Search This Blog

Friday, May 23, 2014

Xar dan Vichattan 2 : Prahara

Judul : Xar dan Vichattan 2 : Prahara
Pengarang : Bonmedo Tambunan
Editor : Ari Prabowo dan Leonie Siregar
Tebal : 423 hlm
Cetakan : 1, Juli 2010
Penerbit : Adhika Pustaka



Bahkan lebih epic daripada buku pertamanya, begitulah saya menyebut seri kedua dari Xar dan Vichattan karangan Bonmedo Tambunan ini. Setelah kesulitan menghentikan proses pembacaan selama memegang buku pertama, saya terpaksa berhenti dulu membaca seri ini karena saya tiak punya buku kedua. Sudah mencari-cari di toko buku sekeliling Jogja pun tidak menemukannya, bahkan saya sempat mau menitip ke teman di Jakarta. Disamping susah dicari, penerbit yang menerbitkan serial ini konon sudah gulung tikar, maka semakin sulitlah serial ini dicari. Untung banget di grup whatsapp ada seorang Santa yang baik banget. Beliaulah Rahib Tanzil Hernadi yang bermukim di bandung. Atas jasa dan kebaikan beliaulah sehingga saya menemukan buku kedua ini dan akhirnya bisa meneruskan membaca ketiga serinya.

                Seperti saya ungkap di muka, seri kedua ini jauh lebih intens dan keren ceritanya. Dari awal bab pertama saja pembaca sudah disuguhi adegan pertempuran antara elemen alam melawan sihir jahat. Kemudian, lembar demi lembar setelahnya bak adegan susul menyusul yang mendebarkan, membikin penasaran, dan membuat pembaca enggan meletakkan buku ini sebelum selesai. Benar-benar hebat ide dan cara si penulis membangun konflik, menjalankan cerita, dan membuat pembaca tidak bosan. Meskipun hutufnya kecil-kecil dan dengan kertas buram, buku ini begitu membuat ketagihan, terutama bagi para penggemar kisah fantasi yang minim romansa tetapi berjuta aksi laga.

                Melanjutkan seri pertama, Prahara benar-benar memiliki kualitas cerita sebagaimana tercantum pada judulnya. Buku kedua ini benar-benar penuh prahara yang ditimbulkan oleh kelompok kegelapan pimpinan Khalass. Belum sempat Istana Xar dan Vichattan menemukan bagaimana para penyihir hitam mampu mendatangkan monster-monster kengerian, bencana dan serangan dating beruntun. Begitu banyaknya masalah yang menimpa sehingga empat ahli waris cahaya harus berpencar untuk membantu. Kristal elemental yang merupakan intisari dari kekuatan alam di dunia sudah mulai dicemari oleh kejahatan. Sementara itu,  Kuil Kegelapan juga telah mempersiapkan pasukannya, siap untuk menyerbu ke wilayah Vichattan. Kekuatan kegelapan semakin kuat dan banyak, sementara kelompok cahaya masih kebingungan darimana kelompok Kegelapan memperolah monster-monster mengerikan tersebut.

                Keadaan semakin bertambah buruk ketika sekelompok penyihir hitam berhasil mendobrak masuk ke Kuil Xar dan menodai Ruang Hati. Sementara Dalrin sendiri mengalami kebimbangan dengan cahaya [adahal dia harus segera melakukan acara pengimbuhan cahaya di Kuil Xar. Masih bekum cukup lagi, Kara yang tengah mempelajari buku-buku hitam di perpustakaan tiba-tiba menghilang entah kemana, sementara Kara harus berjuang sendirian menghadapi serangan Ratu Peri yang sudah berbalik ke golongan hitam. Satu demi satu masalah muncul. Xar dan Vichattan semakin terdesak sementara kegelapan kian meluas dan seolah tengah merencanakan sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang bahkan para pimpinan tertinggi Xar pun tidak mampu mengetahuinya.

                Ketika akhirnya serangan kegelapan menggempur dari berbagai sisi, keempat ahli waris cahaya yang masih anak-anak itu harus berjuang sekaligus memutar otak demi menyelamatkan dunia. Demikian pula para pemimpin tertinggi Xar dan Vichattan, semua harus bekerja sama dan berjuang keras demi cahaya. Pertempuran terakhir pecah akhirnya pecah di Kuil Cahaya. Tiga pewaris cahaya harus berjuang menghadapi gempuran pasukan kegelapan yang menyerang langsung ke titik pusat kekuatan cahaya. Berhasilkan mereka? Silakan baca buku ini dan yakinlah buku ini akan membuatmu tidak tenang meletakkannya sebelum kau menuntaskan membacanya.


No comments:

Post a Comment