Search This Blog

Wednesday, August 17, 2011

7 Keajaiban Rezeki

Judul                : 7 Keajaiban Rezeki, Rezeki Bertambah, Nasib Berubah dalam 99 Hari dengan Otak Kanan
Penulis              : Ippho Santosa
Artistik             : Achmad Subandri
Desain Sampul  : Toke Tetsu
Penerbit            : PT.Elex Media Komputindo
Cetakan           : 2, April 2010



7 Keajaiban Rezeki mengajarkan bahwa setiap kita memberi, pasti akan diberi—terlepas dari perbedaan wujud, bentuk dan waktu diberinya, baik ikhlas maupun tidak walaupun ikhlas tentu saja seribu kali lebih baik daripada tidak ikhlas.


            Dalam rentang kehidupan seorang, mungkin hanya ada segelintir buku yang begitu dahsyat hingga mampu mengubah kehidupan seseorang, yang membuat seseorang berteriak “Aha!” sambil tanpa sengaja menepuk jidat saat membacanya. Berbagi kehormatan dengan jejeran kitab-kitab suci agama-agama besar dunia, buku-buku tersebut begitu menginspirasi sehingga membuat pembacanya ingin agar orang lain juga turut membaca buku itu. Dan, 7 Keajaiban Rezeki karya Ippho Santosa adalah salah satu dari buku seperti itu. Mari kita buka, saksikan, amalkan, dan raih keajaibannya.

            Setelah mengobrak-abrik mindset pengusaha-karyawan-bos dalam 10 Jurus Terlarang, seorang Ippho kembali memaksa pembaca untuk menggunakan jurus-jurus ala otak kanan untuk menembus penghalang rezeki, membuka tabir jodoh, dan menemukan kunci kekayaan yang sesungguhnya. Tanpa tedeng aling-aling, tanpa excuse, tanpa alasan macam-macam dan segala tetek bengeknya, 7 Keajaiban Rezeki mengajak pembaca untuk sedikit bergeser ke KANAN, baik kanan yang bermakna kebaikan (golongan kanan) maupun kanan secara otak kanan (intuisi, kreativitas, gambling, dan menjadi seorang bos).  Intinya adalah, kata Ipppho, jika Anda ingin menjadi seorang bos, maka bergeraklah ke kanan di dunia yang begitu didominasi oleh otak kiri ini (perhitungan, teori, kepastian, karyawan/pengikut). Analoginya demikian: lebih banyak karyawan daripada bos, lebih banyak yang kiri daripada yang kanan, maka bergeraklah ke kanan agar bisa menjadi bos.

Lalu, apa saja ciri-ciri orang kanan? Orang kanan dalam buku ini adalah mereka yang memulai aksi dulu, baru memikirkan reaksi sambil jalan—tentunya aksi-aksi kebaikan. Mereka yang kanan suka bersedekah tanpa menghitung-hitung berapa persen sedekah yang harus dikeluarkan. Mereka yang kanan adalah mereka yang yakin bahwa Sang Maha Kaya akan mengayakan mereka yang membuat kaya orang lain, dengan bersedekah tentunya.  Dengan gencar, Ippho menyemangati kita untuk menambah sedekah kita, dari yang jumlah yang biasanya menjadi jumlah di luar dari biasanya.


Dalam kitab suci, disebutkan bahwa kita harus menyedekahkan sebagian dari harta kita. Nah di sinilah kesalahan konsep itu muncul. Bahwa sebagian itu bukan berarti sedikit, sebagian adalah satu bagian dari harta yang kita punya, minimal sih 20-40% gitu. Susah sih kalau mindset kita sudah terbiasa sedekah Rp1000 – Rp 2000 ke masjid, tapi perlahan jumlahnya harus ditingkatkan. 7 Keajaiban Rezeki  mengajak kita untuk tidak ragu dalam bersedekah. Caranya adalah dengan ikhlas by doing, dianalogikan dengan belajar shalat. Mungkin dulunya or awalnya terpaksa, tapi lama-kelamaan jd merasa tidak terpaksa dan enteng saja melakukannya, kalau bisa sih malah menjadi sebuah kebutuhan yang kalau tidak dilakukan malah membuat jiwa galau. Galau karena tidak bersedekah secara rutin dan banyak, wah itu baru galaunya anak muda keren zaman sekarang.


Menggunakan analagi-analogi yang sederhana, simpel dan memudahkan, 7 Keajaiban Rezeki mengajak kita untuk lebih melek fakta (bukan melek tarif kek iklan lho!) terhadap apa yang sebenarnya terjadi dan bisa terjadi dengan setiap perbuatan baik yang kita lakukan. Salah satunya adalah tentang Hukum Timbal Balik atau Law of Reciprocity. Untuk mendapatkan uang receh, maka bersedekahlah dengan uang receh. Nah, untuk mendapatkan uang banyak, maka kita harus bersedekah dalam jumlah yang banyak pula. Walau, balasan tidak selalu dalam bentuk materi. Kesehatan, keluarga, pekerjaan, kelancaran usaha; semuanya adalah balasan yang jauh lebih tak ternilai yang sayangnya sering kita abai. Sekali lagi, 7 Keajaiban Rezeki berhasil menyentil kita, jlebbb.

Bagi Anda yang gemar menabung namun takut berinvestasi, kutipan berikut ini mungkin bisa membuat Anda tidak bisa tidur semalaman: Mata uang (currency) dalam bahasa Inggris berasal dari kata current yang berarti “arus”, maka ini mengandung analogi bahwa uang/kekayaan itu harus dialirkan atau diputar agar dapat mengayakan/ menghasilkan. Ibarat air dan benda-benda langit yang semuanya terus berputar dan beredar sehingga berguna atau menghasilkan. (halaman 80). 7 Keajaiban Rezeki terbukti menjadi salah satu penyebab imsomnia bagi orang-orang yang ingin sukses, bagi mereka yang mau memikirkan dan memperhatikan.



Hidup memang seperti air yang mengalir, mengikuti ke mana sungai menuju. Tapi hidup yang lebih baik adalah ketika kita bisa memilih sungai yang sesuai dengan potensi kita, untuk kemudian kita aliri sebagai panggilan jiwa dan label dari keunggulan kita, dan kalaupun sungai yang seperti itu belum ada, maka mengapa kita tidak membikinnya? 7 Keajaiban Rezeki menyemangati kita untuk membuat sungai itu.

Buku ini merangkum semua yang telah diajarkan oleh Kiyosaki, Trump dan pakar-pakar keuangan kelas besar dunia lainnya, hanya saja dari sudut pandang yang lebih memudahkan dan lebih me-muda-kan hehehe. Bentuknya tipis dan simpel, namun materi yang dikandung benar-benar fresh  dan seolah mampu menyalakan “lampu kreativitas” di atas kepala. Bila dipaksa menyimpulkan, mungkin kutipan berikut mampu mewakili isi dari buku fenomenal ini:
Menabung itu baik. Investasi lebih baik. Sedekah adalah yang terbaik. (halaman 83) 


Teman-teman, minta like dan komentarnya ya di http://www.rightbrainaward.com/index.php?option=com_resensi Terima kasih

2 comments: