisik aku imagine aktor Amerika, Scott Eastwood. Sosok yang tinggi dan tegap, wajah Eropa yang maskulin. Dari segi emosi tipe care dan misterius yang lebih ditonjolkan.
    Banyak yang ia pertanyakan didunia ini, termasuk sikap apatis yang tunjukkan kepada semua orang.

    Nama : Tasya
    Kota asal : Bandung
    Twitter/email : @tasyaamanda95 / tasyaamanda9525@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/tasyaamanda95/status/657463913743675392

    ReplyDelete
  23. Nicolaas van Dijk, wajahnya serupa aktor Gaspard Ulliel dengan rambut coklat agak panjang yang terkadang rapi (jika dikuncir), terkadang dibiarkan berantakan begitu saja. Ia adalah seorang yang sedikit berbeda dengan kebanyakan orang Belanda--yang sering dinilai friendly dan hospitable--ia lebih mudah untuk memberi kesan kelabu serta acuh tak acuh melalui wajahnya. Ia bak air laut; dingin, tenang namun terkadang menghanyutkan, serta menyimpan banyak rahasia di dalamnya. Ia sedikit sarkastik dengan tatapan tajamnya yang mampu membuat siapapun segan. Ia tak suka basa-basi dan tak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap sesuatu. Ia cinta ketenangan. Ia tak mudah emosi, namun jika sudah merasa terusik, ia takkan segan menghajar targetnya sampai tak kenal ampun. Ia tidak pernah punya hubungan serius dengan wanita karena trauma akan masa lalunya; takut ditinggalkan orang yang dicintai. Sebenarnya ia mendamba kebahagiaan, namun terlalu takut menerima kenyataan jika tak sesuai dengan harapan.

    Nama Lengkap: Fabiola Izdihar
    Kota Domisili: Jakarta
    Twitter: @fazidaa_

    ReplyDelete
  24. Nama: pramestya
    Domisili: temanggung
    Twitter: @p_ambangsari
    Nico itu cowok berperawakan tinggi kurus berisi khas orang Eropa, memiliki rambut ikal pirang, berotot sedang, rahangnya kuat, lekuk wajah tegas, alis mata menonjol dan mata yang sedikit lebih kedalam daripada alis itu sendiri. Mata berwarna hijau. Pembawaannya kalem, disiplin, cerdas, memiliki sifat negatif sebagai kelemahannya yang kurang bisa aku deteksi -_-. Dia juga termasuk cowok idola semua cewek namun terlalu cuek dan misterius:3 Sekali dia marah, marahnya bakal kayak badai, menghancurkan siapa saja alias nyeremin.

    ReplyDelete