Search This Blog

Sunday, December 2, 2018

Review and Giveaway: Ya Aku Lari

Judul: Ya, Aku Lari
Pengarang: Hasan Aspahani
Penyunting: Addin Negara
Sampul: Sukutangan
Cetakan: 1, Desember 2018
Penerbit: DIVA Press 


Mau tidak mau, setiap kita sedikit-banyak adalah produk dari masa lalu kita sendiri. Manusia terbentuk dan dibentuk oleh masa lalunya.  Beruntung bagi yang memiliki masa lalu membahagiakan. Tapi bagaimana dengan mereka dengan masa lalu suram? Untungnya, manusia selalu diberi pilihan: untuk terpaku pada masa lalu atau untuk move on demi masa depan yang lebih cerah. Memang masa lalu tak akan bisa diubah. Tetapi, kita diberi kesempatan untuk memutuskan bagaimana kita akan menjalani masa kini dan membentuk masa depan. Inilah yang coba dilakukan seorang mantan pembunuh bayaran, Mat Kid.

"Berita adalah sejarah yang sedang disusun." (hlm. 114)

Selepas menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun, Mat Kid bertekad meninggalkan masa lalunya yang kelam. Ia mencoba membangun sebuah hidup yang baru sekaligus menebus kesalahannya yang menelantarkan Alta, anak perempuan semata wayangnya. Pengalamannya mengikuti pelatihan meracik kopi saat di penjara mengantarkannya pada keputusan untuk mendirikan sebuah kedai kopi atau kafe. Sebuah impian yang sederhana dan tidak muluk sebenarnya. Hanya saja, kadang masa lalu lah yang menolak untuk pergi.

"Bisnis kotor tetap saja kotor. Main di ruang ber-AC atau di comberan sama saja kotornya." (hlm. 132)

Sejak keluar dari penjara, Mat Kid sudah dibayangi oleh Samon. Mantan teman sekomplotan dunia hitam ini kini menjelma seorang bos perusahaan jasa keamanan besar di ibukota. Kepada Mat Kid, Samon memberikan uang modal untuk membangun kafe. Di sini hati Mat Kid mulai meragu. Haruskan dia mencipta masa depannya lewat tangan-tangan kelam masa lalu? Pada akhirnya, semua manusia harus memilih. Bahkan enggan memilih pun, Mat Kid dipaksa untuk menentukan pilihannya. Dan, setiap pilihan tentu memiliki konsekuensinya masing-masing.

"God bless adalah kopi Indonesia, tak perlu mematut-matut diri untuk menjadi Barat, untuk diterima diseluruh dunia." (hlm. 168)

Kisah Mat Kid ternyata hanya satu puzle pembuka dari serangkaian kisah-kisah lain di buku ini. Alangkah mengejutkan betapa dalam satu novel yang terbilang tipis ini, Hasan Aspahani mampu memunculkan karakter-karakter yang sedemikian beragam: Alta dengan kisah kelam masa kecilnya, Barbar sang barista pecinta buku, Diya wartawati energik keluaran era milenial, hingga kisah seorang jihadis hipster bernama Ajmal. Ada begitu banyak tokoh, peristiwa politik, sindiran sosial, sedikit refleksi terkait sejumlah peristiwa kekinian, hingga romansa. Eh, ada juga kopi. Sebuah buku kecil dengan paket sangat lengkap.

"Banyak jalan untuk berjihad. Membuat petani sejahtera juga jihad." (hlm. 137)


Saya menggambarkan novel ini seperti kisah 1001 malam. Satu kisah dengan begitu banyak cerita berlapis di dalamnya. Hanya saja, di novel ini yg berlapis lapis adalah karakternya. Ada begitu banyak karakter dimasukkan. Satu karakter kemudian berkisah tentang karakter-karakter lain. Teknik yang unik tapi juga rentan bikin pembaca bingung. Saya beberapa kali berhenti membaca untuk mengingat-ingat siapa ayah si ini dan kenapa si itu bisa jadi ayahnya si ini. 


Tidak hanya unik, setiap karakter di Ya, Aku Lari membawa kisahnya masing-masing. Pembaca tidak akan menyangka betapa mereka akan disuguhi bacaan yang sedemikian pelik namun ringan, beragam sekaligus penuh muatan sosial, politik hingga religi dalam novel yg tidak terlalu tebal ini. Menyelesaikan membaca novel ini memunculkan perasaan lega sekaligus penuh seperti setelah kita menikmati beberapa cangkir kopi. Seperti itulah setiap karakter dan kisah di buku ini. Masing-masing memiliki harum khasnya sendiri.


Tersedia satu novel "Ya, Aku Lari" karya Hasan Aspahani di blog Baca Biar Beken sebagai bloghost pembuka dalam rangkaian blogtour bersama Penerbit DIVA Press bulan Desember ini. Berikut ini cara ikutan kuisnya:

1. Wajib follow IG fiksi.divapress. Jika tidak ada IG, boleh follow akun Twitter DIVA_Fiction atau like Fanpage Penerbit DIVA Press.

2. Wajib share/membagikan postingan kuis ini di media sosial kamu.

3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar. Cukup satu kali saja. 

Mungkin, ada satu kenangan yang begitu kelam di masa lalumu. Bagi tipsnya dong bagaimana caramu agar bisa bangkit dan melupakan kenangan buruk tersebut. 

4. Format jawaban:

Nama:
Media sosial/email kamu:
Link share:
Jawaban:

5. Kuis berlangsung sampai 9 Desember 2018. Akan dipilih satu pemenang untuk mendapatkan satu novel "Ya, Aku Lari" karya Hasan Aspahani gratis. 

6. Giveaway ini hanya berlaku untuk calon pembaca yang memiliki alamat kirim di wilayah Republik Indonesia.

Terima kasih sudah ikutan.  

19 comments:

  1. nama: tiwi
    media sosial: @mochiiatoo
    jawaban:

    kerja keras bagai kuda sampai mimisan biar kaya raya dan tampil cantik di hadapan banyak orang biar mereka iri karena aku sudah sangat bahagia uwu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. BHAYYYYYY ... sampai direwangi bolak balik warnet tengah malam disalip terong-terongan.

      Delete
    2. anda setor, gue bayar (((gueeeee)))

      Delete
  2. Nama: Ade Tawalapi
    medsos: @reinstawa_ (instagram)
    link share: https://www.instagram.com/p/Bq6S6HhBkgP/
    jawaban:

    awalnya, aku cari kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian dari ingatan-ingatan kelam #hasyeek. Tapi terus aku sadar, itu sama aja lari dari kenyataan, yang ada kalau ingat lagi bakal terpuruk lagi. Trus sekarang aku milih untuk ngetawain aja hal-hal buruk di masa lampau sambil ngeledikin "Yee.. udah ketinggalan di masa lalu aja kok, sok-sok mau gangguin. Ya ga bisa!" Sejenis sugesti untuk diri sendiri sih itu #jiaah ahahah xD

    ReplyDelete
  3. Nama: Latifah
    Medsos: @latifahkusuma7 (twitter)
    Done (udah lama) follow twitter dan like fanspage
    Link share: twitter dan facebook
    https://facebook.com/story.php?story_fbid=577823095985563&id=547835408984332&ref=bookmarks&__tn__=%2AW-R


    Yang pertama adalah luruskan niat untuk berproses ke arah lebih baik. Terkadang "melupakan" bukan jalan terbaik. Seindah dan seburuk apapun kenangan, jejaknya akan singgah dalam dasar hati. Berjalanlah ke depan tanpa meletakkan kenangan kelam tersebut dalam tiap langkah kita. Selalu berpikir positif dan berani mengambil risiko adalah kunci. Simpan saja kenangan dan jangan digali di waktu yang kurang tepat. Aku juga sering larut dalam hobi dan berwisata. Kuliner, alam, dan budaya selalu menjadi andalan untuk bangkit dari keterpurukan.

    ReplyDelete
  4. Nama: Latifah
    Medsos: @latifahkusuma7 (twitter)
    Done (udah lama) follow twitter dan like fanspage
    Link share: twitter dan facebook
    https://facebook.com/story.php?story_fbid=577823095985563&id=547835408984332&ref=bookmarks&__tn__=%2AW-R


    Yang pertama adalah luruskan niat untuk berproses ke arah lebih baik. Terkadang "melupakan" bukan jalan terbaik. Seindah dan seburuk apapun kenangan, jejaknya akan singgah dalam dasar hati. Berjalanlah ke depan tanpa meletakkan kenangan kelam tersebut dalam tiap langkah kita. Selalu berpikir positif dan berani mengambil risiko adalah kunci. Simpan saja kenangan dan jangan digali di waktu yang kurang tepat. Aku juga sering larut dalam hobi dan berwisata. Kuliner, alam, dan budaya selalu menjadi andalan untuk bangkit dari keterpurukan.

    ReplyDelete
  5. Nama: A.A. Muizz
    Twitter: @aa_muizz
    Link share: https://twitter.com/aa_muizz/status/1069478766383030272?s=19
    Jawaban:

    Mencoba memaafkan diri sendiri sih kalau aku. Karena masa kelam itu berdampak lebih buruk saat aku tak berani memilih untuk mengambil risiko untuk bangkit. Jadi, seringnya malah diri sendiri yang jadi pelampiasan kemarahan.

    Dengan belajar memaafkan diri sendiri, aku jadi belajar juga untuk menghargai diri sendiri dan menanamkan keyakinan bahwa semua bisa aku perbaiki, meskipun sedikit demi sedikit.

    ReplyDelete
  6. Nama : Vena Dwi Masfiyah
    Twitter : @venadwim
    Link Share: https://twitter.com/venadwim/status/1069565665164451841
    Jawaban :
    Kenangan kelam di masa laluku adalah saat aku ditinggal pergi oleh kakak yang yang paling baik, paling perhatian, sayang sama aku, dan kita sangat klop sebagai pasangan kakak-beradik.
    Masa kelam ini membuat aku jadi tidak semangat ngapa-ngapain, termasuk pergi ke sekolah. Aku jadi kehilangan semangat, semua kegiatan (seperti sekolah) ku lakukan begitu saja. Tidak ada motivasi, tidak ada impian, aku benar-benar kehilangan.
    Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai sadar bahwa aku tidak boleh begini terus. Orang tuaku sudah bersedih karena kepergiaan kakakku, mereka tidak boleh tambah bersedih karena kelakuanku. Jadi, aku pun mulai bangkit. Namun aku tidak melupakan masa kelam itu. Aku selalu mengingnya. Tetapi aku tidak mau terus-terusan terjebak di masa kelam itu. AKu memotivasi diriku sendiri dari masa kelam itu. AKu tidak mau masa kelam membunuh jiwaku. Karena cobaan yang berat itu bukan untuk mematikan jiwa ku, tetapi untuk menumbuhkan motivasi agar aku lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  7. Nama:Hanat Futuh Nihayah
    Media sosial/email kamu: @hanatfutuh (hanatfutuh@gmail.com)
    Link share:
    https://www.instagram.com/p/Bq7olzOAU8g/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=iscxn0zftmcc

    Jawaban: masa lalu paling kelam? Barangkali ini adalah masa lalu kelam. 7 tahun lalu, saya saya 17 tahun. Sakit selama kurang lebih 2 bulan. Kenapa bisa? Karena hanya makan jajan sembarangan, semua menjadi tidak menyenangkan. Hanya karena saya makan, makanan yang berbahan dasar udang maupun tengiri, hal itu menjadi mimpi buruk dan menjadi masa lalu yang sangat sulit untuk dilupakan. Saya terkena alergi yang parah. Bahkan saking parahnya, kondisi tangan dan kaki saya bernanah dan berdarah. Mengering lalu menjadi koreng. Tapi proses mengeringnya pun tidak sebentar. Hampir saja saya putus asa. Bagaimana tidak? Saya sakit, hanya berbaring dengan luka yang menganga.
    Pada Minggu pertama akhirnya, teman-teman sekelas saya datang bersama guru kelas. Saya ingat banget, Bu Suryati ikut nelangsa melihat kondisi saya yang sangat memprihatinkan. Beruntung saya punya bapak dan mama yang ikhlas merawat saya sampai akhirnya saya sembuh. Bahkan sempat terbesit di benak saya, mau mati 😭 itu masalalu paling kelam menurut saya.

    Sampai pada akhirnya saya diberikan kesembuhan. Dan saya mencoba untuk selalu mengindahkan nasihat mama saya untuk tidak jajan sembarangan, maupun makan makanan yang tidak bisa diterima oleh tubuh saya. Itu bagian masalalu saya. Dan bagi saya masa lalu itu tidak untuk dilupakan, tapi untuk dijadikan sebagai bagian proses hidup untuk lebih melangkah lebih baik di masa kini dan masa mendatang.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Nama yunardi
    Email : yunardi1988@gmail.com
    Twitter : @yunardi123
    Link share: https://twitter.com/yunardi123/status/1069739747336024065?s=19
    Jawaban : saat kisah percintaan selama 7 thun,beda keyakinan dan d tentang orang tua,sempat melawan dan marah,,tpi akhir nya sadar restu ibu dan orang tua adalah yg terbaik,,

    ReplyDelete

  10. Nama:Sandra Febry Adriani
    Media sosial/email kamu: Twitter @sandrafaa
    Link share:https://twitter.com/sandrafaa/status/1069807099377410048?s=19
    Jawaban:
    Masa lalu kelamku sampai saat ini tidak akan pernah terlupakan bagaimana pun cara sebab perjalanan masa kecilku di waktu SD dibayangi dengan bagaimana aku harus dibully dengan buruk oleh teman teman yg baru kukenal tanpa alasan yg jelas. Sehingga, ketika aku ditanya bagaimana kehidupan SDku, aku akan selalu mengingat peristiwa yg paling kubenci itu tanpa bisa ditahan.

    Ada awalnya, cara yg aku gunakan untuk mencoba menghapus luka kelam itu atau setidaknya mengaburkan jejaknya adalah dengan mencoba menjadi orang yg jahat bagi orang lain ibarat aku memperbaiki racun dengan racun, aku mencoba menghilangkan sakit di hatiku juga dengan setidaknya menyakiti hati orang lain. Namun seiring berjalannya waktu, aku yg semakin dewasa pun sadar bahwa dalam menjalani hidup, kita tidak boleh mengharapkan bahwa orang akan baik kepada kita jika kita tidak berinisiatif dulu untuk baik kepada mereka. Jadi perlahan, aku mencoba untuk bersikap baik, tidak menyakiti hati orang lain lagi dengan mengikuti segala kegiatan afterschool yg produktif, mengikuti lomba, dan berteman dengan orang orang baik agar kenangan buruk itu perlahan terkubur di ingatan yg paling dalam. Akhirnya, aku pun telah mengjadi orang yg berkulit tebal, masa bodo, dan percaya diri, jadi aku tidak terlalu sedih dan dendam terhadap pembullyan itu dan malahan aku bisa menatap balik mata orang yg telah membullyku dengan keadaan hidupku yg sekarang yg bisa dibilanv membanggakan. Heheheheheh

    ReplyDelete
  11. Nama:Dwi Ayu
    Media sosial/email kamu: ig: Mrs.styles25
    Link share:https://www.instagram.com/p/Bq9G4wqgpTD/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1unjsrzxy4lps
    Jawaban:kalo aku pribadi cara agar bangkit dari Masa kelam itu dengan cara memperbaiki diri. Harus berubah lebih baik lagi biar kejadian yang lalu itu gak keulang. Dan pastinya selalu berdoa sama tuha

    ReplyDelete
  12. Nama: Dwi Okta N
    Media sosial : @kasamago

    Jawaban: Kenangan yang begitu kelam adalah ketika diri tak mampu memanfaatkan segala peluang yang ada semaksimal mungkin.. sibuk malas2an, baru menyesal belakangan..
    , Cara bangkit, Do it your best to do.. Belajar, Olaharga dan Bersilaturahmi..

    ReplyDelete
  13. nama : Farida Endah
    media sosial/ email : twitter @farida_271 // email : faridaendah@gmail.com
    link share : https://twitter.com/farida_271/status/1070059493164146688
    jawaban : meski berat berusaha untuk mengikhlaskannya, karena yang berlalu telah berlalu dan ada masa depan / hari esok yang jauh lebih penting untuk dipikirkan. dan aku tulis kisah itu dalam buku diary, ku tulis apa yang ingin aku tuliskan tanpa ada batasan atau ketakutan, maka saat buku diary itu aku tutup aku harus bisa bangkit.

    ReplyDelete
  14. Nama : Rosyi
    Sosial media : @littleoci (littleoci6@gmail.com)
    Link share : https://www.instagram.com/p/BrBmPj8hBs_/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1pk65rsowmse2
    Jawaban : Ikhlas. Bukan ketika kamu bilang ikhlas. Tetapi ikhlas yang ketika kamu ingat sesuatu kenangan yang kelam itu, kamu akan tetap baik-baik saja. Tidak ada sarat emosi apa pun. Menyesal perlu. Tapi kamu juga perlu pembuktian dari penyesalan itu dengan menata hidup lebih baik lagi. Tidak mengulangi juga tidak menelantarkan hidupmu yang sekarang. Ikhlas untuk semua yang terjadi bahwa sesuatu yang kelam di masa lalu itu pun yang kini membentuk dirimu yang sekarang.

    ReplyDelete
  15. Nama: Sukina
    Media sosial: www.twitter.com/kisukisu4
    Link share: https://twitter.com/kisukisu4/status/1071631095223922689
    Done follow IG fiksi.divapress , Twitter DIVA_Fiction dan like Fanpage Penerbit DIVA Press.

    Sejak SD aku sudah merokok, yang biasanya kulakukan saat di luar rumah. Apabila di dalam rumah, kebiasaan “kurang sehat” tersebut tidak kulakukan, mengingat ayah juga tidak merokok.
    Bila ada pertunjukan atau kegiatan lain di luar, hampir dipastikan aku merokok bersama teman. Terkadang ingin menolak, tapi karena ajakan teman, terpaksa aku melakukannya.
    Suatu saat, aku dan teman-teman berada di Arena Pasar Malam. Saat tersebut ada tetangga yang memergoki aku sedang merokok. Tetanggaku bilang : ‘Kenapa kamu merokok? Padahal bapakmu saja tidak merokok”.
    Setelah kejadian tersebut sampai saat ini sudah lulus kuliah, aku tidak pernah merokok lagi. Terima kasih tetanggaku, kau telah mengingatkanku.
    Mendengar orang lain adalah cara yang kulakukan, agar dapat mengoreksi dan memperbaiki diri ini.

    ReplyDelete
  16. Nama: Ade Yuanita Putri Pratiwi
    Media sosial/E-mail: @AdeYuanitaPutr4 (Twitter)/yutayuanita17@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/AdeYuanitaPutr4/status/1071776360069128195?s=19
    Jawaban:

    Semua orang pasti punya masa lalu kelam. Begitupun aku, 5 tahun yang lalu. Ya, aku bikin kesalahan besar yang bikin hari-hariku sekarang sangat berubah. Kesalahan fatal yang sampe detik ini cuma segelintir orang yang tau. Ga mudah buat seolah kita melupakan apa yang terjadi. Ga mudah bikin kita tampil selayaknya sebelum masalah itu dateng. Dan di masa terpurukku itu, aku sempet kepikiran buat mati.

    Aku mikir, buat apa lagi di sini? Toh semua udah berakhir. Tapi mikir lagi. Aku anak tunggal. Ga ada yang jagain orang tua. Di titik itu, aku mulai sadar kalo aku ga seharuanya berpikiran pendek.

    Berdamai dengan masa lalu?

    Aku pribadi lebih seneng buat menyendiri dulu untuk sementara waktu. Introspeksi tentang apa yang terjadi. Apa yang di luar kendali dan kenapa bisa seperti itu. Ya, aku bahkan sampe biarin diriku sendiri nangis kejer tiap malem demi meluapkan emosi. Ketimbang aku pendem sendiri karena aku juga ga pernah bisa nyaman buat terbuka sama orang lain.

    Kalo udah capek, aku baru nyoba back to routin. Nyibukin diri dengan segala hal sampe aku lupa apa yang terjadi. Walaupun kadang, kalo lagi inget ya drop lagi.

    Aku selalu kebayang sama masa lalu sampe hampir dua atau tiga tahun. Aku takut dengan segala hal yang dulu membawaku ke 'masalah' itu. Masalah yang bikin aku punya masa super duper kelam.

    Tapi aku makin punya kekuatan untuk bertahan saat aku merasa aku sudah lebih baik. Aku selalu berusaha jadi yang lebih baik. Introspeksi terus, perbaiki terus.

    Berdamai dengan masa lalu yang kelam artinya mengubah haluan hidup jadi lebih baik. Walauoun dulu aku sekelam itu, tapi aku juga pantes buat bahagia. Itu yang bikin aku bertahan dan sedikit demi sedikit mulai bisa berdamai dan menerima

    ReplyDelete
  17. Nama : Aulia
    IG : @nunaalia
    Link share : https://www.instagram.com/p/BrK8VsDhkC6/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=lglh0mdqdkx7
    Jawaban :
    Aku selalu percaya apa yang terjadi dalam hidup aku adalah takdir yang sudah dituliskan Allah buat aku. Begitu juga dengan kenangan buruk yang terjadi di masa lalu. Meskipun kadang ada penyesalan yang timbul dan pikiran "andai dulu aku begini...." dan andaikan lainnya, masa lalu tetap tidak bisa di rubah. Yang pasti aku harus berdamai dengan masa lalu itu, memaafkan diri sendiri, dan melapangkan hati untuk menerima semuanya. Berpikiran jika itu ketentuan Allah SWT yang tidak bisa aku tolak, akan bisa lebih membuat aku menerima semuanya dengan ikhlas. Dengan begitu langkah untuk move on, dan berjuang menjalani hidup saat ini pun akan lebih mudah. Masa lalu itu pun akan menjadi pembelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

    ReplyDelete