Search This Blog

Tuesday, February 26, 2013

Cincin Monster


Judul     : Cincin Monster
Pengarang          : Bruce Coville
Penerjemah        : hamzah Fuadi
Penerbit              : Matahati
Cetakan              : 2007
Tebal                   : 144 hlm


               
 Russel Troy adalah tipe anak yang terbiasa di-bully di sekolah. Hari-harinya dipenuhi dengan rasa rendah diri dan ketakutan tidak beralasan karena ia merasa dirinya sebagai anak yang lemah dan tidak bisa apa-apa.. karena itulah ia selalu bermimpi bisa menjadi anak yang kuat dan mampu membuat anak-anak lain ketakutan sehingga bisa membalas perbuatan teman-temannya yang nakal. Tanpa pernah ia bayangkan, keinginan tersebut diwujudkan oleh sebuah Magic Shop kuno. Ketika tanpa sadar ia memasukinya, Russel mendapati sebuah cincin yang konon bisa mengubahnya menjadi manusia berkekuatan monster. Ia pun mencobanya, dan memang benar cincin itu bisa mengubahnya menjadi monster (walau dari dalam ia tetap manusia) sehingga bisa gantian mengerjain teman-teman jahatnya.

                Sayangnya, sebagaimana sering kita jumpai dalam kisah-kisah sejenis lainnya, sedikit kekuatan lebih akan mendorong anak muda untuk meminta yang lebih dan lebih lagi. Semakin lama, Russel semakin ingin menjadi monster yang lebih kuat. Satu putaran membuatnya bertanduk dan berbulu, satu putaran balik membuatnya jadi manusia normal lagi. Dua putaran membuatnya memiliki gigi taring. Tiga putaran, nah sang pemilik toko sangat-sangat tidak menganjurkan untuk melakukannya. Menjelang pesat Halloween, dengan dorongan untuk menggunakan kostum yang benar-benar menyeramkan, Russel memutar cincinnya tiga kali. Dan bencana pun dimulai, ia menjadi monster berkulit merah dan bersayap dari neraka. Hiyyy!

                Russel benar-benar  menjadi monster seutuhnya, dari ujung rambut hingga kaki. Bahkan kekuatannya menjadi berlipat ganda. Tidak ada anak lain yang mampu mengalahkan “kostum” monsternya. Sayangnya, kostum itu telah menjadi dirinya, Ketika Rusel berusaha memutar kembali cincin di jarinya untuk berubah kembali menjadi manusia, cincin itu bergeming. Ia telah menjadi monster yang sebenarnya. Nah, ini bagian di mana semuanya mulai kacau. Ia harus bisa menutupi apa yang terjadi, dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Pada akhirnya, dibutuhkan penerimaan diri dan keberanian untuk melepaskan efek permanen dari cincin monster. Dan, Russel memang belajar banyak untuk tidak meminta lebih dan menyadari betapa berharga untuk menjadi dirinya sendiri.

                Ditulis dengan sederhana dan pendek, novel anak sekali baca ini merupakan kisah fantasi yang menyenangkan sekaligus tidak rumit. Inti ceritanya adalah “jadilah percaya diri dengan kemampuan dirimu sendiri”, sebuah pengetahuan  yang mungkin sering dilupakan oleh anak-anak pada masa-masa pergaulan sekolah.  Tidak ada salahnya menjadi rendah hati, tapi adalah salah besar untuk menjadi rendah diri—terutama jika kau memiliki sesuatu yang patut kau banggakan. Ketika watak dan karakter percaya diri ini sudah tertanam dalam diri anak, maka tidak perlu cincin monster atau naga peliharaan untuk bisa bergaul dengan wajar dan normal di sekolah. Semoga, setiap anak bisa menikmati masa-masa sekolah yang seharusnya menyenangkan dan indah. 

Resensi ini disertakan dalam Fun Year with Children Literature RC

1 comment: