Penyusun: Muhidin M Dahlan
Tebal: 328 hlm
Cetakan: 1, April 2016
Penerbit: Octopus Yogyakarta

Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu penulis kebanggan Indonesia yang telah menyentuh hati sekian banyak pembaca lewat karya-karyanya. Tapi, tak disangka penulis ini malah kurang mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintahan negaranya sendiri. Bahkan, hanya karena berbeda paham, beliau kemudian ditetapkan sebagai tahanan politik untuk kemudian diasingkan di Pulau Buru. Namun, seorang penulis hebat tetaplah seorang penulis, walau bagaimanapun kondisi yang menderanya. Pram membuktikan, bahkan di lingkungan Pulau Buru yang keras itu beliau tetap bisa berkarya. Bahkan, Tetralogi Buru yang sangat masyhur hingga ke penjuru dunia itu ditulisnya selama masa penahannya di pulau ini. Tidak ditulis sebenarnya, lebih pada dia kisahkan kepada sesama tahanan politik agar cerita itu tidak hilang. Jika ada satu hal yang ditakuti oleh Pram, maka itu bukan hukuman mati, melainkan penyakit pikun yang akan membuat ingatannya lemah. Kepikunan akan membuatnya lupa dengan kisah-kisah besar yang bersemayam di dalam kepalanya. Untungnya, dunia beruntung karena Pram masih bisa menuliskan Bumi Manusia dan kawan-kawannya dengan segala sarana yang ada, mulai dari kantung semen bekas hingga kertas-kertas sisa. Luar biasa ketabahan beliau dalam menulis.
"Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.” (Pram)
Muhidin M Dahlan bisa disebut sebagai seorang Pram garis keras. Mengaku baru mengenal Pram lewat Bumi Manusia pada tahun 2000, penulis muda produktif ini kemudian langsung ketagihan pada karya-karya Pram. Pram jugalah yang membuat pemuda ini menjadi menyukai sastra, padahal sebelumnya dia heran dengan apa yang sebenarnya dikerjakan oleh para mahasiswa sastra. Kecintaan Muhidin M Dahlan kepada Pram kemudian dituangkannya dalam berbagai tulisan lepas. Mulai dari artikel di majalah dan surat kabar, blog, media online, hingga catatan-catatan yang tidak diterbitkan. Kemudian, semua tulisan beliau tentang Pram ini dikumpulkan, ditata, dan akhirnya diterbitkan dalam sebuah buku utuh yang sangat renyah dibaca ini. Semua pengagum Pram atau mereka yang ingin berkenalan dengan penulis ini sebaiknya membaca buku ini karena akan ada banyak sekali hal tentang Pramoedya Ananta Toer yang dikupas oleh penulis dengan tulisan yang mengalir dan enak diikuti. Akan kita dapatkan di buku ini, beragam informasi yang mungkin jarang diketahui publik tentang sosok besar ini.