Search This Blog

Monday, December 19, 2011

Love Bites

           

          Tahukah Anda (atau jangan-jangan hanya saya saja yang belum tahu!) kalau karakter Bella di dasarkan pada kisahItik Buruk Rupa  atau The Ugly Ducking? Itulah sebabnya mengapa  Bella bernama lengkap Bella Swan. Tahukah Anda kalau naskah Twilight sudah ditolak 8 kali oleh penerbit? Tahukah Anda bahwa Stephenie Meyer hanya mengharapkan naskah ini terjual seharga US $ 10.000  agar dia bisa melunasi cicilan minivannya (yang ternyata naskah Twilight dibeli seharga US $ 750.000 karena bantuan agennya). Banyak hal yang melatarbelakangi karya hebat ini yang dapat Anda temukan dalam Love Bites. Awas digigit cinta!  


          Siapapun yang mengaku mencintai Twilight Saga dan juga filmnya, sebaiknya memiliki buku kecil ini untuk melengkapi pembacaannya. Ditulis oleh Liv Spencer yang juga menulis buku tentang sejumlah tokoh publik terkenal lain seperti Taylor Swift, buku ini cukup mumpuni untuk boleh mengaku sebagai panduan  “tak resmi” bagi penggemar film Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Down.  Love Bites menyuguhkan sebuah rasa majalah mengenai serial vampire yang pernah dan masih mempesona jutaan pembaca karya Stepenie Meyer di seluruh dunia.

            Eclipse (dan tiga novel Twilight lainnya) merayakan “cinta yang sukar dipahami yang melampaui batasan kekuasaan, keduniawian, dan bahkan kematian.” (Hlm. 287).

            Dilengkapi dengan aneka foto (layaknya sebuah majalah film), Love Bites menawarkan segala sesuatu yang menarik yang bisa ditawarkan oleh sebuah buku dan film yang sama-sama laris. Buku ini merangkum seluruh wawancara dan pengamatan Liv Spencer terhadap penulis Twilight, para pemain utama dan pendukung, hingga orang-orang di balik layar serta tempat-tempat yang digunakan untuk syuting film ini. Bagian yang paling menarik, yang sayangnya mendapat porsi yang sangat sedikit, adalah bagian di mana Spencer menuliskan kembali bagaimana pandangan Stephenie Meyer terhadap karyanya itu.  Betapa Meyer sempat tidak PD ketika menuliskan dan mengirimkan Twilight, betapa rajin dia menulis sehingga saga setebal itu rampung hanya dalam waktu 6 bulan, hingga novel-novel klasik apa yang mempengaruhi Meyer untuk menulis saga ini.

Co cuit


            Sebagaimana karya-karya besar yang juga terinspirasi oleh karya-karya besar lain, Meyer mengakui kalau Twilight terinspirasi oleh novel Pride and Prejudice (1813) karya Jane Austen, New Moon adalah inspirasi dari Romeo and Juliet Eclipse dari adaptasi Wuthering Heights , sementaraBreaking Dawn sangat memancarkan pengaruh karya-karya Shakespeare, yakni Mid Summer Night Dreams dan The Merchant of Venice. Dari sini, pembaca bisa maklum mengapa Meyer memutuskan untuk membuat akhir yang bahagia dari rangkaian saga ini.

            Porsi yang diceritakan dalam jumlah yang lebih besar adalah semacam biografi sangat singkat dari para pemeran film Twilight. Walaupun agak boros, namun dari bagian ini kita bisa belajar banyak tentang betapa beratnya proses untuk bisa menjadi dan selama menjadi bintang film yang sukses. Dalam Love Bites, Spencer menceritakan bagaimana Robert Pattison dan Kristen Stewart (yang kedua-duanya sama-sama ngotot bahwa peran Edward Cullen dan Bella Swan seperti sudah ditakdirkan menjadi miliki mereka) berupaya sangat keras agar mendapatkan peran itu. Para kru film sendiri sampai merasa keduanya terlalu “menghayati” perannya. Begitu pula perjuangan Taylor Lautner yang  setelah lolos audisi pun harus rela makan protein setiap dua jam dan berlatih 2 – 5 jam di pusat kebugaran demi membentuk tubuh manusia serigalanya itu. Dan, semua upaya pasti ada imbalannya. Pattison, Stewart, dan Lautner mampu membuktikan bahwa mereka adalah idola baru yang dielu-elukan pengemarnya.


            Love Bites juga mengangkat sisi-sisi lain yang mungkin selama ini tersamarkan oleh kisah segitiga antara Bella, Edward, dan Jacob; yakni para pemeran pendukung lain yang juga memiliki atas kepopuleran kisah ini. Siapa saja yang menjadi pemeran kawanan serigala, keluarga Edward, kaum Volturi, hingga penduduk Forks, juga alasan mengapa vampirnya Meyer ini—alih-alih terbakar—malah hanya berkilauan ketika terkena sinar matahari.

            Walaupun lebih terpaku ke film ketimbang novelnya, Love Bites akan mengajak para penggemar saga Twilight untuk merayakan saga cinta antara vampire dan manusia ini, di samping menunjukkan beberapa hal dibalik layar yang selama ini mungkin belum tersentuh. Sebagai bonus, ada foto berwarna dari Edward, Bella, serta Jacob yang mengintip di halaman belakang buku ini. Cocok untuk dikoleksi hahaha.

Satu hal yang jelas, saya bukan penggemar saga Twilight dan belum pernah membaca satu pun buku karya Meyer. Namun, sejak menemukan Love Bites terhidang indah oleh penerbit Atria, saya memutuskan untuk mulai mencoba Twilight yang sudah 2 minggu menumpuk di tumpukan. Saya rasa, saya akan menyukai Twilight sebagaimana novel-novel fantasi lainnya. 


Judul                : Love Bites, The Twilight Saga’s Companion
Penulis              : Liv Spencer
Penerjemah      : Nengah Krisnarini
Penyunting        : Dian Pranasari
Pemeriksa aks  : Adi Toha
Tebal                : 359 halaman
Cetakan           : 1, November 2011
Penerbit            : Atria

1 comment:

  1. ternyata reviewmu lebih lengkap ya..aku bingung nulis reviewku soalnya baca twilight aja cuma buku 1 dan itu gk habis..jd wktu dpt pr ini rada bingung deh hehehe

    ReplyDelete