Search This Blog

Wednesday, November 20, 2013

Fablehaven 5 : Kunci Penjara Iblis

Judul : Kunci Penjara Iblis
Pengarang : Brandon Mull
Penerjemah : Reni Indardini
Penyunting : @putranugroho
Sampul : Windu
Cetakan : Pertama, Oktober 2013
Tebal : 671 halaman
Penerbit : Noura Books/Mizan Fantasi

18692322


                Tidak ada bedanya membaca ebook asli berbahasa Inggris dengan membaca (ulang) versi terjemahan dalam bahasa Indonesia, Fablehaven 5 tetap layak mendapat bintang lima.  Brandon Mull memang jagonya pencerita fantasi yang piawai menawan pembaca untuk tidak melepaskan buku sebelum selesai membacanya. Bahkan meskipun saya sudah terlebih dulu membaca versi Inggrisnya lebih dari setahun yang lalu, saya masih mendapati betapa sulitnya meletakkan buku versi terjemahan berbahasa Indonesia ini sebelum ceritanya selesai. Tidak heran jika master kisah fantasi modern sekaliber Rick Riordan pun memberikan pujian untuk seri fantasi yang luar biasa menawan ini. Anda tidak akan tahu benar-tidaknya pernyataan Om Rick atau kata-kata saya jika belum mencoba membaca serial ini. Bacalah dan engkau akan tahu.

                Selain ceritanya yang menawan, keunggulan novel ini adalah dalam hal penerjemahannya. Salut saya ucapkan kepada sang penerjemah yang telah menghasilkan sebuah karya terjemahan yang luar biasa dari sebuah karya hebat. Sejak seri kedua, saya telah jatuh hati pada metode penerjemahan yang digunakan dalam serial Fablehaven yang diterbitkan oleh Mizan Fantasi. Terjemahannya dinamis sekali, sangat jarang pembaca menemukan kata-kata asing yang “mencemari” bahasa Indonesia dalam buku ini. Penerjemah menggunakan kosakata Nusantara yang sangat kaya dalam menerjemahkan buku ini, dan hasilnya bagus sekali. Terutama saya sangat menyukai terjemahan Singing Sisters yang diterjemahkan sebagai Sindhen Bersaudari. Padanan ini luar biasa, dengan telak mampu mengejawantahkan makna sekaligus mempertahankan aroma mistis dan misteriusnya. Bayangkan jika frasa itu diterjemahkan jadi Penyanyi Wanita Bersaudari atau Penyanyi Bersaudari yang sangat-sangat tindak indah. Bintang tujuh untuk sang penerjemah.
               
                Kembali ke Fablehaven 5 yang menjadi buku pamungkas dari serial ini, Mull masih memanjakan pembaca dengan aneka petualangan yang berjalan bak kereta peluru, adegan-adegan melesat kuat sampai-sampi pembaca seolah tidak diberi kesempatan untuk meletakkan buku ini. Banyak tokoh yang bermunculan, tokoh lama maupun tokoh baru, dan hebatnya pembaca tidak kesulitan untuk mengingat siapa si A dan siapa si B. Alur cerita yang bergerak cepat, satu adegan menjurus pada adegan lainnya, menciptakan semacam film petualangan gerak cepat yang seru. Belum lagi unsur-unsur kejutan yang mewarnai kisah dalam buku kelima ini. Yang dulu musuh kini jadi rekanan, yang dikira sekutu ternyata musuh dalam selimut. Bagi yang belum membaca versi bahasa Inggrisnya, siap-siap saja kaget menjumpai berbagai twist nan elok dan tak tertebak.

                Dalam upaya pencarian artefak keempat, yakni translocator, kelompok Ksatria Fajar datang ke suaka Batu Obsidian di Australia. Belum apa-apa, sudah terjadi adegan pertempuran dan kejar-kejaran dengan makhluk mitologis. Pun setelah masuk ke ruang penyimpanan artefak, mereka harus berjuang lagi demi membobol sistem keamanan. Setelah itu adegan berpindah cepat ke suaka Fatamorgana Hidup yang ada di tengah gurun pasir di Turki, di mana artefak kelima disembunyikan. Lalu berpindah lagi bersama Seth kembali ke Fablehaven, dimana ia kembali melakukan kesalahan fatal yang kelak akan mengubah hidupnya. Seth masih menjadi tokoh utama dalam buku kelima ini. Karakternya yang cenderung sembrono jauh lebih berwarna dan menarik untuk diikuti ketimbang karakter Kendra. Sepertinya, banyak pembaca yang lebih menyukai Seth ketimbang Kendra.

                Ketika akhirnya Perhimpunan Bintang Malam berhasil merebut semua artefak, apakah dunia akan segera berakhir begitu saja? Bersama-sama, Seth dan Kendra berjuang dengan anggota Ksatria Fajar yang masih tersisa untuk menyelamatkan dunia. Dalam buku ini, mereka juga mendapatkan seorang teman baru, yakni Bracken yang ternyata adalah sosok yang kelak akan mengejutkan semuanya. Buku kelima ini diakhiri dengan adegan pertempuran epic melawan para iblis yang akhirnya keluar dari Zzyzx. Seluruh kekuatan kebaikan bersatu: astrid, peri, naga, penyihir, dan manusia; semua datang bahu-membahu melawan derasnya arus iblis yang keluar dari penjara Zzyzx. Sebuah pertarungan epic yang pasti tidak akan terlupakan oleh para pembaca. Bintang lima untuk buku ini dan penerjemahnya.


1 comment:

  1. Baang. Uhm. Komen apa ya. Yah pokoknya abis baca reviu ini aku pengen beli, karena sudah punya buku 1-4, tinggal ini yang belum. :D

    ReplyDelete