Search This Blog

Saturday, December 24, 2011

The Necromacer (The Secret of the Immortal Nicholas Flamel)


Penulis              :  Michael Scott
Penerjemah      : M. Baihaqqi
Penyunting        : Nadya Andwiani
Korektor            : Bayu Ekawardana
Tata Letak         : MAB
Tebal                 : 491 halaman
Cetakan            : Pertama, Januari 2011
Penerbit            : Matahati



Jika ada satu buku yang happening banget selama awal tahun 2011 dan begitu ditunggu-tunggu versi Bahasa Indonesianya, maka buku itu adalah The Necromancer karya Michael Scott. Penulis asal Irlandia dengan kreativitas dan imajinasi luar biasa ini mampu meramu beragam mitologi dunia menjadi sebuah cerita akbar berlini masa ribuan tahun dengan menjadikan tokoh-tokoh besar dalam panggung sejarah sebagai aktor dan aktrisnya. Menghidupkan kembali dewa-dewi kuno, makhluk-makhluk purba dalam mitologi, serta tokoh-tokoh agung dalam sejarah yang ter-abadikan, Michael Scott dengan piawai mampu "menciptakan" perpaduan seru antara dunia fiksi fantasi dan sejarah. 

The Necromancer sendiri merupakan buku keempat dari pentalogi buku The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel yang dari sampulnya saja sudah menjanjikan petualangan fantasi seru berbalut mitologi-mitologi dunia. Benang merah ke enam buku ini digerakkan oleh 5 orang yakni John dan Sophie Newman, Nicholas Flamel (tokoh ini disebutkan juga dalam buku pertama Harry Potter sebagai seorang alkemis yang memiliki batu bertuah dan mampu membuat cairan keabadian) dan istrinya Perenelle Flammel, serta Dr. John Dee. Tiga tokoh yang terakhir benar-benar ada dalam sejarah, begitu pula tokoh-tokoh lain dalam buku ini seperti Virginia Dare, Billy the Kid, William Shakespeare, Niten (atau kita mungkin mengenalnya sebagai Musashi), Nicollo Machiavelli, Saint Germain, dan Joan the Arc. Mereka adalah kaum abadi yang dikisahkan mampu hidup selamanya berkat berkah dari Kaum Tetua (dewa-dewi dari perbagai peradaban dunia kuno). Sedangkan manusia biasa yang tidak memiliki sihir disebut ras humani.

Sebagaimana buku pertama, The Necromancer diwarnai dengan alur cerita yang “langsung ngebut” dari awal hingga akhir. Petualangan demi petualangan saling susul silih berganti, membuat pembaca tidak akan mampu melepaskan diri dari membaca buku ini. Melanjutkan kisah seru di seri ketiga, The Sorceress, Josh dan Sophie kembali ke rumah Bibi Agnes di San Fransisco—hanya untuk menemui petualangan dan bahaya baru. Sophie diculik oleh Aoife sang Bayangan dan Niten. Keadaan makin membingungkan ketika keduanya ternyata sekutu dari Nicholas dan Perenelle. Kini, enam orang tersebut harus bersatu demi menghalangi upaya Dr. John Dee yang hendak mengusai dunia dengan kekuatan gelapnya. Belum lagi, mereka juga harus menghadapi makar para Tetua Gelap yang ingin kembali mengacaukan dunia modern ini. Tepat di Pulau Alcatraz, para Tetua Gelap telah menyuruh Machiavelli dan Billy the Kid untuk melepaskan makhluk-makhluk ganas dari era purba yang selama ini mungkin kita kira hanya ada dalam kisah-kisah mitologis untuk mengacau di jalan-jalan kota San Francisco.
 
Di seberang samudra, Dr. John Dee yang licik dan manusia abadi Virginia Dare juga tengah menjalani petualangannya sendiri. Mereka berupaya berkelit dari serangan para Tetua Gelap yang kini malah ingin menangkap dan membasmi Dee. Dee bertanggung jawab karena memusnahkan seorang Tetua Gelap bernama Hekate sekaligus menghancurkan alam bayangannya—yang sekaligus juga turut menghancurkan dua alam bayangan yang lain. Kini, giliran Dee yang dikejar-kejar berbagai makhluk ganas. Dari sini, kisah yang awalnya sudah seru pun malah bertambah semakin seru ketika berbagai twist atau putaran kisah bermunculan. Banyak fakta baru bermunculan, tokoh-tokoh baru yang dulunya berkawan tiba-tiba saling bermusuhan, sementara mereka yang dulu saling bertarung malah kini saling bekerja bersama. Pertempuran antara ras humani dengan Tetua Gelap yang sekali lagi ingin mengusai Bumi semakin mendekat. Josh dan Sophie sebagai si Kembar Legendaris harus segera menyempurnakan pelatihan sihir mereka jika ingin melawan Tetua Kegelapan. Masa depan dan eksistensi ras humani berada di tangan mereka.

Resensi The Necromancer pasti akan sangat panjang jika dituliskan di sini sebab ada banyak sekali kisah seru untuk diceritakan, berbagai makhluk ajaib dan aneh untuk dipaparkan, dan pesona-pesona sejarah unik nan memukau untuk didedahkan. Lima halaman lagi mungkin diperlukan untuk menguraikan satu demi satu pesona fantasi-mitologi yang disusun oleh Michael Scott dalam novel ini. Covernya juga luar biasa indah. Banyak pembaca, termasuk saya, yang awalnya mungkin tertarik untuk membeli buku ini karena sampulnya yang begitu menawan imajinasi sebelum kemudian jatuh cinta pada isinya. Sampulnya sendiri entah-bagaimana-terasa-sangat-mitologis, ibarat sebuah kitab kuno temuan Indiana Jones di sebuah reruntuhan Maya kuno yang tiba-tiba dicetak ulang dan dijual di toko-toko buku. Buku ini sangat cocok dipajang di rak-rak buku di rumah dan di perpustakaan sebagai karya imajinasi yang luar biasa.

Bukan hanya pembaca, bahkan Josh yang bengal pun kini mulai lebih tertarik untuk mempelajari sejarah dunia, dan novel ini sungguh merupakan bacaan yang tepat untuk mengajak kembali pembaca dari kalangan humani seperti kita untuk lebih memahami dan mempelajari sejarah peradaban Bumi yang sesungguhnya sangat kaya dan menarik.

“Kurasa aku mulai lebih tertarik dengan sejarah dan dunia kuno”, jawab Josh jujur. (halaman 41). 


Begitu pula kami Josh, begitu pula kami.

9 comments:

  1. Ya ampun kapan ya bisa baca buku ini. Dari dulu kepengen baca serial ini tapi kesalip sama buku lain terus ;P

    ReplyDelete
  2. Baca mbak...bagus kok dan alurnya juga cepet. pasti segera kelar :))

    ReplyDelete
  3. Nggak sabar nungguin the warlock diterjemahin taun depan ya! =D naga2nya si josh sama sophie mulai berseberangan nih, seruuuu =D

    ReplyDelete
  4. ini nih aku jg sudah baca yg versi bahasa Inggris --> http://dionyulianto.blogspot.com/2011/09/warlock-by-michael-scott.html

    ReplyDelete
  5. ada romance-nya ga bang? kok kayaknya heboh banget bukunya, tapi kok ya banyak banget serinya ya? hahaha

    ReplyDelete
  6. Serinya ada 6, dna bukunya termasuk mahal wkwkwk tp kalo bg pengemar fantasi sebaiknya punya buku ini deh atau paling enggak baca :p

    ReplyDelete
  7. Ini nih wajib punya bener ya. Reviewnya banyak yg bagus. The next HP nih kehebatannya.

    ReplyDelete