Search This Blog

Thursday, January 5, 2012

Fayharn Tales

Judul : Fayharn Tales
Pengarang : Mochammad Arfani Aziz
Editor : Elis W
Sampul  : Ferdi
Cetakan  : 1, Desember 2011
Tebal : 378 Halaman
Penerbit : Diva Press


Edsiuxo, mantra untuk membekukan
Vicium, mantra untuk membelokkan serangan lawan
Petrilaloum, mantra untuk mengeluarkan petir
Expellum, mantra penyayat
Apoi, mantra untuk membakar
Fuper Angoni, mantra untuk mendatangkan angin super


            Satu lagi kisah fantasi karya anak negeri diluncurkan ke pasaran, The Fayharn Tales. Desain sampulnya yang ciamik, agak mirip Spook’s Apprentice yang memegang tongkat kayu rowan, sepertinya menawarkan satu kisah tentang dunia sihir yang patut untuk diikuti—paling tidak dikoleksi oleh para pecinta fantasi dan para pemerhati karya fiksi fantasi lokal. The Fayharn Tales dibuka dengan dunia antah-berantah—yang narasinya sangat terbantu dengan adanya peta di halaman belakang novel (walaupun terlalu kecil)—dengan sebuah epos lama tentang pertempuran antara dua penyihir besar, yakni Faurani dan Haurani. Keduanya memiliki tongkat sihir sakti dari pohon halomy yang merupakan dua belahan dari tongkat sihir paling sakti di dunia milik Guru Pertama, Penyihir pertama dari ras Maneheim. Alkisah diceritakan bahwa Haurani menjadi penyihir jahat yang menjuluki diri sebagai Pangeran Kegelapan sebelum kemudian ia dikunci oleh Faurani di gunung berapi.

             Beberapa puluh tahun kemudian, Fayharn—anak dari Faurani—didatangi oleh seorang penyihir dari ras Maneheim—ras penyihir yang tinggal di kota Maneimon. Darinya, Fayharn mengetahui fakta besar bahwa ayahnya yang telah wafat ternyata adalah seorang penyihir besar dan bahwa ia juga memiliki bakat sihir dalam dirinya. Ia pun diajak ke kota Maneimon untuk dididik sebagai penyihir, mempelajari mantra api, angin, sayatan, dan petir, serta berteman dengan tiga teman yang juga penyihir, Rusli, Nadia, dan Yusli. Berempat, mereka menjalani pendidikan untuk bisa menjadi penyihir di bawah arahan empat guru sihir paling terkemuka di kota ini selama tujuh tahun, sebelum Pangeran Kegelapan dibangkitkan (Hmmm …remind me about something!).

Pendidikan sihir yang dijalani Fayharn hampir mendekati keasyikan dunia sekolah sihir ala Harry Potter,walau tidak pada tempatnya jika membandingkan antara karya anak bangsa dengan karya fiksi legendaris dunia. Namun, bertemu dengan empat guru sihir yang rada-rada nyentrik dalam Fayharn Tales, pembaca akan menemukan bahwa dunia Fayharn ini memiliki sesuatu yang unik untuk ditampilkan, yang sekiranya diolah dan dieksplor lagi, akan memunculkan dunia fantasi baru karya anak negeri, sebagaimana Alam Vandaria (vandaria Saga) atau dunia Eternia (Legenda Paladin) yang lengkap. Unsur mitologi dan ras-ras empat bangsa dalam dunia Fayharn juga cukup menarik untuk ditampilkan dan diperluas lagi, mulai dari ras manusia, ras Maneheim yang menguasai sihir, ras Laiyu penguasa laut, serta ras Guirda yang pemalas.

            Pohon Halomy yang merupakan asal-usul tongkat sihir pertama juga cukup memberikan warna baru dalam dunia sihir. Dalam Harry Potter, tongkat sihir berasal dari kayu pohon willow atau ek atau dedalu atau pohon lainnya, tapi di dunia Fayharn tongkat sihir keluar dari mulut seorang (????) pohon Halomy yang bisa berjalan dan berbicara, persis seperti kaum penjaga pohon dalam Lord of the Ring.Dua pohon paling usil sempat saling bertanding lari dengan Fayharn dkk menumpang di atasnya. Ada juga hutan dengan pohon yang berwarna-warni, roti sandal, dan monster-monster mitologis yang sepertinya muncul dari imajinasi penulis setelah memadukannya dengan unsur-unsur mitologi yang selama ini ada. Dalam peperangan terakhir, sejenak sebelum jatuhnya kota Fayharn, sang Pangeran Kegelapan membangkitkan ribuan makhluk purba yang dijuluki Manuj dan Gajuj (yang dalam kisah ini dikerangkeng dalam benteng besi oleh Guru Pertama, sepertinya ini mengadopsi kisah Yajuj dan Majuj yang dalam riwayat agama diceritakan dikurung dengan tembok besi oleh Iskandar Zulkarnain.

           Walau belum bisa dibilang sebagai karya fantasi yang lengkap, Fayharn Tales sudah menunjukkan dirinya sebagai sekuel pertama yang menjanjikan. Sekiranya alam dunia Fayharn dapat diuraikan secara lebih mendetail, dengan mantra sihir yang lebih banyak, dan adegan perang yang tidak nanggung, novel ini memiliki potensi untuk menjadi novel fantasi lokal dengan bintang empat (ingat, skala novel fantasi lokal jangan dinilai dengan memperbandingkannya dengan novel fantasi terjemahan--karena itu tidak adil). Masih ada beberapa bagian yang masih terlalu jelas mencomot dariHarry Potter atau The Lord of the Ring serta sejumlah bagian yang tidak selaras dengan alur logika (misalnya tongkat sihir dari kayu tapi kok ditempa menggunakan lahar). Namun harus diakui, kemampuan penulis dalam menyampaikan ceritanya sudah cukup mengalir dan lancar, enak diikuti, dan menawarkan kepada pembaca sebuah dunia imajinasi baru yang mampu mengiring kita masuk ke dalamnya. Dengan kualitasnya ini, Fayharn Tales saya nyatakan layak dalam jajaran koleksi fiksi fantasi anak bangsa yang patut untuk diperhitungkan. 

2 comments:

  1. Buku 2 fayharn tales kpn keluar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari penulisnya belum setor naskah kayaknya. Iya saya juga menunggu lanjutannya nih huhuhu

      Delete