Search This Blog

Thursday, June 21, 2012

Suddenly Supernatural, Hantu dalam Bus


 Judul     : Suddenly Supernatural, Hantu dalam Bus
Penulis  : Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah       : Barokah Ruziati
Penyunting        : Ida Wadji
Penyelaras Aks : Jia Effendie
Penerbit            : Atria, April 2012


           

             Petualangan Kat—si medium ABG—masih berlanjut. Kali ini, ia, Jac, dan seisi kelasnya  hendak melakukan darma wisata ke luar negeri, tepatnya ke kota Montreal, Kanada. Tapi, walau sudah ke luar negeri sekalipun, hantu-hantu penasaran masih mengikutinya, mencoba mengusik dan menarik perhatiannya, membuatnya menjadi ABG yang benar-benar “tidak normal”. Padahal, Kat memohon begitu rupa agar perjalanan ini berjalan dengan normal sebagaimana sebuah ekskursi sekolah biasa, terutama karena Ben Greenblott—cowok yang Kat taksir setengah mati—juga ikut dalam rombongan yang sama.

            Tapi, harapan Kat ternyata tidak terkabul. Hantu-hantu tetap menampakkan diri di hadapannya tepat ketika bus memasuki wilayah perbatasan USA – Kanada, tampaknya hantu penjaga perbatasan. Setelah itu, muncul sosok gadis berjaket abu-abu yang tiba-tiba menduduki bangku bus tak terisi di bagian tengah bus, dan hanya Kat yang bisa melihatnya. Lebih tidak normalnya lagi, kali ini ibunya dan ibunya Jac juga ikut serta sebagai wali pengawas. Semuanya lengkap sudah untuk menjadikan perjalanan ini sebagai sebuah kekacauan bagi Kat.

            Tapi, sebuah perjalanan wisata tetaplah perjalanan untuk bersenang-senang. Kat harus mengakui bahwa perjalanan itu cukup menyenangkan, terutama karena ia bisa berdekatan dengan Ben. Tapi, hantu-hantu tetap menganggunya, di sejumlah tempat wisata tua yang mereka kunjungi, dua hantu lagi nonggol dan berupaya mengganggu Kat. Ada sesosok hantu pemuda dari abah ketujuh belas yang terus menanyakan sesuatu dalam bahasa Prancis dan juga hantu Velma, seorang mantan pemandu wisata dari tahun 1970-an yang tampaknya terobsesi untuk terus memandu penumpang walaupun ia sudah lama meninggal. Ketiga sosok hantu itu akhirnya masuk dalam bus, dan—lebih parahnya lagi—terlihat begitu menempel pada Ben.

            Ada yang aneh, Kat mengamati bahwa ketiga sosok arwah itu terus menempel ke Ben dan Ben sepertinya bisa merasakan—atau lebih tepatnya—mendengar arwah-arwah tersebut. Siapakah Ben sebenarnya? Apakah ia sosok medium juga seperti Kat? Tapi, Ben tidak bisa melihat arwah, ia hanya bisa mendengarnya. Ketika Ben menyadari bahwa Kat juga mengalami hal yang serupa dengannya, maka mereka berdua pun bahu-membahu untuk saling membantu mengusir dan memulangkan arwah-arwahh gentayangan itu kembali ke alamnya. Dengan bantuan ibu tercinta yang sekali lagi menyelamatkan Kat dari serangan arwah hitam, Ben yang tampaknya mulai tertarik dengan Kat, dan Jac—sohib Kat—yang tak henti-hentinya berupaya menjodohkan Kat dengan Ben; Kat akhirnya menyadari bahwa perjalanan itu ternyata sangat keren.

            Suddenly Supernatural, Hantu dalam Bus adalah seri ke-4 dari serial Suddenly Supernatural yang mengangkat kehidupan sesosok medium remaja yang masih labil. Jarang sekali ada buku dengan topik seram tapi dibahas dengan begitu ringan dan berwarna-warni sebagaimana seri ini. Bersama Kat, si medium ABG, pembaca menjadi tidak terlalu takut lagi membaca buku-buku spooky tentang arwah gentayangan. Penulis mampu memadukan dunia medium yang sebetulnya gelap dan mistis ini dengan dunia ABG yang dinamis dan diwarnai percik-percik cinta. Sebuah kombinasi yang tidak biasa tetapi menghasilkan perpaduan dunia yang menakjubkan, yang seram sekaligus penuh keceriaan dunia ABG yang pasti akan membuat banyak pembaca larut di dalamnya.  

7 comments: