Search This Blog

Wednesday, February 28, 2024

Cinta Lama

Judul: Cinta Lama

Puthut EA

142 pages, 

February 3, 2020 

DIVA Press

ISBN

9786023918942



"seperti hidup ini pula. kita akan melewati kesedihan demi kesedihan, tapi terus melakoninya."

Membaca Cinta Lama adalah keberanian. Yang pertama, keberanian penulis dalam menulis sebuah novel pendek yang benar-benar pendek. Selain pendek, novel ini juga terdiri atas satu babak atau satu scene. Namun demikian, satu babak ini terasa begitu sarat karena ada dialog kontemplatif yang sederhana tapi mengenai jiwa.


"mendung masih tebal. pasti akan terus-menerus hujan, hanya mungkin sesekali gerimis, sesekali deras. bergantian. seperti kesedihan. kadang sedih sekali, kadang hanya agak sedih."

Juga, setiap lembaran novel ini dihiasi oleh ilustrasi yang menarik. Sesekali, jika merasa terlalu cepat mengikuti cerita, ilustrasi di dalamnya akan memaksa kita "mlaku alon-alon" sebagai filosofi si penulis yang kayaknya mulai berubah ke "alon-alon ojo waton" seiring dengan pertambahan usianya. Mungkin, saya dan kita semua pun seharusnya begitu.

Yang kedua, keberanian sang tokoh--yang mungkin malah si penulis sendiri--dalam menemui salah satu serpihan indah yang sempat mewarnai masa lalunya. Penulis ini konon pacarnya banyak gaes wkwk. Dan dalam cerita ini, percakapan keduanya lebih seperti menelanjangi diri sendiri melalui orang lain yang sejatinya mungkin adalah cermin dari dirinya sendiri.

"Kenapa harus ngomongin orang, kalau aku sudah biasa dijadikan bahan omongan orang."

—pg.109

Penelanjangan diri oleh diri sendiri, ini berat dan tidak semua bisa. Tapi mas Puthut EA dengan bagus banget melakukannya lewat membuat cerita.

No comments:

Post a Comment