Search This Blog

Loading...

Monday, October 24, 2011

Hidup Berawal dari Mimpi

Judul                : Hidup Berawal dari Mimpi
Penulis              : Fahd Djibran, Bondan Prakoso dan Fade2Black
Penyunting        : Enda A
Desain              : Futih Al Jihadi
Cetakan           : kedua, September 2011
Tebal                : 224 halaman
Penerbit            : Kurniaesa Publishing  




Band yang tidak biasa! Kata “respect!” memang layak disematkan pada band yang satu ini Bondan Prakoso dan Fade2Black. Kita mengenalnya lewat lagu-lagu mereka yang “out of the box”, dengan ciri khas semangat dan kreativitas anak muda yang berkobar-kobar. Walaupun mengusung tema “remaja” yang sama dengan band-band kebanyakan, yakni cinta, semangat, dan persahabatan; band ini beda. Lirik-lirik lagu yang mereka ciptakan memiliki aroma semangat yang kental. Kata-katanya pilihan, rimanya mengetarkan, dan apa yang hendak mereka sampaikan melalui lagu begitu menetap di benak para pendengarnya. Siapa coba yang tak tergetar benaknya ketika mendengarkan lirik lagi “Ya Sudahlah” dan “Kita Selamanya”.

Ketika mimpimu yang begitu indah
Tak pernah terwujud, ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu
Dan tak pernah sampai, ya sudahlah

           
Kesan “berbeda” ini pula yang ditemui oleh Fahd Djibran (penulis Yang Galau yang Berkicau) ketika memutuskan untuk berkolaborasi dengan Bondan Prakoso dan Fade2Black. Menyastrakan musik, itulah yang rupanya hendak mereka usung melalui novel Hidup Berawal dari Mimpi ini. Proyek bareng yang murni kreatif ini menghasilkan 12 cerita pendek. Ibarat dunia anak muda yang penuh warna, dua belas cerpen itu melambangkan teman-perjuangan-duka-penyesalan-tragedi-kepercayaan-persahabatan-semangat-dan juga cinta. Aneka warna dan rasa saling berpadu menyatu dalam untaian kalimat. Mengalun merdu, bak nada musik yang disulam secara halus dalam deretan kata-kata kaya makna. Alih-alih saling mengalahkan, perpaduan antara musik dan sastra dalam Hidup Berawal dari Mimpi menghasilkan simponi fiksi yang tidak hanya mencuatkan cita rasa seni, namun juga kebermaknaan. Lewat cerita “Kau Puisi”, kita belajar untuk merayu sang terkasih:

“Cinta  barangkali bagai senyawa kata dan makna yang bersembunyi di balik metafora puisi—dan kita terus menerus membacanya, menafsirkannya, mengaguminya tanpa henti …Bagiku, kaulah puisiku! Yang terindah yang pernah aku tahu! …Semoga kamu belum punya pacar. J” (halaman 21).

Dengan kepiawaian seorang Fahd Djibran dalam mengolah kata, band ini berhasil menyajikan apa yang selama ini mungkin belum pernah dilakukan oleh band-band lain di Indonesia: menulis buku! Masing-masing kisah di dalamnya adalah pem-fiksi-an dari 12 judul lagu yang paling berkesan dalam 3 album mereka, Respect, Unity, dan For All. Tidak melulu cinta, band ini juga terkenal karena sering mengangkat tema-tema persahabatan dan semangat perjuangan dalam lirik-lirik lagunya. Ini sangat tampak pada cerita Sang Juara, Kita Selamanya, dan Hidup Berawal dari Mimpi.

“Kalian tahu, menurut Papaku, setiap kali kita bersalah dan berdosa, sebenarnya kita sedang belajar untuk menjadi lebih baik. Seperti setiap  kita jatuh, kita sebenarnya sedang belajar menuju tempat yang lebih tinggi.” (halaman 57)

“Friendship is giving someone the ability to destroy you—but trusting them not to … (Persahabatan adalah memberikan kemampuan kepada seseorang untuk menghancurkanmu—tapi Anda percaya bahwa dia tidak akan melakukannya)  (hlm 146)

Dengan gaya penceritaan yang simpel, cenderung ceplas-ceplos, namun dengan diksi nan memukau, 12 cerita pendek dalam novel ini menawarkan sebuah pembelajaran kehidupan kepada para pembaca muda dan remaja. Modelnya yang tidak mengurui dan mengambil sudut pandang “pembaca-sebagai-sahabat”, menjadikan novel ringan namun sarat makna ini bisa diterima dengan luas oleh pasar anak muda. Terlepas dari para penggemar mereka “Respectors” yang memborong buku ini, Hidup Berawal dari Mimpi adalah salah satu karya yang wajib baca. Inilah sebabnya buku kecil ini sudah mengalami dua kali cetak ulang dalam tiga bulan saja. Luar biasa!

Kalo gue berpikir impian gue hancur, maka impian gue bakal bener-bener hancur. Kalo gue berpikir impian gue tetap ada, dia akan tetap ada dan siap dieksekusi kapan aja jadi kenyataan!” (hlm 149).

Lalu, cobalah dengarkan pengakuan seorang Bondan Prakoso yang dulu menyanyikan lagu “Si Lumba-Lumba” dengan begitu imutnya:

“Kalian memang hebat,” kataky. “Bukan cuma musik yang bagus, lirik yang bagus., karya yang bagus; kesuksesan juga soal bagaimana seseorang menjalani dan menjalankan semuanya kan?” (hlm. 211).

R.E.S.P.E.C.T buat para Respector yang membaca dan belajar dari buku ini.





13 comments:

  1. hallo,
    untuk masalah cetak bisa hubungi kami
    terima kasih

    ReplyDelete
  2. wahh... udah punya bukunya?? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Swara Dwie Wima YogaFebruary 23, 2013 at 2:50 PM

      km udh pnya buku.y ..
      aq pinjem dong ..
      km beLi.y dmna ??

      Delete
    2. Swara Dwie Wima YogaFebruary 23, 2013 at 2:52 PM

      nie No.aq 087711720093

      km cmz aq aja

      Delete
  3. Pengen Baca Bukunya...:)

    Pengen Ketemu Bondan Prakoso n Fade2 Black...

    Sekaliiiiiiiiii Ajja...T_T

    ReplyDelete
  4. ,,\></,, maaf kl0 maw Bli novel hidup berawal dari mimpi ,, dmna klo di bandung ??'

    ReplyDelete
  5. novel ini mmbwt qw trinspirasi untk mmbca.a

    ReplyDelete
  6. so beautiful....full...

    ReplyDelete