Search This Blog

Tuesday, January 24, 2012

Fantasy Fiesta 2011, Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011

Judul                       Fantasy Fiesta 2011, Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011
Penulis                     R.D. Villam, Klaudiani, Bonmedo T dan 17 Pemenang Kontes   
                               Fantasy Fiesta 2011
Penyunting               Lutfi Jayadi
Sampul                    Imaginary Friens Studio
Cetakan                  1, Desember 2011
Tebal                      325 Halaman.
Penerbit                  Adhika Pustaka


             Setiap kali membaca cerpen atau cerita pendek, pembaca harus siap dengan dua konsekuensi. Pertama, merelakan kisah seru yang terlalu cepat berakhir, dan kedua, gemas dan kesal luar biasa karena ending cerita yang sengaja dibuat menggantung oleh penulisnya. Sebuah cerpen sebagai karya fiksi yang pendek dan tidak sepanjang novel memang memiliki syarat-syarat yang ketat. Penulis harus bisa merangkum satu cerita panjang—dalam FF2011 bahkan sebuah dunia fantasi—ke dalam jajaran 4-5 halaman yang terdiri dari 3.000-4.000 kata. Dalam beberapa paragraf singkat seorang penulis cerpen dituntut untuk mencipta keindahan kata dan semaraknya imajinasi, sehingga menghasilkan karya tulis pendek yang tidak hanya membuat pembaca terkesan, namun juga mampu menciptakan ending atau terusan cerita versi masing-masing. Dan, kerja keras para penulis seperti inilah yang saya kagumi dari para pemenang kontes Fantasi Fiesta 2011 yang diadakan oleh penerbit Adhika Pustaka tahun 2011 yang lalu.

             20 cerita terpilih, masing-masing dengan warna berbeda serta keajaiban yang berlainan, menawarkan aneka petualangan ke ranah imajinasi. Mulai dari menaiki kapal ke sebuah pulau terkutuk, bermain-main dengan 16 terakhir kehidupan seseorang, hingga berandai-andai bagaimana jika kata “aku” terlarang untuk diucapkan. Berikut ini uraian singkat tentang harta imaji apa saja yang tertuliskan dengan begitu mantapnya dalam sebuah buku dengan sampul  yang sangat menawan ini.




1. Bentala Imaji
             “Bentala Imaji” ibarat sebuah cerpen yang benar-benar cerpen. Maksud saya, selain judulnya yang begitu sastrawi, cerpen ini menawarkan sebuah kualitas dari dua cerita yang entah bagaimana saling bertautan. Kisah si Aji yangberupaya terbang menuju kebebasan berimajinasi. Kalau menurut sepenangkapan saya (hasyah bahasanya), “Bentala Imaji” adalah tentang dorongan untuk mengapai imaji manusia. Dari seluruh pemenang FF 2011, hanya dengan si penulis kisah inilah saya pernah berkenalan dan berjabat tangan.

2. Bhupendra Gagan
   Dari seluruh cerita yang ada di FF 2011, “Bhupendra Gagan” adalah yang paling saya sukai. Kisahnya bersetting di wilayah India pada awal masa, jauh sebelum tahun Masehi dimulai. Tentang kemaharajaan yang melarang penggunaan kata “aku” karena siapapun yang mengucap kata kutuk itu akan segera dipancung. Aturan yang awalnya aneh dan nyentrik ini ternyata berdampak besar dalam memperbaiki moral masyarakat di negeri itu. Kejahatan pun hilang, dan seluruh negeri pun terangkat ke langit saking ringannya dosa-dosa di bumi kerajaan itu.

3. Dongeng Kanvas
                Satu lagi kisah tentang peri, memadukan antara kisah fantasi, nilai seni dan tentang besarnya makna pengorbanan. Bayangkan dirimu sebagai gadis yang hanya bisa melihat benda berwarna hitam namun sekaliguas adalah seorang pelukis hebat. Bakatnya diuji ketika sang ratu memintanya melukis peri. Dan untuk melakukannya, ia harus percaya bahwa peri tiu memang benar-benar ada. Dikisahkan dengan begitu halus dan cerpenis banget, pembaca harus sering mengingatkan dirinya bahwa kisah ini ditujukan sebagai cerpen fantasi, bukan cerpen sastrawi karena kata-katanya sangat indah.

4. E (EPSILON)
             Kalau tidak salah, cerpen ini adalah sambungan dari kisah “Jatayu” di buku Fantasy Fiesta 2010. Mengangkat kisah tentang keagenan rahasia milik Indonesia versi masa depan bernama  Jatayu. Menggunakan tokoh-tokoh bernama huruf Yunani, “Epsilon” memadukan antara fiksi ilmiah Barat tentang manusia mutan (seperti X-Men) dengan mitos-mitos lokal (seperti Ragda).

5. Enam Belas Menit
             Dalam FF 2011, cerita Énam Belas Menit” adalah salah satu cerita yang agak berat. Emosi pembaca akan diacak-acak, menyaksikan seorang suami yang terperangkap dalam perulangan waktu. Ia diberi kesempatan untuk mengulang-ulang kembali waktu 16 menit terakhir  bersama orang yang ia cintai. Cerpen ini mengajak kembali kita untuk merenungkan keberadaan waktu kita di dunia, sudahkan kita memanfaatkan waktu yang masih tersedia ini dengan sebaik-baiknya bersama orang-orang tercinta?

6. Hari Terakhir Ishan
             Ini juga salah satu dari beberapa cerpen ber-ending sedih dalam FF 2011 (entah mengapa buku seri ini lebih banyak menampilkan cerita ber-ending sedih atau mengantung, smeoga bukan karena jurinya sedang galau xixixi). Mengisahkan tentang seorang pendeta wanita yang harus berkorban demi keselamatan rakyatnya. Lebih menyorot sisi psikologis sang pendeta ketimbang dunia unik di dalam cerita, terutama ketika sang pendeta wanita yang masih muda itu, ehem, jatuh cinta.

7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan
             Jika boleh menilai dengan teori sastra, cerpen inilah yang menurut saya paling terasa kental sangat sastranya dalam FF 2011. Penggunaan kata-kata yang tak lazim dan jarang digunakan, tapi indah dan bernilai rasa tinggi, menjadikan pembacaan cerita ini ibarat sedang membaca cerpen karya penulis besar di surat kabar. Ceritanya juga unik, tentang para penghuni Bumi sebelum mahkluk2 lain dari pangkalan Bulan menyerbunya.

8. Kembali ke Morova
             Ini, sekali lagi, adalah kisah yang sedih, gelap, sekaligus agak horor. Tentang seorang pemuda yang diberi kesmepatan untuk kembali ke Morova karena ada satu alasan yang menanti. Penulis seolah ingin menyadarkan kita bahwa ada alasan dari mengapa setiap dari kita berada di tempat ini, saat ini. (Beneran agak merinding membacanya).

9. Kisah Sang Kerudung Merah
                Kisah ini rupanya mengikuti tren mengemas ulang dongeng anak-anak menjadi dongeng dewasa yang lebih sadis. Tentang seorang gadis yang harus mencari tanaman obat di hutan demi menyelamatkan neneknya yang terkena wabah penyakit. Sebagaimana judulnya, kita bisa menebak bahwa di hutan ia bertemu dengan serigala (selain tambahan bahwa manusia serigala ini juga memakan ingatan). Bagi yang suka pertempuran berdarah-darah, bacalah ini.

10. Leyl-Hasrat Bebas
                Maaf, dari seluruh cerpen yang ada dalam buku ini, kisah Leyl ini adalah yang paling sulit untuk saya pahami. Penokohan dan alur besarnya sudah diceritakan dengan sangat menarik, hanya saja saya kurang bisa menangkap ujung dari cerita ini, berhentinya di titik mana, dan apa hasil yang ditimbulkan di penghuung kisah. Bagaimanapun, kisah ini menarik karena menceritakan konflik antara manusia dan manusia-binatang.

11. Menuju Akhir Masa
                Fantasy Fiesta 2011 pantas berbahagia karena kedatangan peserta yang juga merupakan penulis novel serial Ther Merlian yang terkenal itu. Di balik judulnya yang dahsyat, pembaca akan diajak sejenak mencelup ke cerita yang agak berbau spiritual, tentang merenungkan kembali konsekuensi dari ketika seseorang memiliki cahaya atau kegelapan, kasih atau kesesatan, malaikat atau iblis. Dengan lihai, penulis mampu mengambarkan cerita yang berbau religius dalam bingkai yang lebih umum dan berbau fantasi. Pada akhirnya, pilihan kita lah yang menentukan akhir dari masa depan masing-masing.

12. Misteri Pulau Goudian
                Ini adalah cerpen kedua yang paling saya sukai. Ceritanya sangat “petualangan”, yakni tentang upaya pencarian pulau terkutuk yang hanya bisa dilihat dan didatangi oleh orang-orang yang terkututk pula. Memadukan antara bajak laut, pencarian harta karun, dan sejarah kapal Galleon, pulau Goudian menawarkan sebuah petualangan dahsyat di tengah lautan tak bernama, juga perjalanan menuju kegelapan dalam masing-masing jiwa.

13. Neil/Lien
                Ini cerpen ketiga yang paling saya suka, karena menghadirkan sudut pandang unik dalam bercerita. Neil memiliki alterego lain dalam dirinya, Lien. Ia ibarat penderita schizophrenia akut yang suka berbicara pada dirinya. Namun, siapa sangka, orang lain dalam dirinya itulah yang kelak akan menyelamatkan hidupnya dalam cara yang tak disangka-sangka.

14. Noel
                Apa jadinya ketika seorang manusia mampu menciptakan manusia? Upaya ini tidak hanya jahat secara moral tapi juga tidak benar secara alam/genetis. Setiap sel dan molekul tubuh akan memberontak, takdir akan berbelok, nasib akan tetap digariskan, bahwa mereka yang hendak mencoba menyamai kekuasaan Tuhan hanya akan menemui kegilaan dan kebinasaan, serta kegilaan yang amt sangat. Kisah ini adalah tentang mahkluk mirrlith yang keluar dari balik cermin kuno peninggalan era Persia yang bisa meniru raga manusia, tapi tidak jiwanya. 

15. Oris
                Dari banyak warna-warni FF 2011, “Oris” adalah yang paling bernuansa anak-anak dan berwarna. Tentang seorang anak kaya yang terjebak tinggal bersama paman dan bibinya yang jahat. Dengan bantuan seekor kucing ajaib, imajinasi yang tak berbatas, serta keberanian untuk mengapai impian, akhirnya cerita ini berakhir bahagia.

16. Petra
                Dikisahkan sebagai sebuah companion untuk novel Xar dan Vichattan, “Petra” adalah tentang pertempuran spiritual yang dilakukan demi merebut puncak tertinggi tahta Kuil Xar. Membaca cerita yang sarat dengan nama-nama khas dunia Xar ini akan membuat pembaca tertarik utnuk lebih menyelami dunia Xar yang legendaris itu. Setelah membaca “Petra”, kerinduan untuk segera membaca seri Xar dan Vichattan pasti akan muncul (dan saya belum punya dan belum baca ihiks).

17. Selamanya Bersamamu
                Satu lagi kisah tentang cinta. Bagaimana ketika seorang pria jahat dihukum dengan selamanya menjadi kehidupan yang abadi bersama wanita yang terobsesi dengannya?

18. Selamat datang di Wonderland
                Ini adalah kisah berbau futuristis. Tentang sebuah dunia dimana orang dibayar untuk bermain di sebuah taman hiburan bernama Wonderland. Namun, alih-alih menyenangkan, setiap permainan di Wonderland adalah nyata, dengan naga, monster, buaya dan kecelakaan fatal yang benar-benar bisa merusak dan menghancurkan tubuhmu. Orang-orang jahat yang terjebak di sana akan terus dipaksa menjalani permainan demi permainan untuk bisa mengumpulkan poin agar bisa keluar dari tempat mengerikan itu, dengan anggota-anggota tubuh yang semakin lama semakin banyak diganti oleh logam dan mesin.

19. Tukang Sapu
                Ceritanya agak berat, tentang tukang sapu yang ternyata sudah ada di awal masa. Saya tidak bisa menceritakan lebih lanjut karena nanti akan tertebak siapa si tukang sapu ini dan mengapa ia diwawancarai oleh seorang mahasiswa filsafat UI semester 4.

20. Wanita Pembisik
                Akhirnya, FF 2011 diakahiri dengan tipe kisah fantasi yang sangat saya sukai, tentang penyihir. Adalah Nahra yang ingin membalaskan dendam kepada kota Azaiga yang telah membuat hidupnya sengsara. Ia berlatih keras agar bisa menyadi penyihir kegelapan yang ampuh, yang menguasai perintah memanggil monster dari dunia bawah dan memunculkan petir serta bola-bola api untuk menghancurkan kota itu. Diakhiri dengan twist yang seru, Wanita Pembisik menawarkan dunia sihir ala Trudi Carnavan namun dalam rasa yang lebih lugas untuk dinikmati. 

                Secara umum, FF 2011 menawarkan cerita-cerita yang unik dan baru, walaupun lebih cenderung menyorot sisi psikologis karakter-karakternya ketimbang sisi aksi perang fantasi yang saya sukai. Namun, saya belum bisa menemukan cerita yang mampu menandingi “Candu Aksara” yangdikisahkan dengan begitu memikat di Fantasy Fiesta 2010. Peningkatan terutama tampak pada penggunaan unsur-unsur lokal yang lebih banyak ketimbang Fantasy Fiesta 2010, yang semoga menunjukkan bangkitnya fiksi fantasi lokal karya anak bangsa. Selamat bagi seluruh pemenang. 

4 comments:

  1. hoho kelar juga akhirnya buku yang sempat bikin heboh kemarin XDDD

    Semacam buku Wizards terbitan Matahati itu yah. Eh dah kelar blom bacanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semacam Wizard tp kalau FF 2011 ini dibatasi tidak lebih dari 3000 kata. Ini Wizards masih sampai halaman 439

      Delete
  2. Aku penasaran sama Enam Belas Menit itu.. kayaknya kok tragis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sayangnya dlm cerita itu 16 mnenit ini berulang2 terus jd pembaca dibuat agar mampu menyimpulkan sendiri ending dari kisah ini

      Delete