Search This Blog

Wednesday, December 19, 2012

Forgotten


Judul              : Forgotten
Pengarang     : Cat Patrik
Penerjemah   : Berliana Nugrahani
Editor             : RIna Wulandari
Cetakan          : 1, Oktober 2012
Sampul           : Tyo/RAI Studio
Penerbit         : Mizan Fantasy

Forgotten

            “Terkadang, melupakan adalah cara terbaik untuk mengingat.”

            Sebagaimana judulnya, Forgotten, novel ini adalah tentang ingatan dan mengingat. Tentang sebuah kekurangan (atau malah kelebihan?) yang menjadikan seorang gadis remaja menjadi berbeda dengan gadis-gadis lain di sekitarnya. Entah bagaimana mekanisme tepatnya, setiap hari seluruh ingatan London Lane akan terhapus pada pukul 04.33. Mudahnya begini, London menjalani hari ini dengan normal. Ia masuk sekolah, dijahili oleh geng populer, bergosip bersama temannya Jammie, dan bertemu dengan seorang cowok keren bernama Luke. Malam harinya, London pergi tidur dan ia terbangun keesokan harinya dengan ingatan yang kosong. Ia benar-benar melupakan semua yang ia lakukan dan yang ia alami di hari sebelumnya dan hari sebelumnya lagi. Sederhananya, London tidak bisa mengingat masa lalunya. Untuk mengingatkan kembali bahwa ia adalah seorang murid SMA  yang harus membawa baju dan seragam ini itu, ia mencatat segela aktivitas hari itu tepat sebelum ia tidur di malam hari—dan melupakan segalanya. Dari catatan-catatan itulah, London bisa menjalani kehidupannya yang normal.

            Sampai di sini, gagasan ini bisa diterima. Kerusakan pada bagian otak tertentu dalam menyebabkan seseorang mengalami amnesia sehingga ia lupa dengan segalanya. Bedanya, London melupakan masa lalunya setiap pukul 04.33 pagi. Tambahan lagi ia bisa mengingat masa depannya! Sebentar, jadi si London ini lupa dengan apa-apa yang terjadi di masa lalu tapi ia malah mengingat kilasan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada dirinya di masa depan. London bisa mengingat bahwa ia akan terus berteman dengan Jammie hingga kuliah. Ia juga ingat bahwa teman-temannya akan lulus atau mengalami kecelakaan tertentu setahun atau tiga tahun setelah hari ini. Mulai disini, pembaca akan bertanya: Bukannya masa depan itu belum terjadi? Lalu, kenapa London bisa mengingat masa depannya? Ataukah London ini seorang peramal yang mendapat kilasan masa depan?

            Dalam Forgotten, tidak dijelaskan kalau London memiliki kekuatan supernatural atau bakat mistis apapun yang membuatnya bisa mengintip masa depan. Di bagian akhir, akan dijelaskan mengapa ia tidak bisa mengingat masa lalu dan malah bisa mengingat masa depannya. Tapi, itu adalah sebab yang normal dan biasa. Tidak berbau supernatural. Pembaca yang cerewet pasti akan mulai melontarkan pertanyaan dan sanggahan saat membaca novel ini. Tapi, seiring dengan makin berlanjutnya kisah keseharian London, pembaca akan mulai lupa untuk cerewet dan bertanya ini dan itu. Cat Patrick sedikit demi sedikit berhasil mengiring pembaca untuk “percaya saja dengan premisnya itu”. Dan dia berhasil. Banyak pembaca yang akan larut dalam cerita romantis ala anak-anak SMA yang dikisahkan dengan begitu bagus dan lancar. Pembaca akan berfokus pada bagaimana nasib cinta London selanjutnya ketimbang ribut mengurusi premis awal yang banyak lubangnya itu.

            Misteri pun semakin mengental. Penulis benar-benar piawai dalam mengiring pembaca mengikuti cerita. Kehadiran seorang pemuda tampan, Luke Henry, seperti menjadi batu pemantik yang akan mengubah kehidupan London Lane untuk selamanya. Untuk pertama kali, ia tidak bisa melihat pemuda itu ada dalam masa depannya. Ketika mereka akhirnya pacaran, dan Luke sudah mengetahui semua tentang London, tiba-tiba saja London mengalami kilas balik yang aneh. Samar-samar, ia bisa mengingat satu dua peristiwa kecil di masa depannya. Tindakan pencegahan yang ia lakukan ternyata juga membawa sedikit perubahan di masa depan, walaupun banyak yang hasilnya masih tetap sama. Pada akhirnya, London akan menyadari bahwa ia telah dianugerahi kemampuan yang luar biasa untuk melupakan masa lalu (termasuk masa lalu nan kelam). Ingatan-ingatan tentang masa depan juga terbukti dapat ia gunakan untuk menyelamatkan teman-temannya. Dari situ, London mulai memahami bahwa masa depan yang kelam bisa kita ubah dengan berusaha dan bekerja serta doa.

            Forgotten adalah karya perdana  dari Cat Patrik. Ide tentang penulisan novel ini datang bebrapa hari setelah melahirkan, ketika ia melupakan beberapa hal. Konsep ini kemudian ia tuangkan dalam novel sehingga membentuk premis yang menarik seandainya ia meu mengeksplorasi lebih mendalam. Kemampuan melupakan masa lalu dan mengingat masa depan seharusnya bisa diolah lagi menjadi kisah yang lebih emosional dan banyak aksi. Sayangnya, Forgotten ini terlalu banyak mengandung elemen cinta monyet dan dunia remaja, sehingga kurang luwes dalam mengelola konflik yang sifatnya aksi. Alih-alih, kita seperti diajak menyelami dunia London yang tengah berbunga-bunga oleh kecupan cinta.Inilah yang menjadikan novel ini disukai para pembaca wanita karena mereka akan menemukan kekasih sempurna dalam diri Luke.

            Untuk terjemahan, sangat luwes dan lancar. Enak sekali diikuti dan dinikmati. Penerjemah juga membatasi penggunaan kata-kata serapan dalam bahasa Inggris dan mengantinya dengan padanan dalam bahasa Indonesia. Salut juga untuk covernya yang sangat indah serta tata letak halaman yang rapi.  

3 comments:

  1. suka reviewnya, mas :)
    baru kali pertama nih, main ke blog mas dion. hijaaaauuuuuu.. sejuuuukk :D
    tentang forgotten, ini serial atau stand alone novel ya, mas? sempet nyolek, tp belum kepingin beli, heheh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku suka hijau karena sejukkk hihihihi. Ini stan alone kok, jd bs dibaca lepasan

      Delete
  2. Kayaknya bagus nih bukunya. Masukin wishlist ah~

    ReplyDelete