
Mungkin, lebih tepatnya sayalah yang harus berterima kasih
kepada BBI. Mungkin, BBI-lah yang telah menemukanku, dan bukan aku yang
menemukannya. Dan, aku sangat bersyukur karenanya.
Waktu itu, April 2011, untuk pertama kalinya saya
memindahkan semua review dari
buku-buku yang saya buat ke dalam blog Baca Biar Beken. Setelah itu, semesta
seolah langsung bekerja. Semua simpul terurai dengan sendirinya. Sebuah jalan
membentang penuh tumpukan buku di kiri kanan mulai terbuka ke hadapan saya.
Hari itu, ketika saya masuk ke BBI, saya tahu bahwa dunia saya tidak akan
pernah sama lagi.
Di IRF Museum Bank Mandiri, 2013 (Foto by MazTez)
Adalah Kakak Ally yang pertama menawarkan kepada saya untuk
gabung bersama BBI. Waktu itu, cowoknya hanya Rahib Tanzil Hernadi dan saya,
sekarang cowoknya sudah banyak sekali di BBI. Kalau mengingat kembali dulu BBI
yang hanya belasan orang, dan kini sudah berlipat menjadi ratusan, ah terharu
sepertinya kurang tepat untuk melukiskan perasaan saya. Ada semacam kebanggaan
yang baik, kebanggaan yang tidak sombong. Sesuatu seperti rasa puas yang
menyenangkan seperti setelah kita membantu orang lain untuk maju dan bertambah
baik. Seperti itu mungkin.
Bersama BBI Joglosemar (Foto by Oky)
Kini, 4 tahun kemudian, rak buku saya tidak bertambah
sementara buku-buku saya semakin banyak dan melimpah. Telah banyak yang
diperbuat BBI kepada saya. Menambah timbunan hanya salah satu di antaranya (dan
saya bahagia kok dengannya). Membuka mata saya kepada bacaan-bacaan indah yang
pernah ditulis di dunia, serta mengenalkan saya pada teman-teman baru yang luar
biasa. Semua karena BBI.
Aku sayang kamu, BBI. Selamat ulang tahun, semoga selalu dan semakin dicintai.

