Search This Blog

Tuesday, October 18, 2011

Persuasion IQ; 10 Keterampilan Kunci Kesuksesan

Judul                : Persuasion IQ; 10 Keterampilan Kunci Kesuksesan
Penulis              : Kurt M. Moortensen
Penerjemah      : Indrawati Susilo
Penyunting        : Dian Pranasari dan Anton Kurnia
Pewajah isi       : Eri Ambardi
Cetakan           : 1, Maret 2011
Tebal                : 395 halaman
Penerbit            : Serambi Ilmu Semesta


               Salah satu pertanyaan yang mungkin paling sering ditanyakan pada abad modern ini adalah: Apa yang membuat seseorang sukses? Pertanyaan ini telah mendorong munculnya kegalauan positif di dunia psikologi maupun dunia pendidikan dan terutama dunia bisnis sebagai bidang-bidang yang  berkaitan dengan kata kunci “kesuksesan” itu sendiri. Tidak terhitung banyaknya buku yang telah ditulis, pakar bisnis dan motivasi yang telah lahir, dan berbagai seminar serta pelatihan yang telah diadakan; semuanya bermuara pada satu hal, apa kunci kesuksesan itu.

              Dari sekian banyak teori tentang kesuksesan, beberapa yang paling menggebrak adalah Gardner dengan Kecerdasan Majemuk-nya, Daniel Goleman dengan Emotional Inteligence, dan “Eyangnya” para motivator Dale Carnegie dengan Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain-nya. Ternyata, berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis buku ini, masih ada satu faktor kunci kesuksesan lagi yang sering diabaikan orang, yakni “kepintaran yang dipelajari di luar sekolah” atau yang oleh penulis disebut sebagai “kecerdasan membujuk” atau IQ Persuasi (kemudian disingkat PQ).

            Dalam kehidupan, keterampilan membujuk ini terbukti sudah sangat berguna, misalnya saat kita menawar barang agar harganya lebih murah, atau sebaliknya membujuk orang lain agar membeli barang yang kita tawarkan. Bahkan, bukankah menembak sang kekasih hati juga membutuhkan keterampilan membujuk? Dalam banyak hal, orang-orang besar seperti Donald Trump, Abraham lincoln, dan Dale Carnegie adalah para pembujuk yang hebat.

            “Hanya ada satu cara untuk membuat seseorang melakukan apa pun, yaitu dengan membuat dia ingin melakukannya.” – Dale Carnegie (halaman 44)

            “Belajarlah seni persuasi. Praktikan. Kembangkan sebuah pemahaman akan nilainya yang dalam, menyeberangi semua bidang kehidupan.” –Donald Trump (hlm 7)

            Disusun berdasarkan penelitian selama 7 tahun, buku ini akan membimbing Anda, langkah demi langkah, bab demi bab untuk mulai belajar dan tidak lagi mengabaikan keterampilan yang satu ini, keterampilan membujuk. Mereka yang sukses dalam kehidupan biasanya memiliki sifat khas yang memudahkan mereka untuk membujuk orang lain. Dari riset, didapatkan bahwa para pelaku persuasi yang hebat itu:

            …terpelajar, cerdas, jujur, ulet, empatik, tegas, proaktif, ramah, rendah hati, tulus, kreatif, memiliki watak yang menyenangkan, berorientasi pada solusi, bisa diandalkan, dan selalu terus belajar … (halaman 36). Sudah ada berapa sifat tersebut dalam karakter Anda?

            Dilengkapi dengan anekdot dan cerita inspiratif untuk memudahkan pembaca dalam memahami jurus-jurus untuk menjadi pelaku persuasi yang hebat, Persuation IQ akan memperkenalkan pembaca sekalian pada sebuah ranah baru dalam bidang manajemen diri. Bahwa IQ dan EQ itu sama-sama penting, tapi jangan lupakan PQ juga, karena keterampilan membujuk adalah kunci kesuksesan yang utama. Mulai dari bagaimana cara “menguasai suasana hati” orang lain, pentingnya mendengarkan, teknik berempati yang jujur, kehadiran yang berpengaruh dan menimbulkan kesan; dan masih ada beragam teknik lain yang berguna yang ditawarkan buku ini untuk meningkatkan posisi tawar kita di depan orang-orang (dalam hal yang positif tentunya).

            Dari PQ, kita juga belajar tentang pentingnya karakter. Bahwa karakter diri kita adalah hal yang menentukan apakah kita berhasil membujuk orang lain atau tidak. Karakter dibentuk oleh momen-momen kecil dalam hidup kita. Ingatlah selalu untuk menjadi seorang yang peduli, jujur, dan menyenangkan. Jangan memoles cerita, jangan menghilangkan informasi tertentu. Utamakan orang lain, pertahankan agar kita tetap fokus pada prioritas.

“Karakter adalah mengetahui apa yang benar, ingin berbuat benar, dan kemudian melakukan apa yang benar.” (halaman 162).


Selama ini, kita mungkin mencari-cari di mana kunci kesuksesan itu berada. Jarang sekali kita sadari, kunci itu selama ini ada di sekitar Anda, bahkan lebih dekat lagi—yakni di dalam diri Anda. Itulah kemampuan untuk membujuk atau Persuasion IQ. Akhirnya, apakah Anda sekalian tertarik untuk membeli dan membaca buku berbobot ini? Bila ya, maka saya adalah seorang pelaku persuasi yang hebat (maunya)! Begitu juga Anda setelah membaca buku ini. 

No comments:

Post a Comment